Pekanbaru | REALITAS – Ribuan anak usia dini memadati jalanan Kota Pekanbaru dalam kegiatan pawai akbar Raudhatul Athfal tingkat kota Pekanbaru pada Sabtu, 22 Februari 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mengenalkan Raudhatul Athfal (RA) kepada masyarakat Riau khususnya warga kota Pekanbaru.
Ketua Kelompok Kerja Kepala (K3) RA se kota Pekanbaru Kasni S.Pdi menyampaikan kegiatan ini telah lama diagendakan, berkat dukungan Kementerian Agama (Kemenag) kota Pekanbaru yang menginginkan sebuah acara besar untuk memperkenalkan RA secara lebih luas.
“Alhamdulillah kegiatan terlaksana baik, antusias peserta dan masyarakat terlihat jelas sepanjang jalur yang dilalui lebih kurang 1 kilometer. Untuk diketahui, sebanyak 2.212 peserta dari 85 lembaga RA yang tersebar di seluruh Pekanbaru turut serta dalam pawai ini,” jelas Kasni.
Ia menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa RA merupakan lembaga pendidikan formal pada tingkat dasar yang berfokus pada pendidikan agama Islam.
Dengan demikian menurut Kasni, diharapkan semakin banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di lembaga RA.
“Kami ingin menunjukkan bahwa RA adalah tempat yang tepat bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan agama sejak dini. Ini adalah bagian dari usaha kami agar masyarakat lebih percaya dan yakin terhadap RA sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para guru dan kepala sekolah RA untuk semakin kompak dalam membina anak-anak didik mereka, meskipun kesejahteraan mereka masih jauh dari yang diharapkan.
Para pendidik selama ini tetap berkomitmen mengajar dengan penuh keikhlasan demi masa depan generasi penerus bangsa.
“Mudah-mudahan, melalui acara ini, para pemimpin dan masyarakat dapat melihat dedikasi kami sebagai pendidik. Kami berharap ada perhatian lebih terhadap kesejahteraan guru RA sehingga mereka dapat terus memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita,” tutupnya.
Kepala Kemenag kota Pekanbaru H.Syahrul Maulidi MA mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam menanamkan semangat belajar serta memperkuat pendidikan agama bagi anak-anak sejak usia dini.
Pawai ini pun menurutnya, menjadi ajang spesial bagi anak-anak RA untuk mengekspresikan kebahagiaan mereka dalam menyambut Ramadan, sekaligus memberikan dorongan semangat kepada para orang tua agar semakin yakin memilih RA sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka.
Sebagai lembaga pendidikan yang telah diakui dan terakreditasi, RA menawarkan lebih dari sekadar pembelajaran dasar. Di samping kurikulum standar, anak-anak di RA mendapatkan penguatan pendidikan agama, menjadikannya lebih unggul dalam aspek nilai-nilai keagamaan dibandingkan dengan pendidikan taman kanak-kanak (TK) biasa.
“Salah satu keunggulan RA adalah pembelajaran agama yang lebih mendalam, sehingga anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga nilai-nilai spiritual yang kuat,” ujar Syahrul Maulidi.
Dengan semangat kebersamaan dan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, Syahrul mengharapkan RA mampu mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan dengan bekal yang kuat.
“Diharapkan, dengan adanya kegiatan seperti ini, kesadaran akan pentingnya pendidikan berbasis agama semakin meningkat, serta kualitas pendidikan di RA di Kota Pekanbaru dapat terus berkembang dan menjadi pilihan utama bagi masyarakat,” tutup Kakan Kemenag kota Pekanbaru.
Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Pekanbaru H.Markarius Anwar menyampaikan bahwa Pemerintah kota Pekanbaru juga terus menjalin sinergi dengan Kementerian Agama guna memastikan program ini berjalan dengan optimal.
Dengan kolaborasi yang baik, menurut Wawako Pekanbaru diharapkan nilai-nilai keagamaan semakin kuat tertanam di masyarakat, sehingga Pekanbaru benar-benar menjadi kota yang penuh berkah di bulan Ramadan.
“Alhamdulillah, ini sudah merupakan langkah yang baik. Semoga ke depannya kita bisa terus bersinergi dan meningkatkan kualitas pembelajaran agama di semua tingkatan,” ujar Wawako.
Ia juga menjelaskan menjelang bulan suci Ramadhan, Pemerintah kota Pekanbaru semakin menggeliat dengan berbagai program religius yang bertujuan menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang diusung pemerintah kota adalah “Pekanbaru Cinta Quran,” yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah hingga para pegawai pemerintahan.
“Program ini dirancang agar Ramadhan tidak hanya menjadi momen ibadah pribadi, tetapi juga membangun suasana religius di seluruh kota. Khususnya untuk anak-anak di tingkat SD dan SMP, yang berada di bawah kewenangan pemerintah kota, diwajibkan memiliki jam khusus membaca Al-Qur’an di sekolah. Mereka akan mendapatkan bimbingan dari ustaz dan pelatih yang telah disediakan agar bisa kembali belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, bagi para pegawai pemerintahan, diwajibkan melakukan tilawah Al-Qur’an selama 30 menit sebelum waktu salat Zuhur di masjid.
Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat nuansa spiritual di lingkungan kerja serta meningkatkan kesadaran beragama di kalangan pegawai negeri.
“Tidak hanya di sekolah dan kantor pemerintahan, masyarakat luas juga diajak untuk menghidupkan kembali kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing. Program Paripurna yang sudah berjalan sebelumnya akan diaktifkan kembali, sehingga masyarakat dapat lebih aktif dalam berbagai kegiatan keislaman, seperti pengajian, tadarus, dan ibadah berjamaah,” tutup Wawako Pekanbaru.
Untuk diketahui, pawai akbar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga merupakan simbol perjuangan dan dedikasi dalam membangun pendidikan agama sejak usia dini, dan RA semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat Pekanbaru. (Mirza Yamoli)


