IKLAN YARA

Breaking News : Pelawak Tanah Air Eddy Gombloh Tutup Usia

oleh -20.579 views
Pelawak Tanah Air Eddy Gombloh Tutup Usia
Pelawak Eddy Gombloh
Editor: Sumardi

Jakarta | Realitas – Pelawak senior Tanah Air  Eddy Gombloh yang bernama asli Supardi tutup usia pada umur 80 tahun, Kamis (4/8/2022).

Eddy Gombloh yang lahir di Yogyakarta pada 17 Agustus 1941 ini dikenal sebagai pemeran pendukung di film-film Benyamin Sueb.

“Beliau meninggal di Yogya, lumayan cukup panjang umur kalau kita pikir. Dari dulu beliau komedian populer di Indonesia bersama Ateng,” kata Humas Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Evry Joe dalam pesan suara.

BACA JUGA :   Jokowi Akan Tarik Utang Rp 696 T dan Bayar Bunga Utang Rp 441 Triliun di 2023

Dalam wawancara bersama Humoria Indonesia yang diunggah di YouTube tahun lalu, Ia mengungkapkan kedekatannya dengan Benyamin S bagaikan pinang dibelah dua. Dia mengenal Benyamin sejak masa awal berkarier.

Eddy biasanya tampil sebagai sosok lugu yang dijahili oleh Benyamin dalam film-film komedi.

Dia aktif berakting di era 70-an hingga awal 90, seperti “Djembatan Emas”, “Benyamin Tukang Ngibul”, “Inem Pelayan Sexy” dan “Apa Ini Apa Itu”. Di masa tuanya, ia menetap di Sleman, Yogyakarta.

BACA JUGA :   Sambut HUT RI ke-77, Sandiaga Uno Gelar Kompetisi Menyanyi

Eddy Gombloh akan dimakamkan di TPU Tegal Alur Cengkareng, Yogyakarta pukul 12 siang, Jumat (5/8).

Evry Joe berharap para komedian senior seperti Eddy Gombloh diberi penghargaan dan lebih diperhatikan oleh asosiasi komedian, pemerintah maupun swasta atas karya-karyanya yang menghibur beberapa generasi, tak hanya di Indonesia, tetapi juga negeri tetangga seperti Malaysia.

BACA JUGA :   Sosok Syahar Diantono Pengganti Ferdy Sambo, Dikenal Gemar Sedekah

Ia berpendapat, komedian senior seperti Eddy Gombloh, Ateng, S. Bagio adalah penampil sejati yang karyanya masih digemari hingga saat ini.

“Mestinya kita gugah pemerintah, harus beri penghargaan kepada senior-senior yang sudah memberi karyanya, yang sudah menghibur bangsa dan negara kita, sampai ke internasional. (*)