IKLAN YARA

Hujan Lebat Semalam Guyur Rumah Warga Hingga Ambruk

oleh -121.489 views
Hujan Lebat
UPDATE CORONA

Boyolali I Realitas – Hujan Lebat Semalam Guyur Rumah Warga Hingga Ambruk

Hujan lebat yang mengguyur Boyolali Selasa (09/02/2021) dini hari hingga Rabu pagi (10/02/2021), menyebabkan rumah milik Bero Slamet warga Dukuh Kumpulrejo, Desa Jl. arem, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ambruk Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut Babinsa Desa Jlarem Koramil 05 Ampel Kodim 0724/Boyolali , Serka Putut Tetuko mengatakan kejadian itu bermula sekitar pukul 05.00 WIB, saat itu pemilik rumah Bero Slamet bersama istrinya pergi ke pasar untuk belanja sayuran untuk dijual kembali, tiba tiba terdengar suara runtuhan yang mengakibatkan rumah tersebut roboh.

BACA JUGA :   Polisi Bergerak Cepat Amankan Seorang Agen Chip di Aceh Timur

” Mungkin karena lapisan tanah pada pondasi bangunan tidak kuat menahan guyuran hujan yang terjadi semalam suntuk, sehingga mengakibatkan rumah tersebut roboh rata dengan tanah,” ujar Serka Putut Tetuko saat ditemui di lokasi, Rabu (10/02/2021).

BACA JUGA :   Polisi Bongkar Modus Pengiriman Sabu dan Ekstasi di Dalam Speaker

Babinsa Jl. arem mengatakan, bangunan rumah Bero Slamet berdiri pada tanah labil dengan kemiringan cukup curam, pada saat ambruk beruntung tidak ada orang di dalam rumah.

“Saat ambruk, rumah dalam keadaan kosong semua pergi ke pasar Jadi, pas ambruk Bero Slamet belum mengetahui,” kata Babinsa.

Dikatakan lebih lanjut, “struktur bangunan sudah menggunakan pondasi Namun, akibat derasnya air hujan tanah sekitar pondasi terkikis hingga ketahanan rumah rapuh Hingga kini Bero dan keluarganya terpaksa tinggal di saudaranya tak jauh dari rumahnya,” katanya.

Babinsa Desa Jlarem menghimbau kepada warga untuk tetap waspada, karena cuaca yang tidak menentu bisa saja terjadi kejadian yang sama.” Saya selaku Babinsa desa menghimbau kepada warga apabila saat terjadi hujan deras untuk selalu waspada.” (Agus Kemplu)