Proyek Infrastruktur Tanpa Plank Dan Terkesan Siluman Bertebaran di Aceh Timur, Ada Apa?

oleh -168.759 views
Proyek Inprastruktur Tanpa Plank Dan Terkesan Siluman Bertebaran di Aceh Timur, Ada Apa?
Proyek pembagunan saluran air di Jalan Tanjong Meunje-Lueng Sa, Desa Bilang Awe dan Pante Merbo, Kecamatan Madat, Aceh Timur tepatnya di jalan perbatasann dua gampong

Madat | MEDIAREALITAS – Banyak pengerjaan proyek ruas jalan dan saluran air tahun 2023 di Kabupaten Aceh Timur terkesan “siluman”, tanpa pemasangan plank nama pelaksana dan volume kerjanya.

Warga masyarakat di daerah terheran-heran melihat kemunculan sejumlah proyek Inprastruktur berupa jalan, jembatan dan saluran bertebaran.

Semua itu terkesan aneh dan tertutup serta terkesan “proyek tak tuan”, kata warga dengan. Itu coba nada tanya?” “lihat, itu juga terjadi di Jalan Tanjong Meunje-Lueng Sa, Desa Bilang Awe dan Pante Merbo, Kecamatan Madat, Aceh Timur tepatnya di jalan perbatasan dua gampong” sebut mereka lagi.

BACA JUGA :  Usai dilantik Kapolda Aceh Kunker Perdana ke Aceh Timur, Terlihat Sangat Akrab dengan Wakil Bupati Aceh Timur

Warga di sini mempertanyakan pola pelaksanaan yang sebagian sudah finishing dan sebagian lagi hampir setengah jadi dikerjakan itu? Kami warga mukimin belum mengetahui siapa pelaksanyanya, sumber dana, besaran dananya, volume, masa kerjanya semua blink(buta). Tidak ada Plank informasi, sebagamana ketentuan accountabilitas dan transfaransinya informasinya di era kini, ujar warga sambil menunjuk ke arah proyek kepada MEDIAREALITAS, Senin (12/6/2023).

Kalangan masyarakat, MEDIAREALITAS, menduga proyek itu dikerjaksana salah seorang oknum anggota DPRK Aceh Timur secara di bawah tangan dengan memakai nama perusahaan orang lain. Jika bukan, mengapa harus ditutup-tutupi ungkap warga lagi.

BACA JUGA :  LSM KANA Minta APH Periksa Anggaran Jasa Keamanan Disdikbud Aceh Timur Senilai Rp2,1 Miliar

Atas informasi warga ini, MEDIAREALITAS juga gagal mencari rekanan pelaksaan pembanguan saluran air di Blang Awe dan Pante Merbo, Madat.

Untuk itu warga setempat meminta PJ Bupati Aceh dan Inspektorat tidak menutup mata kemungkinan ada permainan kotor di balik pengelontoran uang negara, agar tidak cuma-cuma. (red)