IKLAN YARA

Pengusaha Besi Tua di Batam Ditemukan Tewas Setelah Menghilang 3 Minggu

oleh -55.489 views
Pengusaha Besi Tua di Batam Ditemukan Tewas Setelah Menghilang 3 Minggu
Pengusaha Besi Tua di Batam Ditemukan Tewas Setelah Menghilang 3 Minggu
UPDATE CORONA

Batam I Realitas – Pengusaha besi tua di Tanjungpinang yang dikabarkan telah hilang sejak 5 September 2021 lalu, Zainudin, akhirnya ditemukan pada Minggu (26/9/2021).

Zainudin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa saat ditemukan di daerah Kecamatan Gunung Kijang Bintan.

Tak lama setelah ditemukan, jenazah Zainudin dievakuasi ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) dan tiba sekira pukul 21.00 WIB.

Sekira pukul 21.15 WIB, Minggu, di depan Kamar Jenazah RSUD RAT, tampak istri Zainudin, Eni Marlina terlihat sedih. Begitu pun kerabatnya yang lain.

Tatapan mata Eni terlihat kosong, yang menandakan kekhawatiran dan kesedihannya.

Seorang perempuan dari keluarga Zainudin, berusaha menenangkan Eni dengan memegang tangan, sembari mengelus dadanya.

Salah satu keluarga Zainudin, Runi membenarkan, jenazah yang sedang dievakuasi ke RSUD RAT dari Kecamatan Gunung Kijang adalah benar jenazah Zainudin.

“Ya, itu betul Zainudin saudara saya,” kata Runi kepada sejumlah awak media di Ruang Jenazah RSUD RAT.

Terakhir, Runi mengatakan jika seandainya kematian Zainudin terdapat indikasi tindak pidana, ia berharap agar pelaku segera ditemukan dan diberi sanksi sesuai Undang-undang yang berlaku.

20 Hari Dilaporkan Hilang

Polisi memastikan mobil Avanza warna putih yang ditemukan tenggelam di Danau Biru, Kabupaten Bintan, milik seorang warga bernama Zainudin.

Hal itu disampaikan Kasubag Humas Polres Tanjungpinang, Iptu Suprihadi.

“Ya benar, kita sudah tanyakan kepada keluarga Zainudin dan membenarkan milik mereka,” ujarnya, Sabtu (25/9/2021).

Pihaknya telah meminta bantuan Tim Sar untuk mencari Zainudin di lokasi ditemukan mobilnya itu.

Namun keberadaannya tidak ditemukan.

“Sudah dilakukan penyelaman juga, namun tidak ditemukan keberadaan Zainudin,” ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya belum bisa menyimpulkan hilangnya Zainudin ada kaitannya dengan tindak kejahatan.

“Kita belum bisa menyimpulkan demikian.

Saat ini Satreskrim sedang terus menelusurinya. Nanti perkembangan lebih lanjut akan kita sampaikan kembali,” jawabnya.

Iptu Suprihadi menjelaskan, polisi mendapat laporan dari keluarga Zainudin pada 8 September 2021 lalu.

“Keluarganya melaporkan, Zainudin sudah tidak berada di rumah pada 5 September dan pada 8 September melaporkan anggota keluarganya hilang,” ujarnya.

Menurut pengakuan keluarga, memang saat itu terakhir melihat Zainudin pergi meninggalkan rumah menggunakan kendaraannya.

“(mobil) ditemukan tenggelam di Danau Biru itu,” sebut Suprihadi lagi.

Jika mengacu pada tanggal keluarga terakhir melihat Zainudin, berarti kini sudah 20 hari pria tersebut tak pulang ke rumahnya.

Hingga saat ini belum didapat kepastian terkait kondisi Zainudin.

Sementara itu dari pihak keluarga juga membenarkan mobil Avanza yang ditemukan di Danau Biru Bintan milik Zainudin.

“Iya betul. Mobil yang ditemukan di Danau Biru Bintan itu punya suami saya,” ucap Eni Marlina kepada TribunBatam.id di tempat usaha suaminya, Sabtu (25/9/2021).

Wanita 47 tahun itu hafal benar dengan kondisi Toyota Avanza warna putih dengan nomor polisi BP 1924 TI milik suaminya, Zainudin yang ditemukan Kamis (23/9) sekira pukul 21.00 WIB.

Zainudin dan Eni tinggal di Jalan Singkong, Batu 7, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Mereka mempunyai usaha besi tua yang berlokasi di jalan Raja Haji Fisabilillah, Kilometer 8 Tanjungpinang.

Eni bersama keluarga Zainudin juga telah melaporkan hal tersebut ke Polres Tanjungpinang.

Eni pun tak mengetahui secara pasti ketika disinggung apakah suaminya memiliki masalah dengan orang lain.

Menurutnya, suaminya tak pernah terbuka kepadanya.

“Sama istri tidak terbuka, makanya saya tidak pernah tahu banyak tentang abang jika ada masalah atau apa,” ujarnya.

Pernikahan Zainudin dan Eni dikaruniai 3 anak.

Anak pertamanya kini sudah tamat sekolah, sementara anak ke dua dan bungsu masih duduk di bangku sekolah.

“Anak kedua sekarang kelas 3 SMP dan paling kecil masih kelas 4 SD,” ucap Eni dengan wajah khawatir. (*)

Source: Trb