REALITAS – Direktur Jenderal (Dirjen) HAM Kemenkumham RI Dhahana Putra memandang pengungsi sebagai salah satu kelompok paling rentan terhadap ancaman eksploitasi, perdagangan manusia, dan tindak kejahatan terhadap manusia di dunia.
“Meskipun bukan negara dalam konvensi 1951 Indonesia terus berupaya menunjukkan komitmen kemanusiaannya sebagai negara transit bagi para pengungsi,” terang Dhahana dalam keterangan tertulis yang diterima di Banda Aceh, Senin 30 September 2024.
Sejauh ini pemerintah telah mengesahkan peraturan Presiden nomor 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Luar Negeri.
Peraturan tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap pengungsi yang terkait respons cepat terhadap situasi darurat, penyediaan penampungan yang layak, hingga perlindungan bagi anak-anak dan penyandang disabilitas.
“Kebijakan ini juga memastikan bahwa layanan dasar yang diberikan kepada pengungsi tidak mengurangi hak masyarakat setempat,” tutur Dhahana.
Menurutnya antara masyarakat dan masyarakat lokal memiliki potensi konflik. Terlebih, tidak sedikit masyarakat lokal belum mengetahui posisi Indonesia dalam penanganan konflik.
“Jika dilakukan edukasi dan sosialisasi yang tepat, kami meyakini masyarakat dapat membangun solidaritas dan kebersamaan dengan para pengungsi seperti yang pernah terjadi saat penanganan pengungsi Vietnam,” jelas Dhahana.
Walau demikian, Dahana memandang penanganan pengungsi di tingkat global maupun regional memerlukan komitmen kolektif dari seluruh bangsa.
“Bagaimanapun persoalan ini kerap kali berkaitan dengan konflik internal di suatu negara sehingga upaya-upaya membangun perdamaian tidak boleh dilupakan dalam penanganan isu pengungsi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Dhahana mengungkapkan Kemenkumham terus melakukan komunikasi yang intensif dengan organisasi internasional yang membidangi terkait pengungsi seperti UNHCR dan IOM.
Dhahana mengaku pihaknya telah membangun kolaborasi dengan Lembaga swadaya masyarakat (LSM) di tanah air yang memiliki kepedulian sosial terhadap pengungsi.
“Melalui upaya kolektif, kita berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi krisis pengungsi,” tutupnya. (Iqbal)
Sumber: Bt


