IKLAN YARA

Curhat kepada Jokowi Sambil Menangis, Guru SMA di Pekanbaru Mengaku Rindu Anak-anak

oleh -306.489 views
Curhat kepada Jokowi Sambil Menangis, Guru SMA di Pekanbaru Mengaku Rindu Anak-anak
Curhat kepada Jokowi Sambil Menangis, Guru SMA di Pekanbaru Mengaku Rindu Anak-anak
UPDATE CORONA

Madiun I Realitas – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan pihak sekolah untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka, dengan syarat seluruh siswa telah menjalani vaksinasi Covid-19.

“Jadi semuanya, untuk semua pelajar di seluruh tanah air, kalau sudah divaksin silakan dilakukan langsung belajar tatap muka. Karena kan SKB 3 menteri sudah ada,” kata Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021).

Dalam peninjauan itu Jokowi juga sempat berbicara dengan sejumlah sekolah di beberapa provinsi Indonesia melalui sambungan video call.

Jokowi pun sempat mendengar curahan hati Kepala SMA Negeri 5 Pekanbaru yang mengaku rindu ingin kembali menggelar sekolah tatap muka.

Sembari menangis, Kepsek bernama Elmi Gurita itu curhat kepada Jokowi bagaimana ia rindu bertemu para siswa di sekolah yang ia pimpin.

“Saya Elmi Gurita Kepala SMAN 5 Pekanbaru. Kami mengucapkan terima kasih pada Bapak Presiden dan Institusi BIN yang telah memfasilitasi vaksin massal,” kata Elmi saat berbincang melalui konferensi video dengan Jokowi.

Jokowi kemudian bertanya kepada Elmi apakah di sana sudah digelar sekolah tatap muka. Elmi pun menjawab pertanyaan Jokowi itu sambil terisak.

BACA JUGA :   Musnahkan Shabu 13 Kg, Kapolresta Ajak Semua Pihak Fight to Drugs

Dia mengaku rindu dengan anak-anak dan ingin sekolah digelar kembali.

“Belum pak, mohon izin pak kami sebetulnya sudah rindu dengan anak-anak kami pak. Kami sudah ingin melaksanakan pembelajaran tatap muka. Mudah-mudahan dengan vaksin ini kami bisa melakukan tatap muka dengan kondisi anak-anak kita sehat walafiat,” imbuh Elmi sembari terisak.

Melihat Elmi menangis, Jokowi mencoba menenangkan dan mendoakan agar setelah vaksinasi rampung dan tercipta herd immunity, pembelajaran tatap muka bisa kembali digelar.

“Segera, semuanya bisa divaksin sehingga pembelajaran tatap muka bisa segera kita laksanakan,” harap Jokowi.

Kendati begitu menurut Jokowi, untuk sementara sekolah masih harus melakukan pembelajaran jarak jauh lantaran belum semua siswa yang mendapat vaksin.

Saat ini program vaksinasi untuk anak-anak baru menyasar anak usia 12-17 tahun. Vaksin yang digunakan adalah Sinovac dari PT Bio Farma (Persero).

Pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi untuk siswa usia 12-17 tahun sebanyak 26.705.490 orang.

Berdasarkan laporan pemerintah hingga 18 Agustus 2021, 2.402.392 orang disuntik tahap pertama dan 917.694 orang yang mendapatkan dosis kedua.

BACA JUGA :   Peringati Hari Lalulintas Ke 66, Kapolda Riau Beri Penghargaan Personel Berprestasi

“Saya titip semuanya, kepada anak-anak tetap belajar, daring tetap belajar, tapi kalau nanti sudah bisa tatap muka, pakai masker jangan dilupakan,” paparnya.

Jokowi pun berharap para siswa dapat segera belajar tatap muka di sekolah.

Namun demikian, mantan Wali Kota Solo itu juga mewanti-wanti agar seluruh pihak, termasuk anak-anak dapat disiplin menjalani protokol kesehatan agar tidak terpapar virus corona.

“Kita semuanya harus hati-hati, jangan sampai nanti lepas dibuka belajar tatap muka ada yang terpapar Covid-19. Ini harus kita hindari. Saya titip memakai masker ini harus meskipun sudah divaksin, tetap karena yang namanya virus corona ini selalu bermutasi,” kata Jokowi.

“Dulu kita enggak nyangka bahwa kita pikir hanya ada varian yang pertama. Tahu-tahu keluar varian Delta yang sangat menular sekali. Oleh sebab itu, saya titip semuanya kepada anak-anak tetap belajar. Secara daring tetap belajar, tapi kalau nanti sudah bisa tatap muka, pakai masker jangan dilupakan,” ucap dia.

Sebelumnya berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri semua sekolah ditargetkan dapat kembali menggelar pembelajaran tatap muka pada Juli 2021.

Target itu baru akan terlaksana apabila proses vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan rampung.

BACA JUGA :   Teror Bom Molotov Rumah Pejabat Kemenkumham Riau Belum Terungkap

Namun, rencana tersebut batal terlaksana lantaran kasus Covid-19 meningkat pada periode Juli hingga Agustus 2021.

Berdasarkan aturan terbaru, PTM terbatas dapat dilaksanakan pada satuan pendidikan di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3.

Sementara, satuan pendidikan di wilayah PPKM level 4 tetap melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Menurut Pelaksana tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hendarman mengatakan, pelaksanaan PTM terbatas di wilayah PPKM level 1-3 harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hendarman menjelaskan pembelajaran di masa pandemi berlangsung secara dinamis menyesuaikan risiko kesehatan dan keselamatan masing-masing wilayah.

“Orang tua atau wali pada wilayah PPKM level 1-3 memiliki kewenangan penuh dalam memberikan izin kepada anaknya untuk memilih antara mengikuti PTM terbatas atau PJJ. Sekolah wajib menyediakan opsi PTM terbatas dan PJJ, serta tidak melakukan diskriminasi kepada peserta didik yang memilih opsi PJJ,” tuturnya lewat keterangan tertulis, Selasa (10/8/2021).(*)

Source:Trb