Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Meurandeh Kecamatan Manyak Payed Melalui Tambak Udang Windu

oleh -166.489 views

IDUL FITRI

Daerah Aceh memiliki wilayah laut yang sangat luas dibandingkan dengan daratannya.

Namun walaupun demikian daerah aceh juga memiliki daratan yang tanahnya sangat subur, dengan semua limpahan alam yang diberikan Allah masih banyak sekali masyarakat yang kehidupannya belum sejahtera.

REALITAS TV

Diantara contoh desa belum memenuhi kriteria sejahtera diantaranya desa meurandeh.

Desa Meurandeh terletak di daerah persisiran sungai yang penghasilan masyarakat umumnya tersebut diperoleh dari laut, tambak, dapur arang dan juga petani.

Desa Meurandeh adalah salah satu desa diantara 36 desa yang terletak di Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang.

Luas wilayah desa meurandeh 635 Ha, yang terletak di daerah persisir, desa meurandeh 100 % penduduknya beragaman islam yang terdiri dari suku Aceh, Jawa dan Gayo dan lain sebagainya.

Peningkatan ekonomi masyarakat adalah solusi efektif untuk mengurangi keinginan masyarakat desa bekerja ke luar negeri, dukungan pemerintah dengan mengupayakan program ekonomi desa sangat diperlukan.

Sumber daya alam yang melimpah, tanah yang subur, laut yang kaya ikan, merupakan modal yang luarbiasa dimiliki masyarakat desa meurandeh yang di

manfaatkan.

Budidaya tambak merupakan kegiatan pemeliharaan untuk memperbanyak menumbuhkan serta meningkatkan.

Petani tambak adalah orang yang aktif melakukan pekerjaan mengelola tambak dalam memperoleh pendapatannya petani tambak tinggal di daerah persisir atau berdekatan dengan lokasi tambak dan mata pencaharian utamanya berasal dari mengelola tambak udang windu.

Bagi petani tambak udang windu segala kebutuhan ditentukan oleh pendapatan yang diterimanya.

Untuk memperoleh pendapatan yang tinggi maka petani tambak udang windu harus bisa meningkatkan hasil bududaya tambak yang dikelolanya.

Selain itu petani tambak udang windu harus bisa menjaga dan memperbaiki kualiata budidaya tambak yang dimiliki.”ujar safruddin.

Dalam perkembangan pendapatan petani tambak udang windu sulit ditentukan sering kali petani tambak udang windu memperoleh pendapatan tinggi, rendah bahkan tidak memperoleh pendapatan sama sekali.

Aktivitas berusaha dan bekerja sangat di pengaruhi oleh kondisi suatu daerah dimana masyarakat hidup dan bermukim di daerah perdesaan.

Salah satu budidaya tambak yang memiliki usaha yang cukup baik untuk dikembangkan adalah budidaya udang windu, udang windu adalah salah satu bahan makanan sumber protein hewani yang bermutu tinggi.

Benih yang digunakan dalam budidaya udang windu di Desa Meurandeh harus benar benar baik dan sehat.

Hal ini dikarenakan kualitasbenih yang baik merupakan syarat yang paling utama dalam proses budidaya udang windu benih yang tidak baik akan gampang sekali terkena penyakit dan pertumbuhannya kurang optimal sehingga bisa menghambat keberhasolan dalam usaha ini.

Udang windu paling dominan di budidayakan sekarang ini, karena menunjukkan bahwa udang ini cepat tumbuh setelah 3 bulan dengan kondisi cukup baik, di desa meurandeh banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil budidaya tambak yang mereka kelola.

Dalam usaha tersebut mereka rela mengeluarkan modal yang besar untuk membeli bibit yang unggul di toke demi mendapatkan keuntungan.

Mereka memilih udang windu karena udang windu memiliki nilai jual yang cukup tinggi, sistem pengelolanya yang cukup singkat dan tidak membutuhkan modal yang cukup besar.

Pembudidaya udang windu dalam hal memasarkan hanya sekedar melakukan penjualan ke para toke di desa.

Proses pemasaran yang dilakukan masyarakat hanya menjual udang windu kepada toke yang ada di Desa Meurandeh Kecamatan Manyak Payed Kabupaten aceh tamiang.

Selanjutnya mengenai harga pembudidaya hanya menerima harga yang telah ditentukan pengepul, karena harga udang windu tergantung dari berat dan jumlahnya.

Sehingga keuntungan yang diperoleh pembudidaya udang windu kurang maksimal dan tidak sesuai dengan yang di inginkan serta tidak adanay jaminan atau kepastian mengenai harga yang ditetap kan oleh toke.

Meskipun budidaya udang windu telah mendarah daging bagi warga sekitar pesisir desa meurandeh akan perbaikan budidaya udang masih sangat dibutuhkan demi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Karena masyarakat sendiri dalam pengelolaanya sering mengalami gagal panen dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai tatacara budidaya udang yang baik. Udang windu memiliki sifat ciri khas yang membedakannya dengan udang yang lain.

Biasanya tambak untuk budidaya udang windu di bangun di daerah pasang surut dan berupa rawa bersemak, rawa bakau dan rerumputan.

Bentuk serta ukuran petakan tidak beraturan dengan luas 4 hingga 10 Ha per petak. Setiap petakan dibuat saluran yang mengelilingi petakan dan dibuat sepanjang petakan dengan jarak 5 hingga 10 meter pada bagian tengah tambak dibuat saluran air yang terhubung dari satu sudut ke sudut yang lain.

Saluran tersebut dibuat dengan kedalaman antara 30 hingga 50 cm, berada lebih dalam daripada bagian yang berada disekitarnya.

Akan tetapi hasil panen udang windu termasuk besar dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang area tambaknya lebih luas pada sosial ekonomi dan budaya pembangunan berkelanjutan masyarakat adanya manfaat atau keuntungan dari kegiatan pemanfaatan sumberdaya dan dengan prioritas utamanya meningkatkan kesejahteraan penduduk sekitarnya.

Terutama yang berpenghasilan rendah guna menjamin kelangsungan pertumbuhan ekonomi wilayah itu sendiri.

Pendapatan yang dimiliki oleh petani tambak di desa meurandeh termaksud dalam pendapatan keluarga karena pendapatan tersebut di pergunakan untuk membiayai penghidupan keluarga

Bekerja sebagai petani tambak lumayan bagus dan ada peningkatan, walaupun kadang susah dan kadang mudah karena dalam usaha seperti ini terkadang mengalami gagal panen apalagi jika mengalami gagal panen dan modal pernah tidak kembali.

“Saya bersyukur dengan adanya usaha tambak udang windu ini, sudah ada peningkatan walaupun mengeluarkan modal.

Tapi saya bersyukur karena bisa menafkahi keluarga melalui pekerjaan sebagai petani udang windu.” Ucap safruddin.

Pada proses produksi budidaya udang windu di Desa Meurandeh Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang terdiri dari, perencanaan produksi yang memperhatikan faktor faktor produksi seperti tanah.

Tenaga kerja dan modal. Proses produksi yang mencakup dalam pengadaan dan pemeliharaan benih.

Proses pemupukan atau pemberian obat obatan supaya dapat tumbuh dengan baik, proses produksi yang terakhir adalah proses pemaneman hasil budidaya udang windu. (*)

Oleh: Nurliza

Mahasiswa IAIN Zawiyah Cotkala Langsa

Prodi Ekonomi Syariah

UPDATE CORONA