Bupati Aceh Utara Prioritaskan Pemulihan Sekolah Pascabencana, Ribuan Calon PPPK Paruh Waktu Ucapkan Terimakasih

oleh -18.759 views

Aceh Utara | REALITAS Pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Utara kini menjadi prioritas utama. Komitmen ini ditegaskan oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM, atau yang akrab disapa Ayahwa, sebagai bentuk sinergi kuat antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Ayahwa saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam kunjungan kerja ke sejumlah sekolah terdampak di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (28/1/2026).

Kehadiran Negara di Tengah Tenda Darurat Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen meninjau langsung kondisi beberapa satuan pendidikan yang mengalami kerusakan. Beberapa sekolah yang dikunjungi meliputi: SMK Negeri 1 Baktiya & SMA Negeri 1 Baktiya SMA Negeri 2 Muara Batu & SMA Kesuma Bangsa SMP dan SD Muhammadiyah SD Negeri 9 Jambo Aye.

Rombongan melihat langsung semangat para siswa yang tetap mengikuti proses belajar-mengajar meskipun harus menggunakan tenda darurat akibat bangunan sekolah yang belum sepenuhnya pulih. ”Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Menteri yang turun langsung ke lapangan. Ini menjadi bukti nyata kehadiran negara untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi, meskipun di tengah situasi pascabencana,” ujar Bupati Ayahwa.

BACA JUGA :  Kapolres Aceh Utara Pimpin Sertijab Beberapa Pejabat, AKP Imran Mutasi Ke Polres Aceh Tamiang

Peresmian Revitalisasi Sekolah Puncak agenda kunjungan dipusatkan di SMA Negeri 1 Baktiya melalui peresmian ruang kelas hasil Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2025. Program ini mencakup rehabilitasi total sarana pendidikan, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan.

Bupati Ayahwa menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memberikan dukungan penuh melalui kesiapan data dan koordinasi lintas sektor guna mempercepat proses rekonstruksi.

“Pemkab Aceh Utara siap bergerak cepat. Kami ingin memastikan proses rehabilitasi ini berjalan tepat waktu dan tepat sasaran, sehingga memberikan rasa aman serta nyaman bagi siswa dan guru,” tegasnya.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pemulihan infrastruktur pendidikan merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran khusus untuk percepatan ini.
“Aceh menjadi salah satu daerah yang dinilai paling siap dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi bidang pendidikan.Kami ingin memastikan proses belajar-mengajar kembali normal secepat mungkin,” ungkap Abdul Mu’ti.

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin. Ia menyatakan akan terus mengawal pembangunan sarana tersebut agar sesuai standar kualitas pendidikan nasional.

BACA JUGA :  Kapolres Aceh Utara Pimpin Sertijab Beberapa Pejabat, AKP Imran Mutasi Ke Polres Aceh Tamiang

Menutup rangkaian kunjungan, Bupati Ayahwa berharap kolaborasi pusat dan daerah ini terus diperkuat agar seluruh sekolah terdampak di Aceh Utara segera pulih sepenuhnya.

“Pendidikan adalah masa depan Aceh Utara. Dalam kondisi apa pun, kita tidak boleh membiarkan anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita mereka,” pungkas Ayahwa.

Secara terpisah, Pada Jum’at (30/01/2026) Salah seorang PPPK paruh Waktu Muhazir, S.pd.i mengucapkan ribuan terimakasih atas pengangkatan dan penyerahan lebih dari 8 Ribu tenaga Honorer SK Paruh Waktu dalam 2 pekan ini, walaupun Bupati Aceh Utara masih berjuang pasca Banjir bersusah payah namun dalam kesibukannya masih terus memantau perkembangan Honorer yang telah belasan Tahun bahkan puluhan tahun mengabdi untuk Aceh Utara.

Kami tidak bisa membalas atas kerja keras dan jerih payah Ayahwa sebagai Bupati Aceh Utara dalam memperjuangkan kami pegawai honorer, kami hanya bisa memanjatkan Do’a semoga Ayahwa di berikan kesehatan selalu dalam bekerja memperjuangkan hak Masyarakat Aceh Utara dan bangkit dari Bencana Banjir yang telah menimpa Masyarakat Aceh Utara selama lebih dari 2 bulan lalu, tutupnya. (Muhazir)