Terpaksa Berhenti Ngajar Pasca Alami Lumpuh Usai Jalani Vaksin Corona

oleh -155.489 views
Ilustrasi

IDUL FITRI

Sukabumi I Realitas – Susan (31) guru honorer asal Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terpaksa harus berhenti mengajar pasca mengalami lumpuh dan gangguan penglihatan usai menjalani vaksin tahap dua.

Susan diketahui mengajar seni tari dan budaya di SMAN 1 Cisolok sejak tahun 2012. Genap 9 tahun mengajar, perempuan itu mengaku rindu kembali ke kelas dan memberikan pelajaran kepada anak didiknya lagi.

REALITAS TV

“Saya seorang guru, harus mendidik anak. Kalau pun saya bisa jalan, kalau tidak bisa masuk seperti biasa. Saya harus bagaimana? Perjalanan saya masih panjang, saya punya keinginan punya cita-cita,” ungkap Susan haru, Kamis (29/4/2021).

BACA JUGA :   801 Kendaraan Pemudik di Putar Balikkan Oleh Polda Banten di Hari Kelima

Harapan dan keinginan Susan sementara terkubur, ia harus memperhatikan kondisi fisiknya yang saat ini masih dalam penanganan pihak medis. “Alhamdulillah, hari ini bisa bertemu dengan teman-teman sesama guru. Kebetulan menengok ke rumah,” lirihnya.

Selain mengajar di SMAN 1 Cisolok, Susan juga diketahui mengajar di SMPN 2 Cisolok. Yadi Mulyadi teman sejawat Susan mengatakan rekannya itu memiliki karakter yang luar biasa bersemangat dalam mendidik.

“Sebagai guru seni tari dan budaya, bu Susan ini mengajar seluruh kelas di SMAN 1 Cisolok. Orangnya ceria disukai sama anak-anak dan teman-teman sesama guru,” ungkap Yadi.

BACA JUGA :   MUI Minta Masyarakat Patuhi Prokes Waktu Salat Idul Fitri

Yadi juga mengatakan Susan itu sebenarnya takut dengan jarum suntik, saat akan mendapat vaksin ia bahkan ditenangkan teman-temannya.

“Dia takut jarum suntik, makanya saat akan divaksin dia berusaha untuk menangkan diri dan memperlihatkan keceriaan. Teman-temannya juga mendekat untuk menghibur,” pungkas Yadi.

Diberitakan sebelumnya, Susan hanya bisa tergolek lemah di atas kasur dekat ruang tamu rumahnya. Sejumlah rekan-rekan sejawatnya datang menjenguk dan memastikan kondisi kesehatan perempuan yang berprofesi sebagai guru honorer di SMAN 1 Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA :   Ribuan Orang di Turki Protes atas Bengisnya Kekerasan Israel

Tangan perempuan berusia 31 tahun itu memegang erat jemari Yayu Yuliani (26) sang adik. Kondisi Susan kian membaik setelah sebelumnya menjalani perawatan selama 23 hari di RSHS Bandung.

“Sekarang sudah bisa melihat walau masih seperti bayang-bayang, tapi tangan masih kaku begitu juga dengan kaki belum bisa bergerak,” kata Susan, didampingi adik dan Opi Sulistiwa sang paman, di kediamannya Kampung Pasir Talaga, Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kamis (29/4/2021). (*)

Sumber: Dtc

UPDATE CORONA