Lima Kabid Yang Mundur Mendapatkan Catatan Hitam Sebagai ASN, Kenapa Surat Mundur Beredar Kemedia

oleh -166.579 views
oleh
Lima Kabid Yang Mundur Mendapatkan Catatan Hitam Sebagai ASN, Kenapa Surat Mundur Beredar Kemedia
Presidium Aliansi Aktivis Merdeka (ALASKA) Abdi Maulana

Langsa | Realitas – Presidium Aliansi Aktivis Merdeka (ALASKA) Abdi Maulana sangat menyayangkan beredarnya surat pernyataan pengunduran diri lima kabid pada dinas pendidikan dan kebudayaan kota Langsa, kemasyarakat luas dan kemdia masa.

Dimana lima orang kabid dalam isi surat tersebut ialah, indrana syahputra, S.E kabid pembinaan SD, muhammad ikhsan, S.T, M.CIO kabid pembinaan SMP, Zulfadli, S.E Kabid pembinaan PAUD dan PNF, Tatang Warandana Harahap, SST. M. CIO, Kabid pembinaan Ketenangan, Basri Ananda, S.E, Kabid Kebudayaan, sangat kita sayang kan, kalau mereka mau mundur sebagai Kepala Bidang (Kabid) silakan serahkan surat nya ke pada pihak Pj Walikota Langsa, bukan kepada Media atau harus diketahui oleh masyarakat, seakan akan atasan nya tidak baik, yang aneh kok bisa dalam surat pernyataan mintak mundur alasan tidak bisa bekerja sama, demikian Abdi menyampaikan kepada Media Realitas Seni (17/4/2023) di Langsa.

Lebih lanjut Abdi, menyebutkan bagaimana tidak di sayangkan hasil amatan ALASKA tindakan yang di ambil oleh lima Orang Kabid pada Disdikbud Langsa tersebut menyimpan bernagai tanda tanya karena sangat konyol dan tidak masuk akal dengan isi surat yang beredar berbunyi “Pada prinsipnya para Kabid tersebut tidak dapat bekerjasama dengan atasan mereka” Sedangkan surat seperti itu tim dari ALASKA berfikir bersifat internal dan dokumen itu menjadi rahasia negara, kenapa bisa menjadi opini publik? Toh, pada hirarki nya bawahan itu menyesuaikan diri dengan Pimpinannya tetapi sudah terbalik di zaman sekarang, ujar nya.

Abdi menilai sangat pantasnya mereka mengundurkan diri karena sadar dengan kapasitas serta gelar mereka dengan kondisi penempatan jabatan yang di emban, nah kalau itu korelasinya dapat !!! karena terlihat saja dinas pendidikan itu sewajarnya di isi oleh ASN yang mumpu di bidang terkait, contohnya Dinas pendidikan itu di isi oleh sarjana-sarjana pendidikan ataupun magister pendidikan atau Doktor Pendidikan, maka Variabel nya sejalan, nah lain halnya yang kita lihat dinas pendidikan di isi oleh ASN yang SDM kurang mumpu kreatif dan inovatif perannya dalam mendidik ataupun tupoksinya,ujar Abdi.

Kemudian, Abdi juga mengapresiasikan sikap PJ Walikota Langsa dalam menyikapi hal tersebut, Dengan tidak di terimanya 5 kabid yang mundur pada dinas terkait oleh PJ Walikota itu ialah pengambilan keputusan yang sangat kolektif kolegial, karena apabila di kabulkan nantinya akan menjadi bomerang bagi para 5 kabid tersebut dan itu akan menjadi rekam jejak seumur hidup mereka dan dalam catatan base BKN karena alasan pengunduran diri mereka karena tidak dapat bekerjasama dengan pimpinan, ujar nya.

Dan ini menjadi catatan hitam khususnya bagi para pimpinan civitas pemko langsa, nantinya juga bagi ke 5 Kabid yang mengajukan mundur tersebut akan sulit diterima di tempat yang baru apabila dipromosikan lagi seharusnya dengan kejadian ini mereka dapat merenung dan berterimakasih, tegas Abdi.

Kemudian juga ALASKA meminta kepada Kadisdikbud Kota Langsa agar tetap bijaksana dalam menyikapi persoalan yang ada terlebih lagi persoalan rumah tangga kantor itu.

Karena sejauh amatan ALASKA tidak ada satu komentar pun dari Kadisdikbud langsa yang beredar pada opini publik dan itu sangat ALASKA apresiasikan, Seperti Maknanya Diam itu Emas karena tidak mungkin seorang Pimpinan menelanjangi Rumah serta anak-anak nya dan itu juga contoh kepemimpinan yang ideal. Tutup Abdi. (*)