Muara Enim | Realitas – Dalam tiga bulan pertama tahun 2022, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,28 triliun atau tumbuh signifikan 355 % secara year on year dari capaian tahun 2021 sebesar Rp500,52 miliar.
Pendapatan usaha mencapai Rp8,21 triliun atau tumbuh 105% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,99 triliun.
Sementara total aset Perseroan tumbuh 8% dari Rp36,12 triliun per 31 Desember 2021 menjadi Rp38,99 triliun per 31 Maret 2022.
Booming harga komoditas batu bara masih berlanjut dan semakin menguntungkan produsennya, termasuk emiten batu bara pelat merah PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Kinerja perseroan sangat ciamik pada tiga bulan pertama tahun ini.
Bukit Asam membukukan laba bersih sebesar Rp 2,27 triliun pada kuartal I-2022, meroket 354,6% dibandingkan dengan hanya Rp 500,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Rabu (18/5/2022), laba per saham juga terbang menjadi Rp 198, dari semula hanya Rp 45.
Melonjaknya laba bersih ditopang oleh perolehan pendapatan yang juga meningkat signifikan.
Pendapatan PTBA mencapai Rp 8,2 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini, meroket 105,4% dibandingkan dengan Rp 3,99 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Beban pokok pendapatan juga naik seiring dengan meningkatnya pendapatan.
Namun, persentasenya lebih kecil dari peningkatan pendapatan, yakni naik 59,7% dari Rp 2,98 triliun menjadi Rp 4,75 triliun per Maret 2022.
Laba kotor tercatat Rp 3,45 triliun pada kuartal I-2022, melonjak 239,1% dibandingkan dengan Rp 1,02 triliun per Maret 2021. (*)

