IKLAN YARA

Heboh Surat Minta Sumbangan dari Gubernur Sumbar, Kemendagri Cek Langsung

oleh -132.489 views
Heboh Surat Minta Sumbangan dari Gubernur Sumbar, Kemendagri Cek Langsung
Surat Minta Sumbangan dari Gubernur Sumbar
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas Surat permintaan sumbangan untuk penerbitan buku yang ditanda tangani Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi beredar dan bikin heboh. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun bakal mengecek surat itu.

“Kami cek dulu,” ujar Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, kepada wartawan Jumat kemarin (20/8/2021).

Pengecekan itu termasuk soal keterangan polisi yang menyebut dana terkumpul dari surat sumbangan itu masuk ke rekening pribadi. Polisi sendiri tidak menyebut rekening pribadi siapa yang dimaksud tersebut.

BACA JUGA :   Hadiri Peletakan Batu Pertama Islamic Center PERSIS, Kapolri Yakin Hasilkan SDM Berkualitas

Kasus ini mencuat setelah polisi mengamankan lima orang, yang belakangan dilepaskan, terkait surat permintaan sumbangan dengan tanda tangan Mahyeldi. Polisi awalnya menduga lima orang yang membawa surat itu melakukan penipuan.

Penangkapan itu dilakukan pada Jumat (13/8) lalu. Kelima orang yang diamankan tersebut adalah D (46), DS (51), DM (36), MR (50), dan A (36).

Dari hasil pemeriksaan, kelimanya mendatangi para pengusaha, kampus, dan pihak-pihak lain bermodalkan surat berlogo Gubernur Sumatera Barat dan bertanda tangan Mahyeldi. Kelimanya disebut telah mengumpulkan uang Rp 170 juta.

BACA JUGA :   Bupati Kolaka Timur Ditangkap KPK, Berikut Daftar Harta Kekayaan Andi Merya Nur

Surat itu sendiri berisi permintaan sumbangan untuk penerbitan buku Profil ‘Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan’. Polisi kemudian mengungkap kalau duit dari sumbangan itu masuk ke rekening pribadi, tanpa menyebut siapa pemilik rekening itu.

“Uang dikirim ke rekening pribadi. Itu yang menimbulkan kecurigaan, sehingga ada pihak yang melaporkan kepada kami. Lagi pula mereka membawa surat berlogo Gubernur, tapi bukan ASN atau tenaga honorer di pemda. Berbekal surat itulah mereka mendatangi para pengusaha, kampus dan pihak-pihak lainnya untuk mencari uang,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada wartawan pada Jumat (20/8).

BACA JUGA :   Jokowi Resmikan Pabrik Baja dan Tinjau Vaksinasi di Banten

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, belum memberi penjelasan soal surat itu. Dia mengelak dan memilih menjelaskan soal mobil dinas barunya yang telah diserahkan ke Satgas COVID-19. (*)

Sumber:Dtc