Kamar Mewah, Jabatan Kalapas Hampir 4 Tahun : Ketua YLBHIM Aceh Minta Dirjenpas Kemenkumham RI Copot Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe

oleh -458.489 views
Kamar
Ketua YLBHIM Aceh Muhammad Nazar

IDUL FITRI

Banda Aceh I Mediarealitas.com– Kamar Mewah di Lapas Kls IIA Lhokseumawe, Jabatan Kalapas Hampir 4 Tahun, Ketua YLBHIM Aceh Muhammad Nazar meminta Dirjenpas Kemenkumham RI Copot Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe.

Tim dari Kemenkumham Provinsi Aceh yang dikabarkan sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kalapas Kls II Lhokseumawe, harus jujur menyampaikan hasil nya baik kepada Kakanwil Aceh, maupun kepada pihak Kemenkumham RI, jangan sampai hasil yang didapatkan berbeda dengan hasil dilapangan.

REALITAS TV

Tentu dilakukan dengan transparan dan profesional, tidak memihak dan akuntabel, ujar Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh, (YLBHIMA) Muhammad Nazar kepada sejumlah Awah media Kamis (11/3/2021) di Banda Aceh.

Agar tidak terjadi konflik interest, maka kita mintak pihak Kemenkumham RI cq Dirjenpas, Kemenkumham Aceh, copot dulu Kalapas, ujar Muhammad Nazar.

Kasus yang terjadi di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe adalah presiden yang terburuk dan nanti akan terus terus terjadi nanti di Lapas lain di Aceh, karena di Lapas KLs.II A memang terkenal sarat masalah, hampir 3, tahun 6 bulan jabatan Kalapas Lhokseumawe di kuasai oleh pak Nawawi, sempat di bangun beberapa kamar mewah disana.

Lebih lanjut Muhammad Nazar menyebutkan Lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan), menjadi tempat yang sulit terpantau dan tidak bisa dikunjungi keluarga narapidana atau warga binaan, ujar nya.

Tujuan awalnya mungkin baik, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Tapi siapa sangka, dibalik “musibah kemanusiaan” itu, sebut Nazar.

Nazar menduga, kisah yang selama ini terjadi di Lapas Klas IIA Kota Lhokseumawe.

Berhembus kabar, di sana terjadi praktik bisnis penginapan (ruang tahanan) istimewa, namun tiba tiba kamar tersebut tengah malam berhasil di bongkar, untuk menghilangkan jejak tim dari Kumham Aceh.

Kamar tahanan yang disulap menjadi kamar mewah dengan harga tinggi untuk para napi elit alias berkantong tebal, khusus yang terlibat narkoba, sudah diketahui oleh semua pihak tinggal nanti kita lihat hasil dari tim yang di tugaskan oleh Kakanwil Kemenkumham Aceh, apakah akan melaporkan dengan jujur atau tidak, ujar Nazar.

Fakta inilah yang kemudian terkesan sangat bertolak belakang dengan pernyataan Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe Nawawi, yang telah menandatangani Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas, menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis (18/2/2021), di Lapas Lhokseumawe.

Nazar juga mengakui memang, selama pandemi, berlaku aturan yang melarang keluarga napi menjenguk warga binaan. Apalagi bagi kalangan lain, tentu saja tidak bisa menembus atau sekedar melihat suasana dalam penjara, alasan Corona.

Begitupun, ibarat menyimpan bangkai, bau busuk akhirnya menebar kemana-mana dan tercium juga, keluar.

Sebagai mana kita ketahui, Informasi ini berawal dari kiriman satu rekaman video yang beredar di media beberapa hari lalu.

Isinya, memperlihatkan satu ruang sel yang terkesan mewah, yang sudah lama berfungsi untuk kamar para bos bos yang terlibat Narkotika.

Yang aneh juga terjadi, Informasi lainnya menyebut, pengendali 350 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil diamankan Polres Bireuen beberapa pekan lalu di TPI Peudada Kabupaten Bireuen yakni MA, merupakan napi Lapas Lhokseumawe yang menghuni sel mewah di, Kls IIA Lhokseumawe.

Informasi lain juga kita dapatkan Lapas Klas II A Kota Lhokseumawe dengan bayaran sangat bervariasi.

Angka bayaran kamar mewah yang dimulai dari Rp30 juta hingga Rp50 juta, ujar Nazar, tapi hasil ini kita tunggu tim yang sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kalapas Lhokseumawa.

Kita minta Kakanwil Kemenkumham Aceh yang baru saja dilantil H Teuku Meurah Budiman, S.H.,MH agar segera copot Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe Nawawi, yang sudah menduduki jabatan Kalapas Kls IIA Lhokseumawe hampir 4 tahun, Kalapas sangat jarang menduduk jabatan lebih dari 3 tahun, ujar Nazar lagi.

Nawawi, sangat banyak berselemak dengan masalah, belum lagi dibuka kasus renovasi lapas, nanti kita bukak semua nya agar jelas apa yang terjadi selama ini di lapas.

Sebelumnya Nawawi Kalapas Kls IIA kepada media ini dengan tlp selular menjelaskan, dalam video itu hanya ada sejumlah barang yang boleh dipergunakan seperti rice cooker.

Sementara dispencer dibolehkan sejak ada bantuan dari Walikota Lhokseumawe Suadi Yahya, televisi juga sudah dibolehkan, ujar Nawawi.

Lebih lanjut Nawawi juga menyebutkan, selama ini kinerja Lapas Klas IIA Kota Lhokseumawe sudah bagus dan tanpa ada masalah.

Apalagi saat ini pihaknya baru saja menandatangani komitmen menuju integritas WBK dan WBBM yang akan membawa perubahan lebih baik, ujar Nawawi.

Seperti diberitakan sebelum, Sabtu (20/2/2021).

Ketua YLBHIM Aceh, Minta Kemenkumham RI dan Kanwil Kumham Aceh Copot Kalapas Klas IIA Lhokseumawe, kamar mewah peredaran Narkoba sampai penggunaan Hp didalam Lapas.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda (YLBHIM) Aceh, Muhammad Nazar, minta pihak kemenkumham RI dan Kanwil Kemenkumham Aceh agar segera copot Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe yang sudah menjadi Kalapas hampir 3 tahun lebih.

Ketegasan pihak Kemenkumham RI dan Kakanwil Kumham Aceh, agar tidak ada lagi  Kalapas dan Karutan yang ber main-main dilapamgan, seperti kasus yang terjadi di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe Aceh.

Lihat Video di atas : Kamar mewah di Lapas Kls IIA Lhokseumawe, yang selama ini di huni oleh oknum toke sabu yang kantong tebal sudah dibongkar secara diam diam.

Tidak tanggung tanggung kasus ini terjadi di saat Covid-19 melanda Indonesia, dalam Lapas ada kamarmewah, peredaran Narkotika sampai bebes penggunaan Hp, ujar Muhammad Nazar, didampingi Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat  H M Ali Abusyah atau yang disapa Abu Alex  kepada Media Realitas  ini Sabtu (20/2/2021).

Kasus kamar bertarif tinggi untuk  Napi Berkantong Tebal, harus segera di usut tidak tertutup kemungkinan di Lapas atau Rutan lain juga ada di Aceh,  sebut Abu Alex.

Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19. Lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan), menjadi tempat yang sulit terpantau dan tidak bisa dikunjungi keluarga narapidana atau warga binaan, dan kondisi ini sangat tertutup bagi masyarakat di luar.

Diduga,  di Lapas Klas IIA Kota Lhokseumawe. Berhembus kabar, di sana terjadi praktik bisnis penginapan (ruang tahanan) istimewa, bagi Napi yang berkantong tebal, dan kita minta Kakanwil Kumham Aceh segera bertindak juga tidak cukup dengan mengirim tim kelapangan, ujar nya lagi.

Fakta inlah yang kemudian terkesan sangat bertolak belakang dengan pernyataan Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe Nawawi, yang telah menandatangani Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju; Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis (18/2/2021), di Lapas Lhokseumawe.

Memang, selama pandemi, berlaku aturan yang melarang keluarga napi menjenguk warga binaan, ujar Abu Alex lagi.

Begitupun, ibarat menyimpan bangkai, bau busuk akhirnya menebar kemana-mana dan tercium juga, ini realita yang terjadi selama ini, kita juga masyarakat tau kasus penangkapan 343 kg sabu juga melibatkan seorang napi kelas kakap yang sedang menjalani hukuman di Lapas Lhokseumawe, yang saat di tangkap oleh tim Polda Aceh, sebut Muhammad Nazar.

Kalau lah benar terjadi didalam sel itu tampak ranjang tidur yang empuk, dilengkapi barang elektronik jenis TV, rice cooker, dispencer, kipas angin, juga pendingin (AC)  dan lainnya, berarti memang Kalapas yang sediakan bukan napi tidak mungkin napi boyongkan alat elektronik kedalam kamar, dan penggunaan akat komunikasi memang dibiarkan beredar didalam Lapas.

Abu Alex juga menyebutkan, informasi lainnya menyebutkan juga,  pengendali 350 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil diamankan Polres Bireuen beberapa pekan lalu yakni MA, merupakan napi Lapas Lhokseumawe yang menghuni sel mewah tersebut.

MA juga merenovasi dan membangun sel sesuai keinginannya, apakah pihak Kalapas tidak mengetahui sangat tidak mungkin.

Berbagai kasus yang terjadi di  Lapas Klas IIA Kota Lhokseumawe, pasti mendapat ìzin dari Kalapas karena yang berkuasa di Lapas adalah kepala Lapas, ujar Abu Alex.

Sayangnya Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe Nawawi, menandatangani Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju; Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis lalu belum bisa dipercaya dengan munculnya beberapa persualan di Lapas itu, ujar Abu  Alex.

Kasus ini bukan hanya menjadi, kapan saja pihak Kemenkumham RI, yang pengawasan Internal dibawah Dirjenpas atau Kakanwil Kemenkumham Aceh, kita minta segera copot pihak pihak yang terlibat di Lapas Lhokseumawe.

Seperti kita ketahui  Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 353 Kg narkotika jenis sabu yang diduga merupakan jaringan internasional Timur Tengah-Malaysia di Aceh, pekan lalu.

Pengungkapan ini bermula ketika kepolisian mendapat informasi akan ada penyelundupan sabu dalam jumlah besar dari Malaysia menuju Aceh.

Berdasarkan informasi masyarakat diperoleh info intelijen akan ada penyelundupan narkotika jenis sabu dalam jumlah besar (ratusan kg) dengan menggunakan kapal ikan melalui jalur laut dari Malaysia menuju perairan Bireuen, Aceh, ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar melalui keterangan tertulis, kepada Wartawan Kamis (11/2/2021).

Setelah mendapat informasi tersebut, Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Ditresnarkoba Polda Aceh, dan Polres Bireuen. Tim gabungan ini melakukan proses penyelidikan selama satu bulan.

Selanjutnya, pada Rabu (27/1) sekitar pukul 06.00 WIB, tim melakukan pengintaian di lokasi yang dicurigai sebagai tempat pendaratan kapal di Pelabuhan Rakyat Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Ketika kapal akan memasuki kuala, para pelaku kabur dengan cara melompat dan berenang melarikan diri.

Meski begitu, petugas kepolisian berhasil menangkap mereka. 3 orang ditangkap dalam peristiwa itu. Mereka yang ditangkap adalah KM (37) sebagai orang kapal, MD (23) sebagai kapten kapal, ES (35) sebagai pengendali, ujarnya.

“Anggota tim menemukan banyak karung yang berisi narkotika jenis Sabu yang dikemas dalam 343 kotak Tupperware, alat komunikasi HP satelit, 3 unit HP GSM, dokumen kapal, dan 1 unit kapal ikan Tuah Sampurna, ujar Krisno.

Selanjutnya tim gabungan melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan para tersangka yang melarikan diri tersebut,” tambahnya.

Kemudian, penangkapan tersebut dikembangkan. Tim gabungan berhasil mengamankan MA (36) yang diduga berperan sebagai pengendali. MA merupakan napi di Lapas Lhokseumawe.

Tim gabungan kemudian juga berhasil menangkap beberapa pelaku lainnya yang berperan sebagai penerima di Desa Blang Mee, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen dan Desa Meusanah Tambo, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen pada Selasa (2/2/2021).

Para penerima tersebut berinisial SI (50), SN (53), KR (23), IZ (40), MR (25), SY (63), dan SB (41).

Dari ketujuh tersangka itu, polisi menyita 120,96 gram sabu, 1 neraca digital merk Scale, 1 unit HP merk Nokia warna putih, 6,66 kg sabu, 1 unit HP merk Xiaomi, dan 1 unit becak motor.

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 113 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 lebih subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Krisno menyebut potensi warga yang terselamatkan sebanyak 1.765.000 jiwa.

Sementara itu Kakanwil Kemenkumham Aceh Heni Yuwono, Bc Ip,S.sos,.M.Si, kepada Media Realitas Sabtu (20/2/2021) menyebutkan, kita akan segera tindak lanjuti info tersebut, ujar nya.

Heni juga menyebutkan langkah Kanwil memerintahkan divisi pemasyarakatan untuk melakukan lidik dan investigasi, mengoperasionalkan tim satuan operasional (satoptanal) yang baru kita kukuhkan di tingkat kanwil maupun lapas rutan untuk melakukan operasi penertiban, ujarnya lagi.

Kita pada prinsipnya sesuai peraturan, SOP dan protap di Lapas/ rutan semua hak dan kewajiban WBP sama, termasuk fasilitas untuk mereka, dan apa bila ada pelanggaran tentu akan di tindak, ujar Heni lagi.

Tetap kita tindak kalau ada perlanggaran tidak sesuai dengan SOP di Lapas, tutup Heni. (H A Muthallib)

UPDATE CORONA