8619 KALI DIBACA

Irwandi Mengganti Tiyong, Sayuti: Karena Persoalan Komunikasi

Irwandi Mengganti Tiyong, Sayuti: Karena Persoalan Komunikasi
Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf ZULKARNAINI/RAKYAT ACEH
example banner

Banda Aceh I Realitas – Keputusan Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA), Irwandi Yusuf, yang mengangkat istrinya Darwati A Gani sebagai ketua harian partai menggantikan Samsul Bahri alias Tiyong masih menimbulkan tanda tanya.

 

Wartawan mencoba mencari tahu alasan yang mendasari Tgk Agam–sapaan akrab Irwandi–mengambil keputusan besar tersebut yang kemudian mendapat penolakan dari pengurus pusat dan wilayah.

 

Salah satu yang dihubungi adalah Ketua Mahkamah dan Sekretaris Majelis Tinggi PNA, Sayuti Abubakar SH MH.

Selama ini, Sayuti terlihat sangat dekat dengan Irwandi sejak Gubernur nonaktif Aceh tersebut berhadapan dengan persoalan hukum.

 

Menurut Sayuti, keputusan itu dilakukan agar terbangunnya komunikasi yang baik antara Irwandi dengan pengurus partai.

 

Penjelasan Sayuti tersebut mengisyaratkan bahwa selama ini ada komunikasi yang tersendat antara Irwandi dengan pengurus partai.

“Saya rasa BW (Bang Wandi) telah memikirkan dengan mendalam tentang pergantian tersebut. Berdasarkan pertimbangan untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi demi jalannya roda partai,” kata Sayuti kepada Wartawan, Selasa (21/8/2019).

 

Untuk diketahui, Irwandi menetapkan Darwati sebagai Ketua Harian PNA sejak 5 Agustus 2019. Selain mengganti Tiyong, Irwandi juga menunjuk Muharram Idris sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) menggantikan posisi Miswar Fuady.

 

Irwandi tidak menjelaskan secara detail alasan pergantian itu. Dia hanya menyampaikan melalui rilis yang diterbitkan di Jakarta, Senin (19/8) bahwa pergantian dilakukan dalam rangka penyegaran kepengurusan dan memaksimalkan kerja-kerja PNA ke depan.

 

“Saya selaku Ketua Umum telah melakukan pergantian pengurus Partai Nangroe Aceh, masing-masing untuk posisi Ketua Harian dan Sekjen,” tulisnya.

Irwandi yang sedang dalam tahanan KPK menyatakan, pergantian pengurus juga akan dilakukan pada waktu dekat untuk mengisi jabatan-jabatan yang masih kosong.

 

Dengan adanya pergantian ini, dia berharap, PNA menjadi semakin solid dalam bekerja menjalankan program-program PNA demi Aceh Hebat.

 

Ketua Majelis Tinggi PNA, Irwansyah yang dihubungi Wartawan, Selasa (20/8/2019), mengaku belum mendapat informasi apapun dari Irwandi terkait pergantian itu.

Dia mengatakan, jika keputusan itu mendapat penolakan di tingkat wilayah, berarti keputusan itu tidak sesuai aturan partai. Dia menyarankan agar persoalan itu segera diselesaikan.

“Mari duduk kembali untuk mengambil keputusan agar kisruh itu tidak panjang dan aturan organisasi tetap harus dikedepankan,” ungkap mantan ketua Partai Nasional Aceh ini.

 

Mereka akan menemui Dewan Pengurus Pusat (DPP), membahas persoalan pergantian Tiyong dan Miswar Fuady dari jabatan Ketua Harian dan Sekjen PNA.

“Mereka (pengurus DPW PNA) ada yang sedang dalam perjalanan. Diperkirakan semua DPW akan berkumpul di Banda Aceh besok (hari ini),” kata Ketua DPP PNA, M Rizal Falevi Kirani.

Kehadiran pengurus DPW ke Banda Aceh–kecuali DPW Banda Aceh–untuk mengkoordinasikan langkah apa yang akan dilakukan terkait keputusan Irwandi tersebut.

 

Semua DPW sepakat menolak pergantian karena dinilai melanggar AD/ART Partai.

Ketua DPW PNA Aceh Barat, Irvandi yang sudah tiba di Banda Aceh mengatakan, pihaknya tetap menolak keputusan Irwandi yang menggantikan Tiyong dan Miswar Fuady karena tidak sesuai dengan AD/ART Partai dan motto partai ‘Demokrasi dan Modern’.

 

Dia menduga, keputusan Irwandi itu tidak lepas dari adanya pembisik yang mencari keuntungan dengan pecahnya PNA.

“Kalau memang beliau mau mengganti ketua harian atau sekjen, sebaiknya dilakukan sesuai AD/ART, saya rasa pasti tidak ada yang keberatan,” katanya.(Red/*)

 

 

 

 

 

example banner

Subscribe

MEDIA REALITAS