IKLAN YARA

Babak Belur Dianiaya Anggota TNI, Pria di Deliserdang Nyaris Tidak Dikenali

oleh -102.489 views
Diculik dan Dianiaya Anggota TNI, Pria di Deliserdang Nyaris Tidak Dikenali
HOFandi Wahyudi, warga Patumbak yang diculik dan disiksa oknum TNI
UPDATE CORONA

Medan I Realitas – Nyawa Fandi Wahyudi nyaris melayang setelah diculik dan dianiaya oleh dua laki-laki pada Jumat (1/9/2021) lalu.

Menurut keluarga, adapun pelaku penculikan , warga Jalan Pantai Kasan, Desa Lantasan Baru, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang ini salah satunya merupakan anggota TNI.

Diketahui, anggota TNI itu adalah DG yang bertugas di Kodam II/Sriwijaya Palembang.

Menurut Khairunnisa, ibu dari Fandi Wahyudi, oknum TNI desersi bernama DG itu ternyata tengah disersi dari kesatuannya.

DG terlibat dalam berbagai masalah, sehingga kabur meninggalkan tugasnya sebagai anggota TNI aktif.

“Menurut bapak Koramil Tigajuhar yang menemui saya, katanya dia ada masalah. Dia sudah disersi setahun karena bawa kabur uang Rp 200 juta,” kata Khairunnisa, Selasa (5/10/2021). 

Dia mengatakan, DG menculik dan menyiksa Fandi Wayhudi bersama Andi.

Andi ini merupakan tetangga mereka di Patumbak. 

 “Ini kami lagi buat laporan.

Setelah olah TKP nanti balik lagi ke Pakam,” katanya.

Dari informasi yang didapat pihak keluarga, oknum TNI desersi ini merupakan warga Desa Namo Suro, Kecamatan Birubiru, Kabupaten Deliserdang.

Sejak melarikan diri dari tugas dan jabatannya, Daniel Ginting pulang kampung agar tidak ditangkap Polisi Militer (PM).

Dia bersembunyi, namun kembali melakukan kejahatan yang cukup fatal dan mengerikan, karena korbannya nyaris tewas.

Yudi, ayah dari Fandi Wahyudi (22) mengatakan, pada Sabtu (2/10/2021) sekira pukul 05:00 WIB, dirinya menerima kabar dari anak perempuannya jika Fandi diculik dan disiksa, lalu dibuang di Jalan Pendidikan Desa Jaranguda, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kaget mendapat laporan itu, Yudi kemudian mencari cara untuk bisa menjemput anaknya tersebut.

BACA JUGA :   Ketua DPC Ferari Dukung H. Budi Jadi Calon Bupati Batu Bara

Saat itu ia berupaya meminjam mobil tetangganya untuk menjemput Fandi yang sudah mencari pertolongan ke rumah warga sekitar.

Sekira pukul 10:00 WIB, ia dan ibu Fandi beserta beberapa keluarga langsung menuju ke lokasi yang disebutkan Fandi dalam telepon.

Di situ mereka melihat anaknya babak belur bahkan wajahnya pun nyaris tak dikenali lagi.

“Pagi itu anakku yang gadis nelepon, katanya disuruh jemput bang Fandi ke daerah pemerasan susu sapi.

Di sana dia nelpon minjam hp warga,” kata Yudi, Selasa (5/10/2021).

Melihat anaknya yang malang itu, mereka pun langsung membawa Fandi Wahyudi ke rumah sakit Sembiring di Jalan Besar Delitua.

“Sempat mau buat laporan. Cuma disuruh mengobati duku ke rumah sakit,” ucapnya.

Fandi dan ibunya saat ini dikabarkan sedang membuat laporan ke Polresta Deliserdang.

BACA JUGA :   Ketua DPC Ferari Dukung H. Budi Jadi Calon Bupati Batu Bara

Kronologi

Terkait kronologi awalnya korban sedang berada di sekitar warung internet Simpang 3 Patumbak, dan tiba-tiba dipanggil oleh pelaku.

Di situ Fandi langsung disuruh masuk ke dalam mobil dan dibawa ke Pantai Kasan. 

Di lokasi tersebutlah Fandi dihajar oleh dua orang pelaku, yang satu diantaranya oknum TNI.

HO
Fandi Wahyudi, warga Patumbak yang diculik dan disiksa oknum TNI

Setelah dihajar habis-habisan, Fandi kemudian dibawa ke Jalan Pendidikan, Desa Jaranguda, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dekat Gundaling Farm.

Di sana ia dibuang ke dalam jurang dan ditinggalkan begitu saja.

Terkait pelaku, Fandi disebut mengenal pelaku.

Yudi menyebutkan satu orang yang diduga anggota TNI itu merupakan aparat yang bermasalah bahkan sudah hampir dipecat dari kesatuannya. (*)

Source: Trb