IKLAN YARA

YLBH Iskandar Muda Aceh : Minta Kejagung dan Kejati Aceh Segera Periksa Pembangunan Jalan Elak Aceh Timur

oleh -158.579 views
Minta Kejagung dan Kejati Aceh Segera Periksa Pembangunan Jalan Elak Aceh Timur
Lokasi Pembangunan Jalan elak di Kabupaten Aceh Timur, sekarang jalan tersebut ada yang ditanam batang ubi, Kamis (1/9/2022)
Penulis: Tim mediarealitas
Editor: Rostani

 GOOGLE NEWS

Idi | Realitas – Pembangunan Jalan elak di Kabupaten Aceh Timur, sudah terlantar dan tidak ada tanda adanya pekerjaan untuk tahap berikutnya, saat ini jalan yang di programkan tidak jelas sudah ditanam tanaman kembali, seperti tanaman kacang panjang, ubi kayu dan berbagai tanaman lainnya.

Demikian dikatakan Sekertaris Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh, (YLBH Iskandar Muda Aceh) Rahmad Wahyudi kepada Wartawan, Jum’at (2/9/2022) sore di Idi Rayeuk usai melewati jalan elak kawasan Nurul Aman (idi cut – Aceh Timur).

Ia meminta kepada penegak hukum, baik Kejaksaan Agung (Kejagung), maupun Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, segera turun tangan untuk periksa pembangunan jalan elak yang sudah terlantar itu, yang diperkirakan menelan dana mencapai Rp 70 Milyar lebih kurang.

Kita menduga dalam pembagunan jalan elak Aceh Timur, Peudawa Rayeuk s/d Darul Aman, yang melewati Kecamatan, Peudawa – Idi Timur – Darul Ihsan- Idi Rayeuk- Idi Tunong- Darul Aman itu, ada unsur dugaan korupsi.

Pasalnya, jalan elak itu belum ada pembagunan lanjutan dan tidak ada tanda untuk dilanjuti lagi.

Minta Kejagung dan Kejati Aceh Segera Periksa Pembangunan Jalan Elak Aceh Timur
Lokasi Pembangunan Jalan elak di Kabupaten Aceh Timur, sekarang jalan tersebut ada yang ditanam batang ubi, Kamis (1/9/2022)

Kita sudah kelokasi jalan elak itu, setiba dilokasi kita melihat ada sebagian tanaman pohon ubi kayu dan kacang panjang yang ditanam oleh Masyarakat setempat, dugaan kita sementara jalan elak tersebut belum ada lanjutannya.

Dugaan kita, pembangunan jalan elak saat itu hanya untuk kepentingan sejumlah pejabat yang ada di Kabupaten Aceh Timur, kita minta penegak hukum agar segera melakukan pemeriksaan terhadap kasus pembangunan jalan tersebut.

Banyak terjadi kejanggalan terhadap pembangun jalan tersebut, dan ada tanah di lokasi jalan itu milik seorang yang belum dilakukan ganti rugi, sebut Rahmad

Sumber data yang kita dapatkan, jalan itu yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, menargetkan pembangunan jalan elak sepanjang 20,5 Kilometer (KM) mulai dari Kecamatan Darul Aman (idi cut) sampai Kecamatan Peudawa yang bersumber dana dari APDB tahun 2016 dan akan rampung tahun 2018, tutup nya.

Minta Kejagung dan Kejati Aceh Segera Periksa Pembangunan Jalan Elak Aceh Timur
Foto istimewa

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (1/2/22), Pembangunan Jalan elak di Kabupaten Aceh Timur untuk kepentingan siapa, sekarang jalan tersebut ada yang ditanam batang ubi.

Jalan elak yang diduga telah terlantar tidak ada tanda adanya pekerjaan untuk tahap berikutnya, penegak hukum diminta untuk segera turun tangan, agar pembangunan jalan elak terang benderang.

Jalan elak Aceh Timur, (Peudawa Rayeuk s/d Darul Aman, yang melewati (Kecamatan, Peudawa – Idi Timur – Darul Ihsan- Idi Rayeuk- Idi Tunong- Darul Aman) yang bangun sejak tahun 2016.

Tahap pembangunan jalan elak tahun 2016, Tahap pertama Rp. 21, 2 M, tahap Kedua Rp.14,7 M, tahap ke Tiga, Rp.19,6 M, dan tahap ke Empat Rp. 15. M.

Sejumlah sumber yang berhasil dihimpun Media Realitas Kamis (1/9/22) di lokasi jalan elak, menyebutkan jalan itu yang dibangun lintas Banda Aceh- Medan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, menargetkan pembangunan jalan elak sepanjang 20,5 Kilometer (KM) mulai dari Kecamatan Darul Aman (idi cut) sampai Kecamatan Peudawa yang bersumber dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APDB) tahun 2016 dan akan rampung thun 2018.

Sumber lain juga menyebutkan pembangunan jalan tersebut hanya sia sia saja, karena sampai saat ini tidak bisa di mamfaatkan oleh masyarakat.

Salah seorang warga masyarakat Aceh Timur, juga menyebutkan, pembangunan jalan elak yang menghabiskan uang mencapai puluhan milyar itu, sampai saat ini masih terbengkalai tidak bisa di fungsikan pengguna jalan.

Hasil pantauan media ini juga ada sebagian lokasi yang ditanam pohon ubi kayu dipembabungan jalan elak tersebut.

Kadis PUPR Kabupaten Aceh Timur, Muslem ST yang dihubungi Wartawan Kamis (1/9/22) dikantornya tidak berhasil dihubungi, menurut keterangan salah seorang Pegawai di kantor itu, pak kadis belum keliatan hari ini, ujar salah seorang Pegawai di kantor itu. (*)

BACA JUGA :   Lokan Badaruk Aceh Singkil Juara Satu Nominasi Makanan Tradisonal