Rakerwil IV BEM SI Aceh 2026 Digelar di UNSAM, Perkuat Konsolidasi Mahasiswa dan Dorong Gerakan Berdampak bagi Masyarakat

oleh -1.759 views
Dok/Media Realitas

Langsa | REALITAS –  Universitas Samudra (UNSAM) menjadi tuan rumah pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Aceh ke-IV Tahun 2026 yang berlangsung pada Jumat (9/10), di Gedung Multiguna UNSAM, Kota Langsa. Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (11/10) tersebut menjadi ruang konsolidasi mahasiswa lintas perguruan tinggi untuk menyatukan gagasan, membahas isu-isu strategis daerah, merumuskan program kerja, serta menyusun langkah kolaboratif yang berorientasi pada kepentingan mahasiswa dan masyarakat Aceh.

Pelaksanaan Rakerwil ini menjadi momentum bagi organisasi mahasiswa untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan arah gerak antarkampus. Melalui forum tersebut, para delegasi diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga merumuskan program yang realistis, memiliki arah pelaksanaan yang jelas, serta mampu menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk isu pemulihan pascabencana di Aceh.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Samudra, yakni Rektor UNSAM Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Dr. Nasruddin, S.T., M.T., serta Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Drs. Muhammad Natsir, S.H., M.H. Turut hadir Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UNSAM Zulfan, S.H., M.Si., M.H., bersama jajaran unsur pimpinan universitas lainnya.

Dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini juga terlihat dari kehadiran unsur pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Langsa. Hadir Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., Ketua DPRK Langsa Melvita Sari, S.A.B., Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf. Fiska Bagus Tri Sunaryanto, S.I.P., serta Kapolres Langsa AKBP Hyrowo, S.I.K., yang diwakili oleh Kasat Intelijen Keamanan Polres Langsa Iptu Jolly Ronny Mamarimbing, S.H. Selain itu, hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Langsa Dr. Adi Tyogunawan, S.H., M.H., yang diwakili oleh staf Seksi Intelijen Kejari Langsa Risma Yudhi Kurniawan, A.Md., beserta perwakilan unsur Forkopimda lainnya.

Rakerwil IV BEM SI Aceh Tahun 2026 melibatkan delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Aceh, di antaranya Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Bireuen, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Lhokseumawe, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al-Banna, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh, Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Institut Agama Islam Negeri Takengon, Universitas Samudra, dan Universitas Almuslim. Keikutsertaan berbagai perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi, memperluas jaringan organisasi, dan membangun kerja sama mahasiswa lintas kampus.

BACA JUGA :  PNS Baitul Mal Aceh Timur Diduga Rangkap sebagai Operator Keuangan Gampong, Adik Kandung Kelola Data Bansos

Ketua Panitia Muhammad Temas Micho dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Rakerwil berlangsung pada 8–11 Oktober 2026, dengan pembukaan resmi pada Jumat (9/10). Agenda yang disiapkan meliputi pembukaan, persidangan, pembahasan program kerja, perumusan rekomendasi, serta kunjungan bersama untuk mempererat hubungan antard delegasi. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk mendukung kelancaran forum sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan di antara organisasi mahasiswa yang terlibat.

Koordinator Wilayah BEM SI Aceh, Ariq Zulfasa, menyampaikan bahwa Rakerwil merupakan momentum penting untuk menyatukan gagasan dan menentukan arah gerak organisasi ke depan. Menurutnya, forum ini harus menjadi ruang diskusi yang produktif bagi setiap delegasi untuk menyampaikan aspirasi, bertukar pandangan, serta mengkaji isu-isu strategis yang berkembang di wilayah masing-masing. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan tidak berhenti sebagai rumusan dalam forum, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program kerja dan langkah nyata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Aceh.

Ariq juga menegaskan pentingnya memperluas partisipasi perguruan tinggi yang belum bergabung serta memperkuat solidaritas mahasiswa lintas kampus. Ia berharap Rakerwil mampu menghasilkan pembahasan yang komprehensif terhadap berbagai persoalan daerah, termasuk evaluasi pemulihan pascabencana, melalui kajian yang luas dan berlandaskan kondisi di lapangan. Menurutnya, gerakan mahasiswa perlu dibangun atas semangat kekeluargaan, kolaborasi, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat agar peran organisasi semakin relevan dalam merespons dinamika daerah.

Dok/Media Realitas

Sementara itu, Presiden Mahasiswa UNSAM Muhammad Khairan Hakim menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Samudra sebagai tuan rumah Rakerwil IV BEM SI Aceh Tahun 2026. Ia memandang forum tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jaringan perjuangan, dan membangun kolaborasi antarmahasiswa. Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang perlu diwujudkan melalui Rakerwil ini, yakni konsolidasi yang solid, kolaborasi lintas kampus, dan kontribusi nyata melalui program yang manfaatnya dapat dirasakan oleh mahasiswa maupun masyarakat Aceh.

Dalam sambutan Rektor UNSAM yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Dr. Nasruddin, S.T., M.T., mahasiswa diingatkan akan tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa, pewaris peradaban, dan calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, aktivitas organisasi perlu diimbangi dengan penguatan literasi, kemampuan berpikir kritis, integritas, serta kepekaan terhadap persoalan publik. Mahasiswa juga diharapkan mampu memeriksa kebenaran informasi, membedakan fakta dan opini, serta menggunakan data yang dapat dipercaya sebagai dasar dalam menyampaikan aspirasi dan merumuskan rekomendasi.

BACA JUGA :  PNS Baitul Mal Aceh Timur Diduga Rangkap sebagai Operator Keuangan Gampong, Adik Kandung Kelola Data Bansos

Pesan tersebut menegaskan bahwa gerakan mahasiswa yang kuat tidak hanya ditentukan oleh keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga oleh kualitas analisis dan tanggung jawab terhadap informasi yang disebarkan. Dengan pendekatan yang kritis dan berbasis fakta, mahasiswa diharapkan mampu memberikan masukan yang konstruktif, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta berkontribusi dalam mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., turut mengapresiasi pelaksanaan Rakerwil IV BEM SI Aceh Tahun 2026 di Kota Langsa. Ia mendorong mahasiswa agar mampu melahirkan gagasan dan program kerja yang memberikan manfaat nyata, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan, maupun kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, mahasiswa memiliki ruang untuk berkontribusi melalui kajian akademik dan keterlibatan dalam merespons persoalan daerah, termasuk mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pemerintah Kota Langsa, lanjutnya, terbuka terhadap komunikasi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi serta organisasi mahasiswa. Masukan yang disampaikan melalui kajian yang valid, data yang dapat dipertanggungjawabkan, dan pendekatan konstruktif dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah. Sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemerintah diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama dalam merespons kebutuhan masyarakat serta mendorong lahirnya solusi terhadap berbagai persoalan di Aceh.

Dok/Media Realitas

Melalui Rakerwil IV BEM SI Aceh Tahun 2026, para delegasi diharapkan dapat menyepakati program kerja yang realistis, memperluas konsolidasi antarkampus, dan memperkuat kolaborasi dalam mengawal isu-isu strategis daerah. Forum ini juga diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan berbasis kajian, memperkuat solidaritas organisasi, serta memastikan bahwa gerakan mahasiswa tidak berhenti pada diskusi dan pernyataan sikap, tetapi berlanjut menjadi kontribusi nyata bagi mahasiswa dan masyarakat Aceh.(Cut Aziziah Raudhah)