Berita Keberangkatan Kontingen PWI Aceh ke Surabaya Hoax

oleh -174.579 views
oleh
Berita Keberangkatan Kontingen PWI Aceh ke Surabaya Hoax
Kontingen PWI Aceh tidur-tiduran duduk di lantai bandara Kualanamu

Banda Aceh | Realitas – Berita Keberangkatan Kontingen PWI Aceh ke Surabaya yang dijadwalkan Seni (21/11/2022) pukul 05.30 Wib ternyata hoax. Sampai berita ini ditayangkan, pukul 09.00 mereka masih di bandara Kualanamu Deliserdang Sumatera Utara.

Delapan puluh anggota kontingen PWI Aceh Terlantar 24 jam satu hari satu malam di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.

Kisah terlantarnya para atlet dan oficial kontingen PWI Aceh ini berawal dalam perjalanan darat dengan tiga bus dari Banda Aceh menuju Kualanamu, Medan sejak Ahad 20- 21 November 2022, akibat ketinggalan pesawat.

Berdasarkan shechedule awal, 80 atlit Aceh ini akan berlaga dalam Pekan olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII di Malang, Jawa Timur 21-27 November 2022.

Semestinya mereka tiba di Bandara Kualanamu paling lambat sekitar pukul 01.00 Minggu 20 November 2020 dinihari. Padahal kontingen ini dilepas PJ Gubernur Aceh diwakili Sekda Bustami Ibrahim Jumat 18 November 2022 malam.

Namun rombongan ini baru bertolak pada Sabtu 19 November 2022 pagi, sesampai di Semadam, dekat perbatasan Aceh-Sumut ratusan bus dan truck besar kecil serta mopen pribadi dan pickup, sudah terhadang longsoran bukit.

Para yang mengerti Ikhwal shalat dalam perjalanan melakukan shalat subuh dalam bus sambil duduk setelah bertayammum, tukas ustad T.Mansursyah

Ketiga bus yang mengangkut kontingen PWI Aceh termasuk para ibu-ibu itu ikut bermalam dalam bus di kawasan kebun sawit itu. Rombongan ini baru lolos pada Ahad pagi dan tiba di Kualanamu hampir pukul 10.00 Wib. Sementara pesawat Lion yang akan menerbangkannya Bandara Juanda, Surabaya, telah take off pada Ahad pagi pukul 05.30 WIB.

” Betul bang. Kami masih terlantar di Bandara Kualanamu, Medan”, kata Haris salah seorang atlit tenis meja kepada Media Realitas Ahad tengah malam.

Mereka terpaksa tidur beralaskan lantai berbantalkan tas di kepalanya. Ada yang tidur-tiduran sambil duduk di kursi atau lantai Bandara ini seadanya, takut terlambat lagi keberangkatan, andai harus mencari penginapan di Medan lagi, sebut mereka lagi menggerutu.

Kata mereka, kami dijanjikan berangkat pukul 11.00, tapi tidak langsung ke Surabaya, melainkan transit di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta lebih dulu. Jadi kami diperikaran sampai ke Malang malam harinya. Dari Surabaya ke Malang akan naik bus kembali. Doakan kami ya, pinta Ustadz Mansur lagi. (*)