IKLAN YARA

Pisah Ranjang 2 Bulan, Suami Bunuh Istri Karena Dekat Dengan Pria Lain

oleh -37.489 views
Pisah Ranjang 2 Bulan, Suami Bunuh Istri Karena Dekat Dengan Pria Lain
Pisah Ranjang 2 Bulan, Suami Bunuh Istri Karena Dekat Dengan Pria Lain
UPDATE CORONA

Banjarnegara I Realitas – Seorang suami tega menghabisi nyawa istrinya sendiri. Kasus pembunuhan berencana terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Diketahui yang menjadi korbannya adalah seorang wanita muda bernama Yohoana (21).

Sedangkan pelakunya merupakan orang dekat dari korban sendiri, yakni suaminya.

Ia berinisial RS, warga warga Desa Gembol, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Pelaku tega menghabisi istrinya sendiri lantaran terbakar api cemburu.

Motif kasus ini berhasil terungkap setelah Polres Banjarnegara membekuk pelaku pada Kamis dini hari (2/9/2021).

BACA JUGA :   Penambang Batubara Illegal Lawang Kidul Tuntut Rekannya Dibebaskan

Kasatreskrim Polres Banjarnegara, AKP Donna Briadi mengatakan, motif pembunuhan pelaku ke istrinya bukan karena masalah ekonomi.

Sang suami ternyata sempat terbakar api cemburu kepada korban.

Korban dan pelaku diketahui telah pisah ranjang dua bulan.

“Bukan karena ekonomi, tapi karena kecemburuan, ” kata Donna, Kamis (2/9/2021).

Selama pisah ranjang, RS ternyata memantau chat istrinya di media sosial (Facebook).

BACA JUGA :   Polisi Bongkar Pabrik Rumah Tembakau Sintetis, 6 Tersangka Ditangkap

Di situ ia melihat ada pria lain yang coba mendekati istrinya.

RS terbakar api cemburu karena ada lelaki lain yang mendekati istrinya.

Puncaknya, menurut Donna, RS merencanakan aksi jahat dengan menunggu istrinya pulang kerja di jalan menuju tempat tinggalnya, Dukuh Buntu, Desa Bakal.

RS juga membawa senjata tajam dalam aksinya itu.

Saat bertemu di jalan, ia tak bisa mengendalikan amarahnya.

RS menganiaya istrinya menggunakan senjata tajam.

BACA JUGA :   Tinjau Kesiapan Alutsista Menarmed 2, Danpussenarmed Silaturahmi Bersama Forkopimda dan Tokoh Agama Malang Raya

“Yang bersangkutan menunggu ketika korban pulang kerja, ” kata Donna.

Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Tersangka dianggap melanggar Pasal 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dan atau pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, atau pasal 338 KUHP soal pembunuhan.

Ancaman hukuman untuk tersangka adalah hukuman mati, atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun. (*)

Source:Trb