IKLAN YARA

Parah Buka lagi, Galian C Diduga Bodong di Wilkum Kec Klapanunggal

oleh -192.489 views
Parah Buka lagi, Galian C Diduga Bodong di Wilkum Kec Klapanunggal
UPDATE CORONA

Bogor  I Realitas – Parah Buka lagi, Pelaku usaha Galian C yang berada di Wilayah Desa Nambo dan Lulut Kacamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor  terpantau langsung sudah merusak hutan akibat galian C  dan tidak menutup kemungkinan akan berdampak buruk terhadap masyarakat  Nambo dan Lulut.

Ketua LSM Penjara PN ‘ Deddy bersama Ketua LSM LKPK’Josder dan beberapa wartawan Bhayangkara Perdana, Pejuang 45,  turun langsung investigasi terlihat kondisi hutan sudah mulai rusak akibat dari galian C di beberapa titik.

Kegiatan ini harus kita kordinasikan baik kekejaksaan maupun ke Kementerian agar segera di tindak tegas secara Hukum dan UU siapa saja yang terlibat dalam kegiatan itu ” tegas Deddy, (29/07)

BACA JUGA :   Tinjau Vaksinasi Massal Akabri 96, Sigit: Terus Bekerja Tanggulangi Covid

Salah satu warga Inisial EN menjelaskan seputar galian C yakni lokasi galian pengusaha sudah di bayarkan ke warga   dan sudah berkordinasi ke Muspida melalui inisial AD. EN menambahkan bahwa galian tersebut adalah bodong ,alias tidak mengantongi izin Galian. Ucap EN.

Kegiatan galian C ini  diduga sudah berkordinasi Dengan muspida membuat kesepakatan tanah yang digali akan di bayar ke warga masing-masing, untuk muspida akan di bayar 70.000 rupiah/Trif di tambah 70.000 rupiah/trif buat Perhutani dan Tim ” papar EN, beberapa hari lalu Kamis (16/07/2021).

Terpisah, Ketua LSM LKPK mengatakan sesuai hasil investigasi dan wawancara dari berbagai sumber  kegiatan tersebut kuat dugaan illegal sangat disayangkan para  oknum pengusaha yang menggali tanah milik perhutani tanpa izin adalah bentuk perbuatan  melawan hukum. Ungkap Josder Sinaga.

BACA JUGA :   Teror Bom Molotov Rumah Pejabat Kemenkumham Riau Belum Terungkap

 Sesuai hasil wawancara dari saudara EN mengatakan semua galian tersebut adalah bodong ,namun sampai saat ini belum ada pihak pengusaha yang bisa kita konfirmasi maka dari itu kami dua LSM ini akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait ” ujar Ketua LKPK Josder Sinaga

Sementara Pemerintah setempat yang terkesan tutup mata  atas rusaknya hutan  milik perhutani yang selama ini digarap dan kelola masyaraakat setempat bahkan perlu juga di telisik siapa oknum yang menjual lokasi galian tanah milik negara (perhutani) tersebut.

BACA JUGA :   Kapolres Cirebon Kota : Vaksinasi Merdeka Digelar, Antusias Masyarakat Cukup Baik

Kedua LSM tersebut desak pemerintah agar segera menindak tegas para oknum pengusaha dan pihak lain yang sengaja melawan hukum terlepas dari itu LSM Penjara Pn bersama Lsm LKPK akan membuat laporan ke instansi terkait atas  praktek galian C yang merajalela melakukan aktivitas tanpa ada izin resmi dari kementerian, sebelum terjadi  dampak nya ke masyarakat, sebut Ketua Lsm Penjara PN.

Setelah berita ini ditayangkan para terkait belum bisa memberikan keterangan galian C di duga tak berizin. (d/e/tim)