Diduga Gagal Membina Internal Personil Polres Agara “LIRA Minta Kapolda Copot Waka Polres Agara

oleh -142.489 views
Diduga

IDUL FITRI

Kutacane I Realitas – Diduga telah gagal dalam membina internal anggota polres Kabupaten Aceh Tenggara. Aktivitas Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) meminta kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M. Phil, untuk mencopot Waka polres Agara, kendati, adanya keterlibatan anggota polisi terkait peristiwa kematian perempuan muda pada Sabtu (10/04/2021) lalu.

Kematian wanita muda itu diduga kuat karena over dosis narkoba jenis Pil Ekstasi, sehingga dalam peristiwa tersebut telah mencoreng nama instansi Polisi khususnya Polres Aceh Tenggara kata M.Saleh Selian kepada media pada Kamis (29/04/2021).

REALITAS TV

Diteranginya, sesuai konferensi pers pada tanggal 16 April lalu, oleh AKBP Wanito Eko Sulistyo selaku kapolres Agara, bahwa inisial KA bersama temannya menjemput korban DL untuk pergi ke pondok Lawe Beringin Kecamatan Ketambe.

Sesampai ditempat tersebut, inisial KA adalah seorang oknum Kanit Idik I Satreskoba Polres Aceh Tenggara memberikan atau memasuk kan benda ke mulut perempuan muda tersebut dan benda yang dimasukan diduga adalah Pil Ekstasi, akibat perbuatan oknum tersebut, sehingga mengakibatkan ibu muda tersebut kejang-kejang serta meninggal dunia.

Menurut M.Saleh Selian, peristiwa ini merupakan suatu kegagalan bagi Waka Polres Aceh Tenggara dalam membina prilaku hukum di internal polres Agara. Karena setiap personil yang ditempatkan atau diposisikan menjadi personil Satreskoba Polres untuk disetujui Kapolres adalah berdasarkan usulan dari Waka Polres.

Nah kenapa Waka Polres masih mengusulkan nama-nama personil yang lama untuk dipakai di Satreskoba, padahal personil yang lama diduga tak bekerja di lapangan, malahan terbukti melakukan pesta narkoba.

Dijelaskannya. Aktivitas LIRA sangat kecewa terhadap kinerja Waka Polres Aceh Tenggara,” karena sebelumnya saya pernah memberikan masukan kepada Waka Polres agar personil Satreskoba dicuci gudang, artinya di isi oleh orang-orang baru yang betul-betul bersih, namun hal itu tidak digubris malah nomor kontak saya diblokir oleh Waka Polres kata Saleh Selian.

Seraya berharap, dalam hal ini jangan ada yang ditutup-tutupi, karena hukum adalah panglima tertinggi, artinya hukum berlaku bagi masyarakat dan siapa saja yang bersalah.

” Apabila dalam waktu dekat Polres Aceh Tenggara tidak kembali melakukan konferensi pers untuk menyampaikan siapa – siapa oknum yang terlibat dalam pesta narkoba tersebut, maka DPD-LIRA akan melakukan aksi damai didepan Mapolres Agara tutup Saleh.

Ditempat terpisah Kapolres Agara AKBP Wanito Eko Sulistyo saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Kamis (29/04/2021) terkait hal diatas ” itu masalah Internal, ada etika organisasi singkatnya (Sumardi).

UPDATE CORONA