Api Suzuya Menyala Lagi Ketika Senja Kala

oleh -225.759 views
Api Suzuya Menyala Lagi Ketika Senja Kala
Kobaran api di Mall SUZUYA Banda Aceh menyala ketika senja kala. Petugas keamanan terus berjaga-jaga hingga malamnya. (Foto teks Adnan NS)

Banda Ace | Realitas – Kobaran api di Mall SUZUYA Banda Aceh menyala ketika senja kala. Petugas keamanan terus berjaga-jaga hingga malamnya.

Setelah hujan deras mereda beberapa saat api terus mereda, namun kepulan asap tetap menyelimuti plaza termegah ini.

Begitu juga mobil pemadam gabungan Aceh Besar dan Banda Aceh satu persatu masih mengangkut air untuk melakukan penyiramannya hingga senja (Magrib)tiba.

Anehnya saat petugas aplusan, justeru api tiba-tiba marak lagi dari sumber gumpalan asap dan dari belakang langsung merayap ke arah depan dan bunga api pun berjatuhan ke lantai bawah dan menghanguskan barang lainnya lagi.

Si Jago Merah sudah padam, asap mengepul trus (Foto teks Adnan NS)
Si Jago Merah sudah padam di Mall SUZUYA Banda Aceh namun asap trus mengepul (Foto teks Adnan NS)

Mall tergolong megah dan lengkap di Banda Aceh, musnah dilalap sijago merah Senin (4/04/2022) tengah hari tadi.

Asap hitam pekat terlihat mulai mengepul ke udara sekitar 11.45 Wib.

Para pengunjung dan petugas berseragam khas gedung berlantai tiga ini berhamburan menuruni tangga darurat untuk menyelamatkan diri.

Siang itu pengunjung sedang padat membeli keperluan sehari-hari.

Warga Gampong Lamteumen Timur dan penghuni Ruko di seputaran menjerit histeris dan mengaman barang berharga sambil membawa lari ke luar bersama anaknya.

BACA JUGA :  Rencana Demo Dugaan Korupsi Videotron IAIN Langsa Mendadak Batal, Publik Pertanyakan Sikap ALASKA : Ketua YARA Langsa Desak Dirkrimsus Periksa Kasus Dugaan Korupsi Videotron

Sumber api diperkirakan dari lantai teratas sebelah barat gedung yang padat rumah warga itu.

Sejumlah Mobil Pemadam Kebakaran(Damkar) Banda Aceh yang tiba sekitar 20 menit kemudian awalnya sedikit saja bisa menguasai jilatan api yang membubung tinggi itu.

Seiring angin berembus kencang api kembali marak dan kepulan asap hitam kembali meninggi ke udara.

Bantuan sejumlah Damkar Aceh Besar yang berpusat di Lambaro, Ingin jaya, diterjunkan untuk memadamkan si jago merah yang kian merambah itu.

Sore tadi api mulai padam, namun asap tebal masih mengepul ke atas mengarah ke arah Jalan T.Umar.Petugas Damkar dan Polri serta TNI terlihat terus berjaga-jaga.

Menurut Azhari, 59, salah seorang saksi yang sedang melintas menuju Masjid Raya Baiturrahman bersama Riziek cucunya, sempat terhalang dan harus memutar akibat pemblokiran jalan utama.

Dia sendiri pun akhirnya terpaksa bersujud Zuhurnya di Masjid Quba Blower, akibat kemacetan.

Menurut para petugas kepolian kepada kepada Realitas, sumber api diperkirakan dari arus pendek.

Amatan Media ini, polisi juga masih disiagakan setiap lorong dan di tepi sungai Krueng Doy untuk mencegah korban jiwa dan aksi penjarahan dari pelaku yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.

BACA JUGA :  Mawardi Didampingi Kuasa Hukum Datangi Kantor Satpol PP/WH Aceh Timur Pertanyakan Dilepas Nursalamah Yang Diduga Berzina Dengan Kepala Dusun

Petugas juga melakukan pengaturan di jalan tersebut yang banyak datang melihat kemarahan api hingga malam ini.

Menurut catatan media ini, peristiwa kebakaran dialami Swalayan terkenal di Nusantara ini, merupakan keempat kalinya di Banda Aceh.

Sekitar hampir tahun lalu. Persisnya sebelum tsunami, kebakaran pertama melanda swalayan ini ketika berpusat di Pasar Aceh.

Plaza ini kembali berfungsi beberapa tahun kemudian setelah direnovasi.

Tidak lama berselang pada suatu malam kembali diamuk api, namun kali langsung bisa dipadamkan saat itu juga, Adi Setempel salah seorang pedagang di seputaran pasar Aceh itu, kepada media ini Senin malam.

Pada tahun-tahun awal menempati bangunan megah ini didirikan di atas lahan bekas Terminal Antar Provinsi Seutuy, Banda Aceh Plazai kembali “disapa” sang api juga pada lantas teratasnya, namun langsung sempat dipadamkan seketika.

Kebakaran ke empat kali ini lebih dahsyat lagi dan unik.

Si apinya seperti berpura-pura “tidur” sambil mengendap lalu merayap dan tiba-mengamuk lagi saat senja kala.

Merembes ke mana-mana, hingga seluruh barangnya langsung menjadi abu.

Saat berita ini dilayang asap sisa bakaran masih mengepulkan asap.

Bakda Zuhur api sudah padam, Berbarengan Banda Aceh diguyur hujan deras sekejap. (*)