PA Gelar Bimtek DPRA Dan DPRK Di Agara

oleh -37.579 views
Partai Aceh (PA)
Foto: Ketua Umum DPA Partai Aceh H. Muzakir Manaf didampingi ketua DPW Agara Yahdi Hasan Ramut saat menggelar konferensi pers usai pembukaan Bimtek pada Selasa (20/09).
Penulis: Sumardi
Editor: Rostani

 GOOGLE NEWS

Kutacane | Realitas РDewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh menggelar bimbingan teknis (bimtek) kepada seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) seluruh Aceh yang berlangsung di Alas Hill Bukit Mbarung Kecamatan Babussalam Aceh Tenggara pada tanggal 20-21 September dengan tema, “Pedoman dan Teknik Pembentukan perundang- undangan.

Bimtek itu dibuka langsung oleh Ketua Umum DPA Partai Aceh H. Muzakir Manaf, Selasa (20/09/2022) mengatakan, bimtek ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Partai Aceh untuk semua kadernya yang ada di parlemen, baik tingkat Aceh maupun kabupaten/kota di seluruh Aceh, dilaksanakan secara bergilir agar semua kabupaten/kota bisa menjadi tuan rumah.

Bimtek kedua yang dilaksanakan PA pasca pandemi covid-19.

Sebagaimana biasanya, dengan harapan kepada seluruh peserta dapat menambah wawasan, pengetahuan dan bekal ilmu untuk diaplikasikan dalam melaksanakan fungsi dan tugas sebagai anggota dewan yang penuh tanggungjawab sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan masing-masing, harapnya.

BACA JUGA :   Gempa Guncang Sabang

Hasil dari pada pelaksanaan ini, nantinya diharapkan juga semakin terwujud kekompakan sesama anggaota dewan utusan Partai Aceh, baik DPRA mau pun DPRK seluruh Aceh dalam rangka memperjuangkan kemajuan masyarakat Aceh dari berbagai sudut kehidupan, terutama sekali dalam menjaga, mengawasi dan menyelesaikan berbagai regulasi yang bersifiat ke-Aceh-an.

Sesuai amanat perdamaian MoU Helsinki 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan, konon lagi dalam menyikapi upaya perubahan UU PA di level DPR RI yang telah dimasukan dalam program legislasi nasional (prolegnas), Mualem mengingatkan.

Mualem juga mengatakan, sesuai dengan visi Partai Aceh, membangun citra positif berkehidupan politik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

BACA JUGA :   Dua Kandidat Akan Bersaing Untuk Ketua IKNR Aceh Barat

Maka Partai Aceh menjadi pelopor dalam mewujudkan cita-cita Aceh, kita yang sudah menduduki di kursi legislatif mesti meningkatkan kualitas dan sinergisitas agar siap mengemban amanah melayani dan membela kekhususan Aceh.

Atas nama Ketua Umum DPA Partai Aceh, dalam kesempatan ini menekankan kepada seluruh anggota DPRA dan DPRK utusan Partai Aceh agar dapat berperan aktif dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam mensejahterakan rakyat Aceh secara menyeluruh melalui rumusan-rumusan regulasi atau qanun-qanun Aceh

Untuk menuju pada tahapan ini, tentunya semua anggota DPRA dan DPRK utusan Partai Aceh wajib bersinergi satu sama lain, baik lintas daerah pemilihan (dapil) mau pun lintas tingkatan, sehingga setiap masyarakat merasai kehadiran Partai Aceh dalam setiap moment kerja kedewanan, katanya.

BACA JUGA :   Polisi Tangkap Pencuri Sepeda Motor di Langsa

Dalam kesempatan ini, Mualem juga menginstruksikan kepada seluruh mantan kepala daerah usungan PA yang sudah habis masa jabatannya di seluruh kabupaten/kota agar bisa mencalonkan diri sebagai anggota DPRA pada pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang, bahkan PA harus bisa mencapai lima puluh persen lebih dkursi di tingkat DPR Aceh.

Kader PA harus fokus pada perolehan kursi DPRA dan DPRK kali ini, begitu juga untuk Aceh Tenggara agar bisa memperoleh kursi tambahan, tegasnya.

Di penghujung sambutannya, Mualem mengajak semua warga Aceh Tenggara dan pemerintah daerah untuk sama-sama mempromosikan wilayahnya ke level nasional dan internasional, karena Aceh Tenggara memiliki lokasi wisata alam yang lebih dari wilayah lain.

Apalagi, di sini juga destinasi wisata islami yang ditandai dengan adanya pusara sang ulama besar dan raja tuturnya (*)