IKLAN YARA

Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Mengapung di Sumur

oleh -15.489 views
Nenek di Blitar
UPDATE CORONA

Blitar I Realitas – Seorang nenek di Kabupaten Blitar, Jawa Timur ditemukan tewas di dalam sumur Peristwia itu terjadi di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Kamis (4/11/2021).

Sebelum ditemukan tewas, korban sempat keluar rumah subuh-subuh Bahkan, keluarga dan tetangga mencari keberadaan korban karena tak kunjung pulang ke rumah Korban diketahui bernama Misni berusia 60 tahun.

Menurut anggota keluarga dan tetangga, Mbah Misni belum pikun sehingga seharusnya tidak lupa kalau ada sumur yang tidak terpakai di dekat sawah di belakang rumahnya.

Temuan jasad korban itu pun dilaporkan ke Polsek Wates.

BACA JUGA :   Peringatan Dini BMKG Sabtu 27 November 2021: Waspada Aceh Alami Hujan Disertai Angin Kencang

“Kami belum bisa menduga-duga mengapa korban sampai mengalami kejadian seperti itu.”

“Sebab, tidak ditemukan kejanggalan atas peristiwa tersebut,” ujar Iptu Suharianto, Kapolsek Wates.

Bukan hanya warga yang heran atas kejadian itu, namun keluarganya sendiri juga demikian.

Sebab, pagi itu atau usai Subuh, korban sudah keluar rumah tanpa diketahui tujuannya ke mana.

Kebiasaan itu sering dilakukan korban namun tak lama kemudian sudah kembali.

Namun, kali ini tidak seperti biasanya karena hingga tengah hari korban belum pulang.

Sehingga keluarganya mulai bingung dan mencarinya kemana-mana.

BACA JUGA :   Ayah dan Anak Tewas Dalam Laga Kambing Bus JRG vs Panther PU

“Saat itu keluarganya sudah mulai panik dan mencarinya. Termasuk juga sudah ditanyakan ke tetangganya namun tak ada yang tahu.”

“Malah ada yang bilang, sejak pagi itu mereka tidak melihat korban,” ujarnya.

Karena tidak diketahui jejaknya ke mana, anak dan menantunya panik Bahkan para tetangga yang ikut mencari ke mana-mana, ikut cemas.

Di tengah kepanikan itu, mendadak Supri (46), anak korban, tergerak untuk berjalan menuju ke sumur yang ada di belakang rumahnya.

Sumur itu hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya namun berada di persawahan dan sudah tak terpakai. Bahkan, airnya juga tidak dalam.

BACA JUGA :   Kehadiran KSJ Ditengah Covid-19 Sangat Membantu Kaum Duafa

“Ternyata, begitu dilihatnya, korban sudah terapung. Memang sumur itu tak ada pengamannya seperti penutupnya.”

Bahkan bibir sumurnya juga rata dengan tanah di atasnya. Tidak seperti sumur kebanyakan, yang atasnya ditembok melingkar,” pungkasnya.

Kemungkinan, korban tidak melihat kalau ia sudah berjalan terlalu dekat ke bibir sumur, apalagi saat itu masih Subuh sehingga suasana masih agak gelap.

Selain itu, rerumputan membuat bibir sumur tidak terlihat sehingga kemungkinan korban tersandung atau tercebur saat berjalan. (*)

Sumber:dtc