Kutacane | Realitas – Saber Pungli diminta lidik dugaan Pemerasan oleh Oknum Satpol PP-WH Aceh Tenggara (Agara).
Pelanggaran kasus khalwat dan mesum masih ada ditemukan oleh satuan petugas Satpol PP-WH Agara di daerah penginapan Kecamatan Ketambe pada Kamis (03/03) lalu, satpol PP-WH tangkap dua pasang bukan pasangan suami istri (pasutri).
Namun sangat miris, diduga penangkapan mesum itu malah menjadi lahan empuk oleh oknum satpol PP-WH, ” bayar Rp 30 juta rupiah kemudian dilepas.
Hal yang senada di sebutkan oleh aktivis lembaga pengembangan intelektual muda Aceh Tenggara (Lp2im) Sopian Desky kepada mediarealitas.com pada Selasa (11/05) mengatakan, pihaknya mengutuk keras kelakuan oknum Satpol PP-WH yang diduga kuat telah melakukan pemerasan terhadap pasangan bukan muhrim tersebut.
Seperti keterangan dari keluarga korban, pihaknya telah melakukan transaksi pembayaran kepada oknum Satpol PP-WH ditempat kejadian dengan cara diminta uang sebesar Rp 30 juta, namun pasangan non muhrim itu tidak memiliki uang seperti yang diminta oknum Satpol PP-WH, kemudian pasangan itu hanya ada uang sebesar Rp 1 juta dan diberikan kepada petugas saat berada di lokasi.
Ditegaskannya, hal ini sudah jelas masuk keranah pemerasan, terlebih lagi ada bukti transfer, untuk itu kita minta kepada tim saber pungli agar melakukan lidik terhadap kasus ini, karena ini sudah jelas ada celah hukum yang di langar oleh oknum satpol PP-WH, sesuai dengan bukti transfer melalui rekening Bank yang ada.
“Pantas saja tidak ada satu kasus pun yang dinaikan oleh kepala satpol PP-WH dalam tahun ini, maklum, asik main damai ditempat saja, untuk itu saya minta kepada Bupati Aceh Tenggara agar mengevaluasi kinerja kasat Satpol PP-WH, apapun ceritanya kasat tersebut harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut tuturnya (*)



