Polri Perketat Keamanan Bandara Pelabuhan, Pasca Muncul Virus Baru

oleh -170.759 views
Virus

Jakarta I Realitas – Virus Corona belum sepenuhnya hilang di Indonesia, bahkan dalam beberapa waktu terakhir tercatat muncul beberapa varian baru di tengah masyarakat.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istiono pun menyebut beberapa contoh varian baru Corona yang berhasil terdeteksi dari beberapa negara yang membuat masyarakat semakin resah.

“Seperti adanya varian baru B117 asal Inggris, B1617 asal India, B1351 asal Afrika Selatan,” ungkap Irjen Pol Istiono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (5/5/2021).

Dengan munculnya varian baru tersebut, Irjen Pol Istiono pun meminta kepada masyarakat untuk tetap tidak melakukan mudik.

BACA JUGA :  Jemi RH Nyatakan Siap Mengabdi Untuk Gampong Jawa, Tawarkan Kepemimpinan Transparan dan Anti Pungli

Hal ini diharapkan agar semata-mata Indonesia tidak mengikuti jejak India dengan kasus aktif per harinya yang mencapai ratusan ribu kasus.

“Tentunya, kita tidak boleh lengah dan harus tetap waspada. Kita harus berkaca dengan gelombang penyebaran yang terjadi di luar negeri seperti India dengan 400 ribu kasus aktif dan angka kematian sebanyak 3.500 orang dalam satu hari,” papar Irjen Pol Istiono.

Selain mengimbau masyarakat untuk tidak mudik demi meminimalisir munculnya varian baru, Irjen Pol Istiono juga menerangkan pihaknya juga turut melakukan koordinasi dengan satgas di bandara dan pelabuhan untuk melakukan pengawasan secara ketat.

BACA JUGA :  Jemi RH Nyatakan Siap Mengabdi Untuk Gampong Jawa, Tawarkan Kepemimpinan Transparan dan Anti Pungli

Sebab, beberapa varian yang muncul seringkali diprediksi berasal dari pelaku perjalanan yang telah melakukan perjalanan dari luar negeri.

“Selain itu, dalam proses mengatasinya, Polri bersama dengan satgas baik yang di Pelabuhan atau Bandara internasional untuk melakukan pengawasan pelaku perjalanan internasional.

Saya minta kepada para aparat di lapangan untuk mengawasi secara ketat dan memastikan pelaksanaan karantina sesuai dengan manifest yang masuk ke Indonesia,” jelas Irjen Pol Istiono. (*)