IKLAN YARA

FAURI-01 Dorong Kasus Mesum Walikota Langsa Dituntaskan Secara Hukum

oleh -118.489 views
FAURI-01 Dorong Kasus Mesum Walikota Langsa Dituntaskan Secara Hukum
UPDATE CORONA

Banda Aceh I Realitas – Forum Aceh Untuk RI-01 (FAURI-01) mendorong kasus dugaan mesum yang dilakukan oleh Walikota Langsa, Usman Abdullah dengan janda anak tiga berinisial Ai, agar bisa dituntaskan secara hukum.

Sehingga, kasus yang mencoreng nama daerah tersebut tidak menjadi polemik berkepanjangan ditegah masyarakat.

Ketua FAURI-01, T.Said Machdy, dalam pernyataannya yang disampaikan kepada media, Jumat (10/9/2021) mengatakan, kasus dugaan mesum melibatkan Walikota Langsa Usman Abdullah yang baru-baru ini dibongkar oleh Ketua KIBAR Aceh, Muslim alias Cut Lem, telah menyita perhatian publik di Provinsi Aceh.

Apalagi, baru-baru ini Cut Lem kembali menggelar konferensi Pers untuk mendorong instansi terkait agar segera menuntaskan kasus Asusila yang diduga di lakukan Walikota Langsa Usman Abdullah.

“Kami berharap kasus Asusila yang melibatkan Walikota Langsa ini, untuk diusut secara serius dan tuntas.

Masyarakat Kota Langsa ingin mendapatkan kebenaran hukum, atas kasus Asusila Walikota Usman Abdullah yang dilakukannya di Pendopo
kebangangan warga kota Langsa,” ujar Said Machdy.

Menurutnya, kasus Asusila Walikota Langsa diduga sengaja digelindingkan ke arah politik oleh oknum tertentu.

Tetapi secara logika berfikir akal sehat, kasus Asusila Walikota Usman Abdullah adalah kasus pidana umum seperti halnya kasus mesum hasil tangkapan Wilayatul Hisbah (WH) selama ini di Aceh, dan tak ada kaitannya dengan politik.

BACA JUGA :   Festival Meurah Silu Di Kota Langsa Terapkan Prokes

“Kita tentu tahu, Cut Lem tidak akan berani membongkar kasus Asusila Walikota Langsa jika tidak memiliki alat bukti yang kuat.

Apalagi yang dihadapi oleh Cut Lem adalah orang nomor 1 di Kota Langsa”, ungkap Said Machdy.

Karena itu, Said Machdy mengatakan, saat ini masyarakat Langsa hanya ingin sebuah keputusan keadilan yang independen agar kedepan penerapan hukum syariat berjalan dengan baik di bumi Serambi Mekah.

Lalu imej buruk terhadap hukum syariat di Aceh yang dikenal dengan tajam kebawah tumpul keatas, bisa terhapus di pikiran masyarakat Langsa, demikian Said Machdy.

Seperti di beritakan sebelumnya,

Sehubungan dengan dugaan Pelecehan Seksual oleh Walikota Langsa, Ketua DPD KIBAR Aceh Muslim, SE Alias Cut Lem Angkat kembali angkat bicara.

Walaupun Cutlem sudah dilaporkan oleh Walikota Langsa, Rabu 18 Agustus 2021 Lalu ke Polda Aceh, namun kembali gegerkan Kota Langsa, meminta SATPOL / WH Langsa, agar segera cambuk sejumlah pejabat yang terlibat dugaan mesum di Kota Langsa Provinsi Aceh.

Menurut Cutlem selama 9 Tahun Kepemimpinan Walikota Langsa Usman Abdullah alias Toke Seum banyak Masyarakat kecil Pelanggar Syariat Islam yang di Hukum Cambuk Terutama Pelanggaran Mesum, ini kita apresiasi demi tegaknya Penegakan Syariat Islam di Bumi Aceh, demikian Cutlem pada acara Konferensi Pers pada hari Rabu (8/9/2021).

BACA JUGA :   Pasien Covid 19 Di Langsa Menurun Berjumlah Tiga Orang

Namun aneh nya Ketika Oknum Ajudan-ajudan Walikota Langsa, dugaan tertangkap Massa di duga Mesum, Mereka tidak di Tindak dan tidak di Cambuk dengan Berbagai macam cara dan alasan bahkan di duga di suruh lari ke Medan dan malah seperti kasus terbaru Geuchik Gampong Baro berinisial WS yang terkesan lamban di tangani, ujar nya.

Lebih lanjut Cutlem menyebutkan, bahkan banyak juga oknum Pejabat-pejabat Pemko Langsa yang tertangkap kasus serupa selama kepemimpinan Usman Abdullah, Namun Mereka juga Tidak di tindak apalagi di Cambuk dengan berbagai macam cara dan alasan.

Sekarang Malah Walikota Langsa Sendiri di duga melakukan Asusila atau Mesum berdasarkan pengakuan saudari Nuraina alias Ai, kepada Cutlem Ketua LSM Kibar.

Cut Lem juga menyebutkan selama ini hanya masyarakat Kecil yang di tindak dan di Cambuk Oleh Dinas Syariat Islam (DSI), Jika Keberadaan DSI Hanya Untuk Menghukum dan Menindak Masyarakat Kecil tapi tumpul terhadap Pejabat dan Keluarga Pejabat Lebih Baik di Bubarkan Saja Karena Meresahkan dan Zalim.

Oleh karena nya Cut Lem meminta Kepada Penegak Hukum Terutama DSI Untuk Segera Mengusut dan Mengungkap dugaan Kejahatan Asusila atau dugaan Mesum yang di duga di Lakukan Oleh oknum Walikota Langsa Usman Abdullah Berdasarkan Pengakuan saudari Nuraina alias Ai, ini semua demi rasa keadilan Hukum bagi masyarakat, apabila terbukti maka walikota sekalipun harus di cambuk, sebut Cutlem.

BACA JUGA :   Polres Lhokseumawe Ciduk 22 Pemain Judi Online Chip High Domino

Yang kita sampaikan kepada masyarakat Pemko Langsa Langsa, apa yang kita sampaikan kepada masyarakat setelah ai melaporkan kepada Cutlem, dalam pertemuan hampir dua bulan lebih di Banda Aceh, banyak pengakuan ai dan siapa saja yang terlibat nanti kita minta penegak hukum harus umumkan kepada masyarakat, ujar Cutlem.

Ketua DPD KIBAR Aceh akan terus mengawal kasus yang berkaitan dengan dugaan Kejahatan Asusila berupa mesum di Pendopo Kota Langsa.

Walaupun Mendapat Resiko dan Tantangan, ini Demi Tegaknya Syariat Islam Khususnya di Kota Langsa dan Umumnya di Bumi Aceh, Ketua DPD KIBAR Aceh Cut Lem Komitmen Menjalankan Fungsi Sosial Kontrol Sebagai Penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat.

Diakhir konferensi Pers Cutlem juga menyebutkan sekaligus meminta kepada penyidik Polda Aceh agar kasus yang dilaporkan oleh Walikota Langsa, agar sampai ke pengadilan, untuk dibuktikan secara hukum, masyarakat kota kita minta agar tenang dan tidak terprovokasi dalam kasus ini, kita serahkan kepada penyidik yang sedang bekerja mengusut kasus ini di Polda Aceh, tutup Cutlem. (*)

Sumber : maliqNews.com