Rote Ndao | Realitas – Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Anton Ndun asal Fraksi Golkar, mangkir dua kali dari pangilan Polda NTT atas laporan Paulus Henuk saat melakukan sidak ditemukan penimbunan Pupuk di Kecamatan Pantai Baru
Dirkrimsus Polda NTT saat dihubungi media Sabtu 21/5/2022 melalui KOMPOL LIBARTINO SILABAN KANIT SUBDIT 1 INDAG DITRESKRIMSUS POLDA NTT
Mengatakan terkait dengan laporan Wakil Ketua DPRD Rote Ndao Paul Henuk terkait penimbunan pupuk yang ditemukan waktu sidak penemuan prebeging karung sejumlah 320 ton.
Setelah kami telusuri ternyata penimbunan pupuk tidak ditemukan, dan yang kedua untuk prebeging 320 ton itu setelah kami melakukan lidik dan wawancara bahwa ada instruksi dari produsen untuk prebeging dan penarikan ke BGR Kupang.
Untuk produsen yang di pusat tepatnya di Jakarta PT pupuk Indonesia.
“Jadi kesimpulannya untuk penimbunan tidak ditemukan dan prebeging itu atas instruksi dari pupuk Indonesia , selanjutnya kami akan koordinasi dengan dinas pertanian karena kalau tidak ditemukannya penimbunan berarti tidak ada tindak pidananya, ”
Polda serius menangani kasus tersebut buktinya, Sampai sekarang kami masih lanjutkan dan kami sudah panggil dinas pertanian, kabupaten, dan provinsi kami juga panggil BGR , pihak pihak yang bersangkutan untuk menjelaskan prebeging dan penimbunan, masalah – masalah distributor dan kami juga sudah panggil para pengecer.
“Sudah kami panggil semua yang bersangkutan dan telah melakukan pemeriksaan , untuk sementara dari kami sebagai penyidik kami mendapat informasi dari dinas pertanian bahwa dinas pertanian hanya sebatas pengawalan dan pelaporan monitoring terhadap pendistribusian pupuk, Kedua dari pihak BGR hanya mendapat perintah dari produsen” Tegasnya
Untuk sementara kami sudah panggil para pengecer tetapi terkait dengan adanya anggota dewan kita tidak mendapatkan karena kami panggil itu sesuai dengan hasil penunjukan dari produsen dan distributor.
Ternyata yang disebut ada anggota dewan ternyata dicek dan dipanggil atas nama ibu Rini Polin, sementara anggota DPRD asal Golkar Anton Ndun, sudah dua kali dipanggil, tetapi belum hadir, sehingga akan segera mungkin mengagendakan pemangilannya lagi.
“Kita sudah melakukan pemanggilan terkait dengan anggota dewan yang dimaksud dan kami sudah konfirmasi dengan ibu Rini menerangkan bahwa uang yang dia dapat dari kelompok tani itu dipegang oleh dia.
Terkait dengan anggota dewan sampai sekarang kami masih melakukan pemanggilan untuk konfirmasi terkait pernyataan yang ada dan katanya ia masih sibuk di DPR.
” Kami sudah melakukan komunikasi dengan anggota dewan dan pemanggilan Untuk datang ke Polda NTT untuk dimintai keterangan namun oknum anggota DPRD memberi alasan bahwa masih ada kegiatan DPRD .
Menurutnya, pertama waktu dirote kami beri pemanggilan beliau sedang berada di Jakarta.
Kedua waktu kami dikupang kami melakukan kontak beliau masih minta waktu karena masih ada kegiatan musyawarah.
Kita akan koordinasi dengan anggota ketua dewan yang ada dirote untuk hadir dipolda NTT. (*)


