IKLAN YARA

Fadli Zon Tuai Kritik Nasional Usai Sindir Jokowi

oleh -17.489 views
Fadli Zon Tuai Kritik Nasional Usai Sindir Jokowi
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Fadli Zon
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Fadli Zon menyindir Presiden Joko Widodo via Twitter lantaran sibuk meresmikan Sirkuit Mandalika saat banjir bandang melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. 

Twit Fadli Zon beruah kritikan balik hingga teguran langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

“Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sudah 3 minggu banjir belum surut,” tulis Fadli di akun Twitter pribadinya, @fadlizon, seperti dilihat, Sabtu (13/11/2021).

Seperti diketahui, banjir yang menerjang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, memang terjadi lebih dari dua pekan.

Banjir Sintang belum surut dan menyebabkan ribuan rumah warga terendam.

Nah, tidak seperti biasanya, sindiran Fadli Zon kali justru berbuah teguran dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Juru bicara Partai Gerindra Habiburokhman membenarkan bahwa teguran yang diberikan kepada Fadli Zon berasal dari arahan sang ketua umum Prabowo Subianto. 

Habiburokhman mengatakan teguran merupakan arahan Prabowo namun disampaikan ke Fadli Zon melalui Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani. 

“Ya (sesuai arahan Pak Prabowo). Tapi (disampaikan) melalui Pak Sekjen Ahmad Muzani,” kata Habiburokhman, ketika dihubungi, Minggu (14/11/2021).

Sebelumnya diberitakan, Juru bicara Partai Gerindra Habiburokhman menegaskan sindiran Fadli Zon tidak mewakili sikap Fraksi ataupun Partai Gerindra. 

BACA JUGA :   DPP GAAS dan PP LBH Gelar Pelatihan Paralegal Gelombang ke II

“Soal tweet Pak Fadli Zon soal Sintang, kami perlu meluruskan jika statement tersebut tidak mewakili fraksi ataupun partai,” kata Habiburokhman, Minggu (14/11/2021).

Habiburokhman memastikan Gerindra telah memberikan teguran kepada anggota Komisi I DPR RI tersebut. 

Selain itu, Gerindra turut menyampaikan permohonan maaf jika pernyataan kadernya justru membuat tidak nyaman sejumlah pihak.

“Kepada beliau (Fadli Zon) sudah diberikan teguran dan kami juga meminta maaf apabila statement tersebut menimbulkan ketidaknyamanan,” ucapnya. 

Teguran kepada Fadli Zon pun, disebut Habiburokhman adalah hal yang biasa jika memang yang bersangkutan melontarkan pernyataan yang dirasa kurang tepat.

Tak hanya Fadli Zon, dia menyebut seluruh kader pun akan ditegur jika melakukan hal serupa. 

“Sebagai kader Gerindra, adalah hal yang biasa bagi kami jika ditegur apabila ada statement yang kurang tepat. Saya sendiri sebagai Jubir Partai sering kena teguran, begitu juga rekan-rekan anggota DPR lainnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menanggapi cuitan Fadli Zon yang menyinggung Presiden Joko Widodo.

Hasto mengatakan, mantan Wakil Ketua DPR itu hanya bisa mengkritik saja.

BACA JUGA :   KPK Periksa Direktur PT Extensa Winaya Fakta Terkait Korupsi e-KTP

“Dengan sikap Fadli Zon yang hanya bisa mengkritik tanpa karya nyata bagi rakyat,” kata Hasto lewat keterangannya, Sabtu (13/11/2021).

Dijelaskan Hasto, Jokowi sudah memberikan arahan kepada Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk segera merespon bencana banjir di Sintang, Kalimantan Barat.

Fraksi PDIP, katanya, juga sudah memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

Kondisi banjir di Sintang

Banjir masih terjadi di Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Minggu (14/11/2021).

Saat ini, Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, relawan, dan tim Pramuka langsung melakukan patroli dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

Diketahui, terdapat 45 korban banjir berhasil dievakuasi.

Sejumlah kendala pun dialami petugas ketika mengevakuasi korban banjir, mulai dari cuaca yang tidak menentu, hujan, dan angin kencang.

Meski demikian, petugas tetap akan melakukan evakuasi warga yang terdampak, apalagi banjir masih terjadi setelah sempat surut sebelumnya.

Koordinator Lapangan Satgas Pramuka Peduli, Sugiarto Kurniawan, mengatakan perkembangan banjir di wilayah Sintang yang masih terjadi.

“Kondisi banjir saat ini masih stagnan, belum ada perubahan yang berarti.”

“Sehingga, perlu banyak warga yang dievakuasi dan banyak pengungsian,” katanya, Minggu (14/11/2021).

Menurutnya, kini warga yang terdampak banjir masih memerlukan sembako hingga obat-obatan.

BACA JUGA :   Ini Daftar Negara yang Dilarang Masuk ke RI Ditengah Isu Varian Omicron

“Saat ini yang diperlukan di tempat pengungsian, yakni obat-obatan, sembako, kebutuhan anak dan bayi, ” jelas Sugiarto.

Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Sintang, banjir terjadi sejak tanggal 23 Oktober 2021.

Hingga saat ini, banjir belum sepenuhnya surut meski volume air di sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga berangsur surut.

3 Pekan Korban Banjir Mengungsi Warga Kesulitan Beraktivitas

Banjir di Sintang menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam.

Tiga titik ditutup sementara oleh Satlantas Polres Sintang, karena karena terendam banjir terlalu dalam.

Seperti, jalan PKP Mujahidin, Jalan Kelam dan Sungai Durian.

Pada Sabtu (13/11/2021), banjir yang merendam ruas jalan lintas kabupaten di Lintas Melawi masih cukup tinggi meski volume air dalam dua hari terakhir surut.

Kendaraan roda dua masih belum bisa melintasi jalan Lintas Melawi.

Hanya kendaraan truk, maupun doubel gardan yang bisa melintas mengangkut penumpang.

Mobilisasi masyarakat pun tersendat.

Sehingga, menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan di Simpang 5 Tugu Pura pada pagi dan sore hari mengantri untuk naik perahu ataupun naik ke truk tronton yang disediakan pihak swasta maupun pemerintah dan TNI Polri. (*)

Source:Trb