17219 KALI DIBACA

Direktorat Resnarkoba Polda Sulut Tangkap Tiga Wanita Diduga Terlibat Sabu-Sabu

Direktorat Resnarkoba Polda Sulut Tangkap Tiga Wanita Diduga Terlibat Sabu-Sabu
Komisaris besar polisi (Kombes pol) Eko Wagiyanto Dir Resnarkoba Polda Sulut

Manado | Realitas – Direktorat Resnarkoba Polda Sulut menangkap tiga wanita yang diduga terlibat narkoba jenis sabu-sabu.

Paket tersebut disampan dalam satu set perangkat antena WiFi.

Ketiga wanita tersebut yakni SMK alias Sri (36) tenaga honorer di lingkungan Pemprov Sulut, AOZ alias Amel (33) warga lingkungan X kelurahan Airmadidi Atas Kecamatan Airmadidi Minut dan T alias Erus (29) warga Dusun Sukanengah RT 006/RW 002 desa Sukatani, Subang Jawa Barat.

Ketiga tersangka ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda-beda

Sri diamankan di tempatnya bekerja, lobi lantai I kantor Gubernur Provinsi Sulut pada Jumat (05/04/2019)

Dua tersangka lainnya perempuan Amel dan Erus, ditangkap di jalan Dewi Sri 2 nomor 9 Denpasar Bali tepatnya di tempat kos tersangka.

“Ketiganya kami lakukan tes urine, hasilnya tersangka yang kami tangkap di Bali positif dan tersangka yang ditangkap bersama satu paket kiriman antena WiFi negatif,” tutur Komisaris besar polisi (Kombes pol) Eko Wagiyanto Dir Resnarkoba Polda Sulut, kepada TribunManado.co.id, Jumat (26/04/2019).

Ketiga perempuan yang terlibat dalam kasus narkotika jenis sabu ini, semuanya berstatus tersangka.

Dari hasil gelar perkara yang dilakukan Dit Resnarkoba Polda Sulut, tersangka Sri dikenakan pasal 131 undang-undang nomor 35 tentang Narkotika.

“Dia mengetahui tapi tidak melapor, dia tidak ditahan namun wajib lapor, kasusnya masih berproses sambil menunggu petunjuk jaksa,” urainya.

Sebelumnya, Sri ditangkap polisi karena menerima 1 paket kiriman narkotika jenis sabu-sabu dari Bali.

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Maumbi Kecamatan Kalawat Minahasa Utara (Minut) mengaku pernah kenalan sama Amel, pengirim paket satu set antena WiFi berisi sabu dari Bali.

Sri bersikap kooperatif dan mau bantu polisi mengungkap kasus ini.

“Jadi, si Sri ini tetap sebagai tersangka dengan pasal 131 Undang-undang nomor 35 tentang Narkotika, statusnya sekarang tidak ditahan tapi wajib lapor,” terang Kombes Eko Wagiyanto Dir Resnarkoba Polda Sulut, kepada TribunManado.co.id, Kamis (25/04/2019).

Dari pengakuan Sri kepada polisi‎, tersangka Amel meminta Sri menjual 15 paket dari 16 paket sabu yang dikirim, namun Sri menolak.

Tersangka Amel akan memberikan satu paket kepadanya sebagai upaya memperlancar penjualan sabu-sabu itu dan akhirnya paket satu set antena WiFi yang dikirim Amel kepada Sir ternyata berisi 16 paket sabu-sabu.

Sri dan calon suaminya yang telah merencanakan untuk menikah, akhirnya bersama tim dari Dit Resnarkoba Polda Sulut bertolak ke Bali membantu ungkap pelaku.

Berkat kerja sama dan bantuan dari Sri polisi berhasil mengamankan Amel si pengirim barang tersebut dan seorang tersangka lainnya, disertai dengan barang bukti paket sabu dan barang bukti lainnya. (tribunnews/iqbal)

Subscribe

MEDIA REALITAS