BKSDA Ingatkan Nelayan Pulau Banyak Hindari Komplik Dengan Buaya

oleh -77.489 views
BKSDA
Pertemuan BKSDA dan Muspika memberikan himbauan bagi nelayan, untuk menghindari konflik dengan buaya. (Mediarealitas.com/Istimewa)

IDUL FITRI

Aceh Singkil | Realitas – Komplik manusia Versus buaya nyaris setahun  tahun sekali terjadi di Kepulauan Banyak Aceh Singkil, BKSDA Dan Muspika setempat  himbau Nelayan agar menghindar dari  komplik dengan buaya.

Dalam beberapa hari belakangan Komplik itu terjadi dialami Sojinema Zega (36), salah seorang nelayan pencari teripang tewas diterkam buaya saat mencari nafkah di kawasan Pulau Banda, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, Kamis, (18/2/2021).

Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh bersama Muspika Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat (PBB) menghimbau kepada para nelayan agar lebih berhati-hati saat menyelam.

BACA JUGA :   Wanti-wanti KPK Agar Kepala Daerah Hindari Korupsi

Para nelayan diminta harus lebih waspada dan  memastikan terlebih dahulu lokasi sekitar harus benar-benar aman dari pelintasan dan  intaian buaya.

Kata Kepala BKSDA Aceh seksi konservasi wilayah ll Subulussalam Resort 19 Kepulauan Banyak melalui Staf BKSDA Muhammad Yusuf kepada Realitas, Selasa (23/2/2021).

Lebih lanjut Yusuf menyebutkan, kemaren Senin (22/2/2021) usai memberikan Sosialisasi di Gedung Serbaguna Desa Ujung Sialit PBB, sebagai langkah mencegah terjadinya konflik antara manusia dengan Reftil pemangsa tersebut, BKSDA bersama Muspika Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat (PBB) Aceh Singkil, langsung mengunjungi rumah duka keluarga korban meninggal oleh gigitan buaya, untuk  mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

BACA JUGA :   Ketua E-Warung Batanghari Nuban Dapat Pinjaman Uang Dari Suplayer BPNT

Dalam pertemuan itu, BKSDA juga menyampaikan kepada warga, agar lebih waspada saat beraktifitas di laut mencari ikan maupun teripang di laut. Apalagi lokasi kawasan habitat buaya. Sehingga jangan sampai lagi terjadi korban akibat konflik dengan buaya, katanya.

Disamping itu, masyarakat juga harus meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan satwa liar dengan cara tidak merusak ekosistem laut dan perairan.

Kemudian tidak melakukan perbuatan melanggar hukum. Dan tidak mengunakan alat tangkap yang merusak ekosistem laut, sebut Yusuf yang juga memberikan nomor kontak BKSDA yang dapat dihubungi masyarakat apabila ada gangguan satwa liar.

BACA JUGA :   Mencari Calon Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, Musyawarah Daerah Dilaksanakan

Sementara itu, dalam sesi tanya jawab msyarakat berharap agar seluruh nelayan bisa masuk dalam peserta asuransi, jika mengalami kecelakaan dilaut melalui dinas terkait.

Masyarakat juga berharap agar pemerintah lebih memperhatikan nelayan dengan memberikan solusi untuk mengatasi penanganan  buaya di Pulau Banyak, harapnya

Kegiatan diikuti dari Tim BKSDA Aceh, Sekcam PBB, Pos TNI AL Pulau Banyak, Polsek Pulau Banyak, Koramil 01 Pulau Banyak, Basarnas Pulau Banyak Kepala Desa dan sejumlah masyarakat. (Rostani)

UPDATE CORONA