IKLAN YARA

Camat dan Kades di Rote Ndao Silang Pendapat Gegara Bantuan Ternak

oleh -94.489 views
Camat dan Kades di Rote Ndao Silang Pendapat Gegara Bantuan Ternak
Polce manafe, Camat Rote Selatan.
UPDATE CORONA

Rote Ndao I Realitas – Kepala Desa Ngelodae Kecamatan Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao, Urbanus Sinlae,S.H dan Camat Rote Selatan, Polce Melyaki Manafe, S.Pd, saling perang dingin gara-gara bantuan peternakan dari Pemkab ke warga yang melaporkan ke camat bahwa kades enggan tanda-tangan.

Masalah peternakan misalnya, Alex Sinlae Warga Desa Nggelodae yang ditemui media ini, Senin (15/11/2021) di kediamannya di Dusun lopolain menjelaskan, “Terkait dengan proposal yang dirinya dan beberapa teman mengajukan bantuan berupa, bantuan sapi dari Dinas Peternakan kabupaten Rote Ndao, menyangkut dengan proposal yang kita buat terhitung dari bulan September tetapi setelah 1 minggu kemudian informasi dari Dinas bahwa nanti bantuan sapi itu dikasih berupa uang tunai, tetapi bantuan uang tersebut harus masuk ke rekening desa lagi, baru kami kelompok bisa mengambil uang bantuan sapi itu di kepala desa”, kata Alex.

Alex Sinla’e, Warga Desa Nggelodae,Kecamatan Rote Selatan.

Untuk ditanda tangani itu menyangkut dengan pencairan dana ketika dari Dinas harus melalui desa baru dicairkan dan disalurkan ke penerima sebagai anggota yang membuat proposal.

Untuk pencairan karena Kepala Desa beralasan “Disampaikan melalui Ketua ketika tanda tangan tapi dikroscek dan mendapat nama saya maka saya harus keluar dulu baru kades mau tanda tangan, kalau tidak beliau tidak akan tanda tangan”, lanjutnya.

BACA JUGA :   Jokowi Akan Relokasi 2 Ribu Rumah Korban Erupsi Gunung Semeru

Menurut Masih Alex Sinla’e “Dari Dinas Peternakan sampaikan kepada ketua Kelompok untuk minta tanda tangan kepala desa menyangkut pencairan uang untuk disalurkan ke Rekening desa, tetapi kemudian dikasih rekomendasi untuk tanda tangan Kepala Desa nggelodae Urbanus Sinla’e beralasan bahwa nama saya harus dikeluarkan dulu baru Kepala Desa tanda tangan karena alasannya saya tidak punya pakan ternak, tetapi saya bersedia dari Dinas Peternakan untuk survei lokasi saya, saya siap” kata Alex.

Secara terpisah Urbanus Sinlae Kepala Desa Ngelodae yang di temui di kantor Desa, Senin (15/11/2021) menjelaskan terkait dengan proposal bantuan ternak menurutnya belum ada kendala di pencairan dana karena proposal ini masih dalam proses.

Urbanus Sinla'e, Kepala Desa Nggelodae.
Urbanus Sinla’e, Kepala Desa Nggelodae.

Ketika di awal meminta bantuan tentu setelah itu diminta lagi untuk membuat pernyataan terkhusus bagaimana mengkroscek kembali penerima apakah benar-benar siap menerima.

Salah satu contoh adalah memiliki pakan ternak dan lain sebagainya, karena saya belum dapat informasi kapan uang itu masuk ke rekening dan kapan pencairan. Jadi bukan tidak mau tanda tangan artinya salah satu kelompok siapa yang menyatakan karena tanda tangan itu punya konsekuensi dan bertanggungjawab terhadap sesuatu di kemudian hari.

BACA JUGA :   Profil Heru Hidayat, Koruptor Dana PT ASABRI yang Dituntut Pidana Mati

Sehingga kita butuh kepekaan bahwa saya menyetujui sesuatu itu manakala mereka ini dari sisi kelayakan, dari lima orang dalam 1 Kelompok itu kita sangat setuju kalau memang telah disetujui oleh pemerintah Dinas Peternakan, tetapi Maksudnya sampai saya harus menandatangani saya harus melakukan verifikasi apakah dalam pakan ternak kalau memang layak dalam pakan ternak maka perlu melakukan pembaharuan, Karena dana ini bukan untuk dikonsumsi tetapi dana ini untuk membeli sapi sesuai kebutuhan.

Sebagai Kades ingin kita berkomunikasi dengan komplit, dan siapakah yang memberikan informasi itu apakah dari kelompok atau dari luar supaya saya bisa menanggapi dengan baik.

Camat Rote Selatan, Polce Melyaki Manafe, S.Pd, mengatakan Proposal yang sudah ditanda tangani hanya yang belum ditandatangani itu adalah kuitansi transfer uang dari keuangan ke rekening desa, yang harus di tandatangan adalah kepala desa sebagai pengguna anggaran di desa.

Kemudian Kabag Keuangan menyatakan, “maka saya sebagai camat arahkan ke kepala desa bahwa karena proposal itu sudah diterima oleh ibu bupati dan ibu bupati sudah buatkan SK penerima jadi kepala desa tidak ada alasan untuk menolak dan saya sudah arahkan tetap adakan perubahan APBDeS dan uang itu harus masuk ke rekening desa.

BACA JUGA :   Kebun Binatang Ragunan Akan Ditutup Sementara Pada 24 Desember

Masih lanjut camat saya akan panggil Kades Dan yang mengadu dari para kader pada tanggal 30 Oktober tentang pemotongan insentif kader posyandu dan saya panggil pengguna anggaran dan bendahara desa.

Jika memang kades dan bendahara yang salah maka sanksi yang saya berikan adalah teguran lisan kemudian mengarahkan kalau tidak ada dasar hukum pemotongan insentif atau honor para kader maka saya akan jelaskan untuk tetap dibayar.

Kemudian bantuan kelompok penerima sapi dan ketika kades bersikeras tidak mau tanda tangan maka saya akan mengarahkan beliau agar membuat pernyataan tertulis dengan pernyataan tersebut akan saya kasih ke ibu bupati untuk sampaikan ke kelompok yang sudah mendengar bahwa ibu bupati memberikan bantuan ternak berupa uang senilai Rp. 25 juta tetapi Kepala Desa sebagai pemimpin di desa tidak mau menindak lanjut bantuan tersebut”, jelas Polce manafe Camat Rote Selatan. (Dance Henukh )