IKLAN YARA

Permikomnas Sebut Baju Adat Jokowi Sangat Merakyat

oleh -58.489 views
Permikomnas Sebut Baju Adat Jokowi Sangat Merakyat
Permikomnas Sebut Baju Adat Jokowi Sangat Merakyat
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian berupa atasan hitam atau baju kutung dan celana hitam, dengan lencana merah putih di dada sebelah kiri, serta memakai tas khas Suku Baduy. Pakaian adat yang dipakai presiden adalah baju adat orang Kanekes atau Suku Baduy dari Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional, Khusniyati mengatakan pakaian yang dipakai Jokowi di Sidang Tahunan MPR itu sangat terlihat merakyat dan di era serba media sosial ini, membuat baju adat Baduy makin dikenal banyak kalangan.

BACA JUGA :   Tinjau Vaksinasi Massal Akabri 96, Sigit: Terus Bekerja Tanggulangi Covid

“Dengan presiden memakai pakaian adat membuktikan bahwa setinggi apapun jabatan tidak melupakan warisan leluhur, terkhusus tahun ini Presiden mengenakan pakaian khas Baduy Luar yang banyak makna,” kata Khusni, Rabu, (18/08/2021).

Korwil Permikomnas Banten juga menambahkan baju adat jamang hideung kancing batok yang dipakai Pak Presiden mencirikan bahwa ia sangat merakyat dan mencontohkan untuk semua agar mencintai pakaian khas Nusantara.

“Jokowi memberikan pesan agar kita harus mencintai pakaian khas Nusantara,” ucap Febby Sugiarto.

Dilansir dari situs dispar.bantenprov.go.id, warna serba hitam yang melekat pada pakaian adat suku baduy luar melambangkan bahwa mereka tidak lagi murni. Sebab, berbeda dengan suku baduy dalam, suku baduy luar telah mengenal berbagai inovasi dan teknologi yang berasal dari dunia luar, yang tidak diperbolehkan suku baduy dalam.

BACA JUGA :   Teror Bom Molotov Rumah Pejabat Kemenkumham Riau Belum Terungkap

Namun, meskipun mereka mengenali berbagai teknologi, peraturan adat yang berlaku melarang mereka untuk menggunakannya. Bahkan, penggunaan listrik pun juga dilarang.

Pakaian adat suku baduy luar di dominasi hitam sedangkan pakaian suku baduy dalam nampak didominasi oleh warna putih.

Hal tersebut mencerminkan bahwa mereka masih suci dan belum terjamah dunia luar. Adapun, kesucian tersebut tampak dari kebiasaan suku baduy dalam yang hidup tanpa menggunakan segala peranti teknologi. Bahkan, dalam hal bepergian, suku baduy dalam menolak untuk menggunakan alat transportasi.

BACA JUGA :   Kemenag Minta Dubes Arab Cabut Penangguhan Keberangkatan Haji

Mereka lebih berjalan kaki ratusan kilometer sekali pun dan tanpa alas kaki. Dari pakaian adat yang dipakai Presiden Jokowi menunjukkan bahwa sekarang kita telah hidup berdampingan dengan banyak hal dan melekat dengan diri kita. Teknologi yang terus berkembang dan juga kehidupan yang terus berjalan. (*)