10019 KALI DIBACA

Vonis Bebas 9 Oknum Polisi dan 3 Sipil Terkait Kasus Sabu, Hakim PN Idi Aceh Dilaporkan ke Bawas MA

Vonis Bebas 9 Oknum Polisi dan 3 Sipil Terkait Kasus Sabu, Hakim PN Idi Aceh Dilaporkan ke Bawas MA
example banner

IDI I Realitas – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur, memvonis bebas 12 terdakwa perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu (dugaan penggelapan barang bukti sabu 4 kg) dalam sidang pembacaan Putusan Perkara Tindak Pidana Narkotika atas nama Terdakwa Sukadi Purnawan alias Wawan dan kawan-kawan (dkk), pada Kamis (25/7/2019) pukul 14.00 WIB.

Majelis Hakim yang memimpin sidang yakni, Irwandi SH, dengan hakim anggota  Khalid SH, dan Andi Efendy SH.

Sementara Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur yang menghadiri persidangan tersebut Muliana SH, (selaku Kasi Pidum), dan Edi Suhadi SH.

Sedangkan ke-12 terdakwa yang dihadirkan jaksa penuntut umum yakni 9 oknum polisi Polres Aceh Timur, dan 3 warga sipil.

Para terdakwa juga dihadiri oleh Penasehat hukum yakni, Arif Fadila SH, Suhaila Erawati SH, Suriawati SH, Zulfikar SH, Zennuddin Herman SH, T Reza Harmiansyah SH.

Informasi yang diperoleh wartawan, bahwa majelis hakim memvonis bebas 12 terdakwa karena dalam putusannya Majelis Hakim berpendapat dan mempertimbangkan bahwa dikarenakan seluruh saksi mahkota dan seluruh terdakwa mencabut seluruh keterangan di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat oleh Penyidik, dan dengan pertimbangan tidak adanya barang bukti berupa Narkotika jenis shabu yang disita dari para terdakwa.

Serta setelah mendengar keterangan saksi verbal lisan yang dihadirkan dipersidangan maka majelis Hakim memutuskan.

Membebaskan para terdakwa dari segala tuntutan hukum, mengembalikan seluruh barang-barang pribadi terdakwa yang telah disita oleh Penyidik dan Penuntut Umum.

Dan memerintahkan Penuntut Umum agar mengeluarkan para terdakwa dari tahanan.

Setelah mendengar putusan ini, para terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut. Sedangkan Penuntut Umum mengambil sikap pikir-pikir.

“Jaksa akan mengajukan kasasi dalam tenggang waktu 14 hari dalam masa pikir pikir karena kita harus mempelajari dulu putusan lengkapnya,” ungkap Kajari Aceh Timur, Abun Hasbullah Syambas SH MH, melalui Kasi Intel, Andy Zulanda SH kepada wartawan Kamis (25/7/2019) malam.

Setelah persidangan selesai para terdakwa dibawa kembali ke Cabang Rutan Langsa oleh petugas pengawal tahanan Kejaksaan Negeri Aceh Timur dengan pengawalan dari Kepolisian Resort Aceh Timur sambil menunggu penetapan yang dikeluarkan Majelis Hakim untuk dilaksanakan oleh Penuntut Umum.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Aceh Timur, terdiri dari Fajar Adi Putra SH, Harry Arfhan SH, dan Cheri Arida SH, Kamis (11/7/2019) lalu, menuntut ke-12 terdakwa dengan ancaman pidana penjara antara 10 sampai 17 tahun penjara.

Tiga terdakwa oknum polisi yaitu Sukadi Purnawan alias Wawan, Khairil, dan terdakwa Mukhlis dituntut dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar, subsidair 6 bulan penjara.

Selanjutnya, 6 terdakwa oknum polisi, yakni Hatta Mutaqien, Rikky Wibiwo, Abu Bakar, Sugita Candra, T Reja, dan Yuhaidir,  dituntut dengan ancaman 17 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar, dengan subsidiair 6 bulan penjara.

Begitu juga tiga terdakwa warga sipil yakni Rahman, Darwis, dan Zulfuad, juga dituntut dengan ancaman 17 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan subsidiair 6  bulan penjara yakni, terdakwa Rahman, Darwis, dan Zulfuad.

Sebelumnya atas putusan JPU tersebut, para terdakwa melalui penasehat hukum mereka masing-masing mengajukan pledoi yang pada pokoknya meminta agar para terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan pidana sebagaimana yang diajukan oleh Penuntut Umum dan mengembalikan barang-barang terdakwa yang disita penyidik dan Penuntut Umum serta melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum.

Kemudian Penuntut Umum membalas isi dari Pledoi dari para terdakwa yang mana sebelumnya seluruh isi dari pledoi Penasehat Hukum para Terdakwa telah dibahas dan telah dicantumkan dalam isi tuntutan yang telah dibacakan sebelumnya sehingga Penuntut Umum membalas  Pledoi tersebut dengan “tetap pada tuntutan”.

Selanjutnya, setelah mempelajari isi tuntutan dan tanggapan atas tuntutan penuntut umum (Pledoi) maka Majelis Hakim, membacakan Putusan dan memvonis bebas seluruh terdakwa.

Ketua bersama pengurus YARA, Safaruddin, Hamdani, Fakhrurrazi, dan Yudhistira Maulana berfoto bresama usai melaporkan majelis hakim PN Idi ke Bawas MA, Jakarta, Senin (19/8/2019).

 

Kronologis Kasus

Bermula pada 30 Maret 2018 lalu, terdakwa Sukadi Purnama, terdakwa Khairil, dan terdakwa Mukhlis, selaku anggota Satpol Airud Aceh Timur mendapatkan informasi sebuah boat membawa sabu-sabu akan mendarat di dermaga TPI Idi.

Selanjutnya pukul 17.00 WIB pada sore itu, terdakwa Sukadi kembali mendapat informasi dari terdakwa Khairil, bahwa boat yang membawa narkotika jenis sabu sudah sampai di Dermaga TPI Idi.

Kemudian terdakwa Sukadi, melaporkan kepada anggota tim opsnal narkoba Polres Aceh Timur. Selanjutnya, Tim Opsnal Narkoba Polres Aceh Timur yang terdiri dari terdakwa Riki Wibowo, Sugita Candra, T Reza, Abu Bakar, dan Hatta Muttaqien, melakukan penggeledahan terhadap sebuah boat di TPI Kuala Idi, dan kemudian berhasil menemukan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 22 Kg.

Selanjutnya terdakwa Hatta Muttaqien, dan terdakwa Abu Bakar, mengambil narkotika jenis shabu sebanyak 4 kg, dari 22 kilogram tersebut, lalu para terdakwa memberikannya kepada terdakwa ZulFuad, untuk disimpan sementara.

Kemudian para terdawa tersebut membawa serta melaporkan ke Polres Aceh Timur, bahwa Narkotika jenis shabu yang ditemukan hanya sebanyak 19 kg, dan melaporkan tidak menemukan pemilik narkotika jenis shabu tersebut.

Selanjutnya selang beberapa bulan kemudian para terdakwa menjual narkotika sebanyak 4 kg tersebut, dan saling berbagi keuntungan dari hasil penjualan narkotika jenis shabu tersebut.

Para terdakwa, jelas Kasi Intel Andi Zulanda, dipersangkakan dengan dakwaan primair Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan unsur telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika, secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

“Persidangan berjalan dengan aman, tertib dan terkendali. Selanjutnya, setelah persidangan selesai para terdakwa dibawa kembali ke Cabang Rutan Langsa oleh petugas pengawal tahanan Kejaksaan Negeri Aceh Timur dengan pengawalan dari Kepolisian Resort Aceh Timur,” jelas Andi, seraya menyebutkan agenda persidangan selanjutnya pembelaan dari para terdakwa.

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA)melaporkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA).

Karena telah memvonis bebas 12 terhadap terdakwa kasus tindak pidana narkoba dengan barang bukti 4 kg sabu-sabu.

Pengaduan itu dilakukan oleh Ketua bersama pengurus YARA, Safaruddin dan Fakhrurrazi, Yudhistira Maulana serta Hamdani selaku Kepala Perwakilan YARA Aceh Barat dan Aceh Jaya ke Bawas MA, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Aduan tersebut diterima oleh Staf di Bawas MA, Sanda.

Saat melaporkan, pihaknya melampirkan beberapa kliping media yang menyoroti vonis bebas yang diputuskan pada Kamis 25 Juli 2019.

Majelis hakim yang dilaporkan oleh YARA adalah Irwandi SH (ketua majelis), Khalid SH dan Andi Efendy SH (anggota majelis).

Ketua YARA, Safaruddin SH kepada wartawan, Selasa (20/8/2019) dari Jakarta mangatakan, dari 12 terdakwa yang divonis bebas oleh majelis hakim tersebut, sembilan di antaranya merupakan anggota Satuan Narkoba di Polres Aceh Timur, selebihnya warga sipil.

Menurutnya, pembebasan itu sangat melukai perasaan dan rasa keadilan masyarakat, khususnya yang menjadi korban dari narkoba.

Pemberian vonis bebas itu, sambung dia, sebagai bentuk tidak adanya dukungan hakim terhadap program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

“Laporan ini merupakan bentuk kekecewaan dan rasa luka terhadap keadilan masyarakat yang di sampaikan kepada kami. Karena itu kami melaporkan hakim itu ke Bawas Mahkamah Agung sebagai lembaga yang berwenang untuk mengambil tindakan atas prilaku hakim,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, majelis hakim PN Idi, Aceh Timur, Kamis 25 Juli 2019, memvonis bebas 12 terdakwa perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu (dugaan penggelapan barang bukti sabu 4 kg) dengan terdakwa Sukadi Purnawan alias Wawan dan kawan-kawan.

 

Dalam putusannya, majelis hakim berpendapat dan mempertimbangkan bahwa seluruh saksi mahkota dan terdakwa mencabut seluruh keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Pertimbangan lain, tidak adanya barang bukti berupa sabu-sabu yang disita dari para terdakwa.

Menurut Safaruddin, vonis bebas itu dapat menimbulkan ketidak percayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

“Putusan ini menjadi sorotan luas di Aceh, tapi karena vonis sudah dijatuhkan maka menjadi kewenangan jaksa mengajukan kasasi untuk melakukan perlawanan,” ujar Safaruddin.(*/Tribun/Red)

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS