IKLAN YARA

Pemuda Milenial Membangun Desa

oleh -471.489 views
Pemuda
Ramadhayani Syahfitri, Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa 
UPDATE CORONA

Oleh : Ramadhayani Syahfitri, Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa 

Pemuda Kreatif, pemuda dapat menjadi modal untuk meningkatkan usaha, membangkitkan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat. Kreativititas merupakan proses pemunculan gagasan baru dengan konsep yang sudah ada dan harus terbentuk dalam diri seorang pemuda.

Pengetahuan dan pengalaman dalam belajar menjadi modal utama dalam melakukan kreativitas bagi pemuda di Desa yang tentunya melalui arahan dan bimbingan para senior atau berbagai bidang ilmu seperti pengembangan sistem pertanian di desa.

Setiap orang pasti punya pengalaman, pengalaman yang berharga. Selama ini memiliki peran dalam gerakan perubahan karakter bangsa menuju inovasi maju, dimana sekarang ini pemuda dituntut untuk menciptakan peluang usaha dalam arti bukan lagi menunggu pekerjaan tetapi dapat menciptakan inovasi sebagai lapangan kerja atau usaha baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemuda di desa membutuhkan keterampilan dalam masalah dan memanfaatkan potensi sumberdaya yang tersedia di daerahnya terutama potensi desa. Wilayah desa merupakan tumpuan pembangunan yang memiliki potensi khusus dalam bidang pertanian.

Potensi desa yang lain berupa pemuda sebagai generasi penerus penggerak budidaya pertanian di desa. Pemuda desa inilah dapat menjadi mitra untuk mentransfer inovasi teknologi pertanian yang diharapkan dapat dikembangkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Teknologi hidroponik yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah penggunaan pupuk organik dengan pola tanam menggunakan bahan yang mudah, murah, sederhana dan tersedia.

Penggunaan bahan organik berupa pupuk kompos ini membuat sayuran lebih tahan lama dan bebas dari bahan kimia yang berbahaya, bahkan sayuran organik memiliki rasa yang renyah.

Inovasi teknologi ini dapat mengasah kreatifitas pemuda di desa, serta menyampaikan serta menerapkan ide, memperoleh pengalaman, pengakuan dan mendapat kenalan atau koneksi, dan yang paling besar manfaatnya adalah membantu pembangunan desa yang maju dan mandiri dalam pemenuhan pangan. (*)