HP Disabet OTK, Sahrial Gagal Lakukankan Tradisi Meugang

oleh -157.759 views
HP Disabet OTK, Sahrial Gagal Lakukankan Tradisi Meugang

Aceh Besar | Realitas – Sahrial salah seorang penyandang disabilitas, dirampok OTK Senin 20 Maret 2923.Dua hanya bisa pasrah.Hatinya bergumam, “tega nian kau rampok HP Ku ini?”

Senin tengah itu sekitar pukul 11.00 Wib, Sahrial ayah empat putra dan satu putri serta suami Nursian sedang apes.Dengan tongkat putih pemandu jalan, Sahrial sedang melintas jembatan hulu Sungai Krueng Daroy kawasan Keutapang, Aceh Besar. Langkah kakinya serta merta dihentikan Orang Tak Dikenal (OTK) dalam suasana ramah tamah.

“Bapak mau ke mana, apa butuh bantuan, tentu sangat Saya butuh”, ujar Sahrial spontan dengan hati berbunga-bunga. Hatinya seketika berbisik, “alhamdulilah dalam suasana hari meugang ini ada yang menawarkan bantuan”.

Sahrial menuturkan kisahnya kepada Adnan NS ketika membesuk korban di rumahnya Rabu 22 Maret 2023 petang menjelang magrib. Adnan sengaja mendatangi kediamannya pada hari meugang yang sakral ini. Seperti biasanya Dia tidak pernah menghubunginya setiap menjelang puasa atau hari raya seperti ini. setelah janjian Senin petang, hubungan telepon selulernya tak kunjung berdering lagi hingga tiga hari ke depan.

Menurutnya, dalam dialog singkat itu, si OTK ini menanyakan bantuan modal nanti mau diapakan? “Bantuannya kelak jangan berikan kepada siapa-siapa ya, kecuali untuk keluarganya sendiri? Kalau begitu, “ayuuk sekarang bapak ikut ke rumah Saya”, ajaknya dalam dialek khas Aceh Besarnya.
Dengan riangnya Sahrial, 60, putra asal Alue Pinang, Samadua, Aceh Selatan ini seperti terhipnotis, langsung saja menerima ajakan berboncengan di jok belakang sepeda motor jenis meonya.

BACA JUGA :  PAD Aceh Timur Minim, LSM KANA: pemkab Atim Ibarat Nafsu Besar Tenaga Kurang

Berharap Untung, Buntung Diraihnya

Pada awal perjalanannya, Sahrial berkomunikasi secara intra personalnya. “Pucuk ditimpa ulang tiba”. Dalam suasana gerah menyambut meugang ada saja bantuan yang datang, bisik hatinya meyakinkan dirinya sendiri.

Tapi alur intuitifnya mulai terlintas lain saat menempuh pejalanan panjang dan berbelok-belok, dan berbatu serta kakinya beberapa kali menyapu rerumputan.Saat itu sanubarinya mulai berkecamuk. Ada apa gerangan yang bakal menimpanya?

Mulut ingin berteriak, tapi tidak kedengaran suara ayam, apalagi suara manusia di sekitar itu. Benar saja, setibanya di lokasi senyap kawasan Lamtemen Barat, Banda Aceh, tiba-tiba Dia turunkan. Badan dan tas jinjingnya gerayangi, telpon selular usang (HP tituet) di saku kanan celana panjangnya dirampas paksa.

Dia ditinggalkan begitu saja dan hand phone dibawa kabur sang pelaku. Mantan Ketua Pertuni Banda Aceh ini menjadi bingung dan berjalan balik ke arah belakang dengan bertatih- tatih . Di tengah perjalanan mencari jalan besar, Dia disapa seseorang. Ternyata sipemilik Doorsemeer ini sudah mengenalnya sejak lama.

Usai mendengar tentang musibah dan ditanya tujuan lalu diantar pulang kembali ke rumahnya di belakang pasar Ketapang Dua itu.

Harapannya ingin mencari setumpuk daging meugang pupus seketika, Peristiwa ini pertama sekali dialaminya sejak Sahril menetap di Banda Aceh 1982 silam. Selama ini Dia termasuk orang yang paling getol menasehati teman senasib, namun kali ini justeru menimpanya.

BACA JUGA :  LANSIA 72 TAHUN MENJADI KORBAN TABRAK LARI DI PEUREULAK TIMUR

Esok harinya berbekal telpon selular scond hand yang dibeli putranya, Dia mencoba menghubungi nomor handai toilan yang dihafalnya. Sayang, kebanyakan nomor yang dituju tidak ada yang merespon, nomor barunya, O81269448938 itu. Maklum, suasana megang orang takut juga mengangkatnya, sebut Sahrial terharu dikunjungi menjelang magrib itu.

Nomor tanpa identitas nama kontak ini pernah berdering berkali-kali pada layar hand phone android milik Adnan.Ketika itu di PWI Aceh sedang berlangsung acara meugang bersama. Namun, saat ditelpon kembali jalur yang dituju ini sedang sibuk dan selanjutnya hubungan terputus beberapa kali.

Sementara nomor yang dilarikan OTK itu sudah tak bisa dihubungi lagi sejak peristiwa menimpanya itu. Curiga tentang kemungkinan ada hal yang tidak lazim terjadi Adnan pun langsung bertandang ke rumahnya di pojokan Dusun Korpri Desa Garot, Darul Imarah arah ke Pasar Lambheue.

Dia berterimakasih sudah bersedia dikunjungi pada senja kala itu, dan publik pun mengetahuinya apa yang dialaminya, tutur Sahrial berkali.

Atas musibah ini, Sahrial akan menghubungi pihak Gapari counter telekomselnya untuk meminta kembali yang nomor yang dirampas.Katanya hal ini juga akan dilaporkan pada pihak kepolisian setempat. (NS)