Pembangunan Sekolah Di Pulau Siumat Diduga Dikerjakan Dengan Pasir Pantai

oleh -145.579 views
oleh
Pembangunan Sekolah Di Pulau Siumat Diduga Dikerjakan Dengan Pasir Pantai
Gedung sekolah SD/SMP Satap Desa Pulau Siumat, Simeulue, Aceh,

Simeulue | Realitas – Pembangunan ruang gedung sekolah SD/SMP Satap Desa Pulau Siumat, Simeulue, Aceh, diduga menggunakan pasir pantai.

Pantuan Media Realitas, Jum’at (27/1/2023) pembangunan tempat pendidikan menelan anggaran Rp 650.271.700.70 juta rupiah sumber dana APBD yang dikerjakan, CV. Al-INSYIRAH.

Salah seorang masyarakat setempat Pulau Siumat yang tidak ingin disebutkan namanya saat dikonfirmasi, menyampaikan bahwa pembangun gedung sekolah SD/SMP satap tersebut, dari sejak awal dibangun hingga selesai diduga menggunakan pasir pantai tidak ada pasir yang didatangkan dari Desa Kuala Umo.

BACA JUGA :   Diduga Oknum Pendamping Kecamatan Tanah Luas Gelapkan Dana PKH Dari Tahun 2021, YLBH Iskandar Muda Aceh: Silakan Jaksa Periksa

“Dari awal dibangun saya melihat bangunan tersebut diduga memakai pasir pantai atau pasir yang diambil dari pinggir laut, tidak ada campuran sama sekali pasir yang didatangkan dari Desa Kuala Umo,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Simeulue, Firmanudin, S.Pd, saat dikonfirmasi diruang kerjanya tak menampik bangun tersebut memakai pasir pantai. Namun ia menyebutkan, larangan pemakain pasir pantai untuk bahan bangunan dirinya tidak mengetahui karena itu bukan rananya.

“Untuk larangan pengunaan Pasir Pantai itu bukan rana saya, biarkan tim teknis atau pihak konsultan yang menilai bisa dipergunakan atau tidak,” ucapnya.

BACA JUGA :   PWI Dan Forum Pemred Gandeng Tiga Akademisi Kawakan Mencari Sosok Pemimpin Aceh

Konsultan Pengawas dan Perencana, M. Jafar, saat dikonfirmasi melalui telfon WhatsApp membenarkan adanya pemakaian pasir pantai di pembagunan Sekolah Pulau Siumat. Namun ia menjelaskan pemakain pasir pantai hanya digunakan untuk plasteran saja tidak dengan struktur bangunanya.

Disisi lain Kontraktor pelaksana CV. Al-INSYIRAH, beberapa kali dihubungi melalui telefon seluler tersambung namun tidak diangkat. Hingga berita ini ditayangkan belum ada respons. (Zulfadli)