Sidak Gabungan, Polda Jambi: Tujuh Anggota Polisi Positif Narkoba

oleh -60.489 views
Gabungan
Foto : Ilustrasi Pelaksanaan tes urine.

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Tim Gabungan dari Bid Propam bersama dengan Dit Resnarkoba dan Bid Dokkes Polda Jambi mengungkap terdapat tujuh anggota polisi yang positif narkoba.

Hal itu diketahui setelah tim gabungan melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap sejumlah anggota Polres jajaran pada Senin (22/2/2021) kemarin.

Kegiatan sidak ini sendiri dipimpin oleh Kabid Propam Polda Jambi Kombes Pol. Julihan Muntaha didampingi Kasubbid Provost AKBP Bambang Purwanto.

Sidak tersebut untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap personel Polri yang terindikasi penyalahgunan narkoba.  Termasuk menindaklanjuti arahan Kapolri untuk memberantas narkoba di kalangan Polri.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto mengatakan, berdasarkan hasil sidak tes narkoba ditemukan 7 anggota kepolisian positif narkoba.

“Ada 7 orang personel yang urinenya diduga mengandung amphetamine dan metamphetamine dan akan dibawa ke Polda Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (24/2/2021).

Lebih lanjut Prianto membeberkan, ketujuh anggota yang positif tersebut di antaranya, dua personel Polres Bungo, satu personel Polres Merangin dan empat personel Polres Sarolangun.

BACA JUGA :   Warga Pandan Sari Aceh Tamiang, Digegerkan Temuan Mayat Perempuan

Adapun kata dia, pengambilan tes urine terhadap seluruh jajaran Polres akan terus dilakukan secara berkala.

Dengan begitu, Prianto meminta kepada masyarakat untuk berperan aktif jika mengetahui atau melihat adanya penyalahgunaan narkoba yang dilakukan anggota kepolisian untuk dapat melapor.

“Bagi masyarakat yang mengetahui atau melihat penyalahgunaan narkoba silakan dilaporkan ke Sie Propam Polres terdekat,” tuturnya.

Diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram rahasia (STR) yang berisi perintah kepada jajaran polda, polsek, polres, seluruh Indonesia untuk melakukan tes urine massal tanpa terkecuali.

Instruksi ini keluar setelah Kapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Komisaris Yuni Purwanti Kusuma Dewi bersama 11 orang anggotanya ditangkap karena diduga terlibat narkoba.

Diketahui, agenda itu sendiri termasuk dalam perwujudan 100 hari program kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Perintah Jenderal Sigit itu tertuang dalam surat telegram Kapolri bernomor ST/831/II/HUK.7.1./2021 tertanggal 19 Februari 2021.

BACA JUGA :   Satgas Yonif Raider 100/PS Pos Arso 13 Aktif Gelar Bimbingan Belajar

Surat telegram itu ditandatangani oleh Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.

”Iya benar (surat telegram, red),” kata Sambo saat dikonfirmasi, Jumat (19/2/2021).

Dalam surat telegram itu, selain tes urine ada 10 instruksi lain yang harus diperhatikan para Kapolda.

Satu di antara poin yang termaktub yakni Kapolri bakal memberikan reward atau penghargaan kepada jajarannya yang dapat mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan sesama personel Polri.

”Memberikan reward terhadap anggota yang berhasil ungkap jaringan narkoba yang melibatkan anggota/PNS Polri,” bunyi poin ke-9.

Sebaliknya, Kapolri memerintahkan agar anggota yang menyimpang, mengedarkan, mengkonsumsi ataupun terlibat dalam jaringan organisasi narkoba diberi hukuman.

Hukuman juga berlaku bagi mereka yang memfasilitasi ataupun menyalahgunakan wewenang dan jabatannya dalam memberikan beking terhadap penyalahgunaan dan peredaran barang haram itu.

Dia menegaskan Polri tak akan memberikan toleransi terhadap setiap keterlibatan anggota Polri dalam kasus narkoba.

BACA JUGA :   Polri Terapkan Konsep Presisi di Dua Kasus, Satunya Penistaan Agama di Sumut

Tindakan tegas berupa pemecatan dan pemidanaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya.

Dia pun meminta kepada setiap pimpinan Polda dan jajaran untuk mempercepat keputusan pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap personel yang sudah diputus dan mendapat rekomendasi tersebut dalam sidang.

Dari sisi pencegahan, Sigit juga meminta agar dilakukan deteksi dini dengan melakukan penyelidikan dan pemetaan anggota yang terindikasi terlibat dalam kasus narkoba.

Ke depannya, Kapolri meminta agar kegiatan tes urine dilakukan kepada seluruh anggota Polri di setiap wilayah.

“Memperkuat aspek pengawasan internal dan pembinaan yang dilakukan oleh atasan langsung maupun rekan kerja dalam upaya pencegahan dini penyalahgunaan narkoba,” kata dia.

Kapolri meminta agar pimpinan kepolisian langsung dapat memberikan kepedulian terhadap anggota yang mulai berperilaku negatif.

Misalnya, kata dia, malas apel, kinerja menurun, menutup diri, tidak memperhatikan penampilan, dan emosional. (*)

Sumber:Trb

UPDATE CORONA