IKLAN YARA

Kontroversi Pandangan Antara Fraksi Hanura Dan Geranat Terkait Bimtek

oleh -90.489 views
Kontroversi Pandangan Antara Fraksi Hanura Dan Geranat Terkait Bimtek
UPDATE CORONA

Subulussalam I Realitas – Ketua Fraksi GERANAT DPRK Subulussalam Bahagia Maha sempat diberitakan menolak adanya rencana kegiatan anggota DPRK Subulussalam yang akan melaksanakan Bimtek pada minggu ini berlokasi di Danau Toba, Sumatera Utara.

Menurut Bahagia Meskipun anggaran bimtek terhitung dalam agenda tahunan DPRK. Namun pandangan politisi PAN ini, situasi sekarang tidak pantas bagi wakil rakyat kota Subulussalam melakukan kegiatan bimtek keluar daerah.

“Kita ketahui bersama bagaimana keterbatasan pemahaman di Parlemen Subulussalam ya bisa dibilang pas-pasan lah, konon lagi pemahaman tentang Permendagri no 77/2020 tentang pedoman teknis pengolahan daerah hampir 0%,” kata bahagia di kutip dalam siaran persnya, Rabu, (4/08/21).

Kini berbanding terbalik dari pandangan Fraksi Hanura, di sampaikan Sekretaris komisi A Ridho Bancin, politisi muda partai Hanura mengenai Bimtek.

BACA JUGA :   Restorasi Gambut Berjalan Baik Di Riau, BRGM RI Berikan Sosialisasi Rehabilitasi Mangrove

“Saya tegaskan bahwa bimtek tidak ada alasan untuk dikosongkan. Sebab ini fundamen untuk SDM parlemen dan tanpa mengecualikan giat-giat lain,” sampainya, Kamis, (5/08/21).

Masih kata Ridho, ia juga turut berbelasungkawa terkait bencana baru-baru ini.

“Inna lillahi Wa inna ilahi raji’un mengenai bencana yang menerpa saudara kita, dan bimtek tidak alasan mengabaikan bencana ini. Fraksi hanura mendorong sepenuhnya terhadap perbaikan mental dan materil kepada saudara kita. Fraksi Hanura perintahkan pemerintah berlari menyelesaikan bencana ini,” tuturnya.

Di akhir katanya ia membeberkan Mengenai hal-hal lain yang kita akan investigasi bersama melalui komisi-komisi yang membidangi demi perbaikan kota Subulussalam.

BACA JUGA :   Hadiri Peletakan Batu Pertama Islamic Center PERSIS, Kapolri Yakin Hasilkan SDM Berkualitas

Menanggapi statement rekannya yang di komisi A DPRK Subulussalam itu, Bahagia Maha mengatakan bahwa sesungguhnya DPRK masih banyak tugas tugas pokok yang dikerjakan dilembaga yang terhormat ini.

“Seperti pembahasan LKPD walikota TA 2020 dan LHP hasil audit BPK RI P, KUA PPAS 2022 juga sampai saat ini belum diserahkan oleh eksekutif APB P 2021, dan juga belum dibahas,” kata Bahagia Maha Kamis, (5/08/21).

Bahagia Maha wakil ketua komisi A, sebagai ketua fraksi Geranat mempertanyakan kegiatan tersebut tidak didesak oleh anggota DPRK dari Fraksi hanura, kepada eksekutif sedangkan kegiatan itu juga bagian dari tugas pokok DPRK.

BACA JUGA :   Penembakan Seorang Ustaz di Tangerang, Diduga Sudah Dipantau Lama

“Aneh ketika kegiatan bimtek ini harus dipaksakan itu pun buat kami DPRK Fraksi Geranat tidak mempersoalkan kalaupun DPRK Fraksi Hanura harus memaksa mereka melakukan bimtek, namun kalau kami dari Fraksi geranat sudah sepakat untuk tidak mengikutinya karna kami sadar bahwa kami jadi wakil rakyat ini dipilih oleh rakyat dan digaji dari uang rakyat,” tutur Bahagia.

“Kegiatan bimtek itu juga dari uang rakyat tentu secara moral tidak pantas kita melakukan kegiatan bimtek keluar daerah sementara masyarakat Subulussalam dalam keadaan musibah akibat terbakarnya rumah saudara kita tersebut, semestinya sebagai wakil rakyat harus menghibur saudara kita yang sedang berduka,” tegasnya.

(Adi)