LIRA Minta Kejari Agara Lidik Dana Insentif Nakes di Puskesmas Kutambaru

oleh -125.489 views
LIRA

IDUL FITRI

Kutacane I Realitas – LIRA Minta Kejari Agara Lidik Dana Insentif Nakes di Puskesmas Kutambaru.

Dana insentif tenaga kesehatan (Nakes) covid-19 di Puskesmas Kutambaru Kecamatan Lawe Bulan Aceh Tenggara pada bulan Maret-Mei tahun 2020 lalu sebesar Rp.131.363.530, diduga dana itu di pungli oleh oknum yang berkompeten, hal kini mulai mencuat di berbagai kalangan.

Adapun rincian dana insentif Nakes pada bulan Maret sebesar Rp1.363.636, dengan rincian penerima, 1 orang Nakes sebesar Rp.1.363.636, namun pada bulan April sebesar Rp. 71.590.905, untuk
24 orang Nakes penerima insentif dengan rincian penerima :

20 orang Nakes x Rp. 2.727.272 3 orang Nakes x Rp. 5.000.000 1 orang Nakes x Rp. 2.045.465 dan pada bulan Mei sebesar Rp. 58.409.089, untuk 13 orang Nakes dan penerima insentif dengan rincian penerima :

BACA JUGA :   Polisi Sebut 12 Terduga Teroris yang Ditangkap di Jatim dari Kelompok JI

10 orang Nakes x Rp. 5.000.000 2 orang Nakes x Rp. 2.500.000 1 orang Nakes x Rp. 3.409.089 Sehingga total jumlah Nakes di Puskesmas Kutambaru dari bulan Maret- Mei yang menerima insentif Covid-19 sebanyak 38 orang.

Terkait hal itu aktivis lumbung informasi rakyat (LIRA) M.Saleh Selian pada Selasa (23/02/2021) meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Kutacane, untuk melakukan Lidik terhadap dugaan adanya dugaa pungli terhadap pemotongan dana insentif Nakes pada Puskesmas Kutambaru Kecamatan Lawe Bulan. Dijelaskannya, seharusnya kita berterima kasih kepada Nakes Covid-19 karena saat ini mereka garda terdepan dimasa Pandemi malah hak mereka dikebiri ” pungkasnya.

BACA JUGA :   Danramil Nogosari Dampingi Tim Asistensi Supervisi Polda Jateng

Sementara modus yang dilakukan oleh oknum dilingkungan Puskesmas Kutambaru itu, sangat rapi.

Uang Nakes tersebut terlebih dahulu masuk ke rekening masing-masing Nakes lalu uang tersebut diserahkan kepada oknum lalu oknum tersebut memberikan Insentif kepada para Nakes sepertiganya dari jumlah isentif yang seharusnya Nakes terima, namun indikasi ini apakah hal yang sama dilakukan juga oleh kapus – kapus yang tersebar di kabupaten Aceh Tenggara” kata Saleh Selian.

BACA JUGA :   Berhasil Kendalikan Covid-19 di Kab Bogor, Ade Yasin Berikan Apresiasi Kades Lurah-Babinsa

Diuraikannya, Puskesmas Kutambaru hampir setiap tahun diterpa oleh isu yang miring, nah semuanya berkenaan dengan hal pemotongan tenaga medis.

Tapi yang menjadi aneh adalah kenapa Bupati Raidin Pinim masih mempertahankan oknum kepala Puskesmas tersebut, seharusnya Bupati Agara mengevaluasi kenerja oknum Kapus itu melalui kadis kesehatan Aceh Tenggara, artinya sudah kenerjanya buruk malah dipertahankan mustahil Kadinkes Agara tidak mengetahui permasalahan puskesmas Kutambaru tersebut.

Mengingat Puskesmas merupakan dibawah naungan Dinas Kesehatan tandasnya. (Sumardi)

UPDATE CORONA