Jakarta | Realitas – Rekaman video CCTV dugaan pengroyokan oleh Bos PS Store Putra Siregar beserta rekannya Rico Valentino terhadap pengunjung kafe Nur Alamsyah tersebar di media sosial.
Dalam rekaman itu terlihat detik-detik pengroyokan di Kafe Code, Senopati, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Maret 2022, pukul 02.30 WIB.
Awalnya terlihat seorang pria berpelukan dengan seorang perempuan. Namun tiba-tiba sosok pria itu pergi menuju ke meja lain di kafe tersebut.
Diketahui, peristiwa pengeroyokan terhadap pengunjung kafe Nur Alamsyah yang dilakukan oleh Putra Siregar dan Rico Valentino terjadi di Kafe Code, Senopati, Jakarta Selatan pada pukul 02.30 WIB.
Saat itu, Putra, Rico, dan korban sedang berada di lokasi yang sama hanya beda meja tempat duduk.
Bos PS Store Putra Siregar Tendang dan Pukul Pengunjung Kafe
Putra Siregar beserta seorang artis bernama Rico Valentino telah ditangkap karena diduga melakukan pengeroyokan terhadap salah satu pengunjung kafe atas nama Nur Alamsyah (MNA).
Terungkap, bahwa Bos PS Store Putra Siregar menyusul Rico Valentino ikut menendang dan memukul korban MNA. Itu terlihat pada CCTV yang ada di kafe tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) AKBP Ridwan Soplanit mengatakan, di saat korban akan mengajak teman perempuan untuk berpindah meja, tiba-tiba saja pelaku Rico memukul dan disusul pelaku Putra Siregar menendang dan memukul korban.
Selain itu, Ridwan menjelaskan korban tidak berbicara dengan teman perempuan Rico. Teman perempuan Rico berbicara dengan orang lain di meja korban.
“Terkait dengan pembicaraan teman perempuan, korban pun tidak bicara dengan perempuan tersebut, melainkan tersangka melihat si teman perempuan sedang berbicara dengan kelompok dari korban,” kata Ridwan saat dimintai konfirmasi, Rabu, 13 April 2022.
Diketahui, pengeroyokan tersebut terjadi pada Rabu (2/3) sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, salah satu pelaku pengeroyokan dalam keadaan mabuk.
Pengeroyokan tersebut dipicu oleh salah satu teman perempuan Rico yang tiba-tiba mendatangi meja korban MNA. Namun polisi masih belum mengetahui isi pembicaraan tersebut. (*)

