IKLAN YARA

SMAN 4 Langsa Budidaya Ikan Gurami Ditengah Pandemi Covid-19

oleh -66.489 views
Kepsek SMAN Langsa, Salamuddin MPd, saat memberikan makan ikan Gurami di sekolahnya, Sabtu (07/08/2021).
Kepsek SMAN Langsa, Salamuddin MPd, saat memberikan makan ikan Gurami di sekolahnya, Sabtu (07/08/2021).
UPDATE CORONA

Langsa | Realitas – Sekolah Menengah Atas Negeri SMAN 4 Langsa budidaya ikan gurami ditengah pandemi Covid-19.

Sumbarat fajar terlihat indah diufuk timur kala itu, pancaran sinarnya merona kemerah-merahan mulai menerangi jagad raya.

Sesekali tiupan angin silih berganti, seakan menambah hangatnya suasana saat itu.

Ada sekelumit cerita disebuah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Langsa saat itu, dimana ada sebuah kantin yang dikelola oleh orang yang ditunjuk pihak sekolah yang biasanya menjual berbagai makanan untuk para siswa maupun siswi disekolah tersebut.

Kini nasib penjual makanan dikantin ditutup karena aturan dari Tim satgas Covid 19 agar menutup kantin sekolah pada masa Pandemic Covid 19.

Hal ini bukan tanpa alasan karena bagian memutus mata rantai Covid 19 yakni salah satunya menjaga jarak dan hindari kerumunan dan juga sudah adanya aturan tertulis tidak boleh membuka kantin selama badai Covid 19 masih ada.

“Ya, sejak adanya Covid 19 saya tidak bisa jualan dikantin sekolah karena aturan Tim satgas,” kata Yunus, yang juga tenaga honorer disekolah tersebut, Sabtu (07/08/2021).

Tak mau dengan berpangku tangan saja, Yunus, kini harus melakoni profesi lainnya untuk bisa bertahan hidup yakni mencoba membuka kolam budidaya ikan gurami di SMAN 4 Langsa yang juga mendapat dukungan Kepala sekolahnya.

BACA JUGA :   Pelajar SD Negeri No 7 Langsa Peduli Bahaya Covid Lewat Karya Seni

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek), SMAN 4 Langsa, Salamuddin MPd, mengatakan budidaya Ikan Gurami di sekolahnya sebagai wujud pemanfaat lahan kosong dan sebagai bahan edukasi kewirausahaan para siswa/i.

Budidaya Ikan Gurami ini dikembangkan di sekolahnya karena sekolah tersebut memiliki lahan mencapai 1.5 ha dan tanpa bangunan sekitar 25 persen lahan yang kosong yang kini sudah mulai dikembangkan untuk berbagai macam usaha sekolah termasuk kolam ikan.

Lanjutnya, untuk pemanfaatan lahan tersebut, sebagian mulai dikembangkan untuk budidaya ikan Gurami, munculnya ide ini untuk pemanfaatan lahan yang ada dan mudah disiasati tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Lahan yang kami manfaat untuk kolam saat itu seluas 1.8 x 8 meter, lokasi ini adalah lahan kosong antara letak bangunan ruang guru dan ruang kelas, tiga sisi sudah tersekat bangunan,” jelasnya.

Kendati demikian, saat ini bibit yang target dilepaskan sekitar 300 ekor, namun karena kelangkaan bibit Gurami dari pemasok, yang sudah terisi dalam kolam sekitar seratusan lebih, ukuran besarnya sudah mencapai 2.5 inchi.

BACA JUGA :   Muhammad Kece Dianiaya oleh Sesama Tahanan Rutan

Harga bibit Gurami kuning ini dipasaran harganya mahal, untuk jangka waktu masa panennya pun tergolong lama, antara 6 sampai 8 bulan dimana menargetkan pada Desember nanti sudah bisa dipanen.

“Usaha nir-pengalaman ini tentunya punya resiko gagal besar, tapi yang nama usaha tetap kita jalankan dengan mencari referensi dari berbagai sumber,” kata Salamuddin yang juga Wakil Ketua KNPI itu.

Ditambahkannya lagi, untuk menjadi tolak ukur bukan pada sukses panen atau tidak tapi seberapa besar kemampuan sekolah dalam memanfaatkan lahan-lahan tersebut.

Nantinya, jika kolam perdana ini berhasil tentunya akan menopang semangat warga sekolah untuk bersinergi membuka kolam lain, karena kami masih memiliki lokasi potensial untuk membuka kolam baru yang luasnya mencapai 9 x 10 meter yang letaknya berdekatan dengan lokasi kolam pertama.

Harapannya bagi warga SMAN 4 Langsa dengan usaha seperti ini timbul semangat wirausaha dikalangan guru, tendik atau siswa. Bisa jadi mereka memanfaatkan lahan-lahan di rumahnya dengan desain kolam yang sederhana.

Tujuan budidaya dari Ikan Gurami ini untuk dapat meningkatkan pendapatan kantin sekolah.

Sumber pendapatan dari kantin sekolah selama covid 19 tidak dapat berharap banyak, selama tatap muka terbatas, dilarangan memfungsikan kantin.

BACA JUGA :   Pemuda Aceh Tamiang Tewas Setelah Tabrak Truk Tronton di Jalan Medan-Banda Aceh

Kami memiliki harapan besar untuk mewujudkan kemandirian sekolah sebagai penyangga dan penyokong ekonomi sekolah yang dikelola pihak kantin sekolah.

“Bagi kami budidaya Gurami ini sangat menarik dan memiliki tantangan tersendiri, selain bisa menghasilkan pendapatan juga menjadi hiburan alam yang menyenangkan. Kalaupun ini gagal, pastinya akan menjadi pelajaran berharga bagi kami yang sedang belajar,” ungkapnya sembari tersenyum.

Sampai saat ini pihak sangat optimis ini bisa berhasil, Insya Allah kuncinya tekun dan yakin. Bibit yang ditabur sudah berumur satu bulan dalam kondisi semua hidup dan tumbuh dengan normal.

Merintis usaha seperti harus benar-benar sabar karena orang akan melihat hasilnya tidak pernah tau bagaimana prosesnya.

Kolam ini dirintis atas dukungan beberapa orang petugas kebersihan sekolah yang ikut membantu mulai membersihkan lokasi sampai terisi bibitnya.

Dalam perjalanannya nanti, usaha-usaha seperti ini akan kami serahkan tanggungjawab serta pengembangan kepada koperasi sekolah dan pihak kantin sekolah sebagai penopang penghasilan ekonominya ditengah gerusan badai Covid 19 saat ini…semoga (Rapian)