Komnas HAM Kirim Tim Ajak KKB di Papua Hentikan Kekerasan

oleh -109.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membunuh guru hingga tukang ojek di Distrik Beoga, Puncak, Papua.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengirim tim untuk mengupayakan agar KKB menghentikan kekerasan.

REALITAS TV

“Supaya mengajak katakanlah kelompok yang selama ini sebagai kelompok di belakang KKB itu untuk mau melakukan penghentian kekerasan.

Komnas selalu mengatakan ‘hentikan kekerasan ini’. Karena merugikan semua pihak yang ada di sana,” kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/4/2021).

Cara tim tersebut menyampaikan imbauan adalah dengan berkoordinasi ke tokoh-tokoh masyarakat setempat, tempat KKB berada. Warga sipil harus dilindungi. KKB tidak boleh menyerang warga sipil.

BACA JUGA :   KPK OTT Bupati Nganjuk dan Amankan Sejumlah Uang

“Apapun tindakan KKB merupakan tindakan kejahatan, tetapi tidak boleh menyasar ke warga sipil yang sama sekali tidak bersalah.

Mereka harus dilindungi dan dihormati hak-haknya,” kata Taufan.

Tim juga dikirim untuk memberi nasihat ke aparat di lokasi, supaya situasi menjadi lebih aman. Komnas HAM menilai KKB sudah semakin menyebar.

“Kita sudah kirim tim. Tim kita sudah memberikan penjelasan, bahkan memberikan masukan kepada kepolisian di sana, supaya cepat melakukan tindakan.

Memang sudah banyak tindakan seperti itu, karena apa? Karena KKB semakin menyebar,” ujar Taufan.

BACA JUGA :   Kapolda Banten, 11.200 Ranmor Diperiksa, Pemudik Tidak Terprovokasi

Taufan menyampaikan tindakan penegakan hukum terhadap KKB belum terlalu berhasil. Aksi-aksi teror di sejumlah tempat pun masih terjadi.

Komnas HAM meminta aparat melakukan penindakan secara tepat sasaran.

“Kadang-kadang tindakan itu, ketika melakukan tindakan hukum, kadang-kadang menyasar ke warga sipil.

Itu yang kami bahas dalam pertemuan dengan pimpinan TNI dan Polri mengingatkan, fokus penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan,” ucap dia.

Diketahui, dalam sepekan terakhir, aksi kejahatan KKB di Papua telah mengakibatkan empat nyawa melayang. Rentetan ulah bengis mereka sudah menewaskan warga dari berbagai kalangan, mulai guru hingga tukang ojek.

BACA JUGA :   Pamatwil Polres Serang Tinjau Pos Pam Operasi Ketupat Maung 2021

Dirangkum media ini, Sabtu (17/4/2021), deretan kebengisan KKB terjadi sejak pekan lalu.

Selain dua guru, seorang siswa dan tukang ojek di Kabupaten Puncak, Papua, dilaporkan tewas akibat ulah bengis gerombolan KKB.

Gerombolan KKB juga merusak sekolah dan rumah-rumah warga. Bahkan KKB membakar rumah anggota DPRD di Kampung Beoga.

“(Rumah) Wakil (Ketua) DPRD,” ucap Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudussy kepada wartawan, Rabu (14/4/2021), membenarkan kabar soal KKB membakar rumah di Beoga. (*)

Sumber: Dtc

UPDATE CORONA