IKLAN YARA

BM, Masa Sakti Prasasti Lahirnya Pemko Subulussalam Tidak Pernah Hilang

oleh -84.489 views
BM, Masa Sakti Prasasti Lahirnya Pemko Subulussalam Tidak Pernah Hilang
UPDATE CORONA

Subulussalam I Realitas – Bermula H. Merah Sakti SH, mantan wali kota Subulussalam dua periode yang disapa Ogek Sakti terlihat merasa geram dengan adanya informasi yang ia terima melalui masyarakat, menyatakan prasasti tribun lapangan beringin telah dicopot oleh orang yang tidak dikenal pada Jumat, (6/08/2021).

Dilansir dari salah satu media online, adanya tanggapan seorang tokoh masyarakat, Azhari Tinambunan yang mengapresiasi langkah Merah Sakti begitu peduli terhadap prasasti.

Namun, Azhari Tinambunan itu juga menyayangkan sikap Merah Sakti kurang peduli di saat prasasti lahirnya Pemerintah Kota Subulussalam ditandatangani langsung oleh Widodo Adi Sutjipto selaku Menteri Dalam Negeri ad-interim hilang disaat ia menjabat sebagai wali kota.

Pasalnya Bahagia Maha memberikan statement terkait perihal hilangnya prasasti lahirnya kota Subulussalam yang di sampaikan tokoh masyarakat Azhari Tinambunan itu.

BACA JUGA :   Irdam I/BB: Yuk, Bergandengan Tangan, Percepat Vaksinasi Covid-19

Mengenai Prasasti lahirnya Pemko Subulussalam yang ditandatangani langsung Mendageri Widodo AS add intren itu tidak pernah hilang, dikarenakan sewaktu pelantikan dua (2) Pj perdana yakni Pj Bupati kab Pidie Jaya dan Pj wali kota Subulussalam H. Asmauddin. SE Oleh Gubernur Aceh, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

“Namun setelah selesai pelantikan dua (2) Pj itu prasasti tersebut sudah menjadi urusan Gubernur Aceh dan bukan urusan panitia pemekaran Pemko lagi,” sampai Bahagia, Senin, (9/08/21).

“Ditambah lagi H. Merah Sakti pada saat itu bukan pejabat tapi kenapa sekarang prasasti itu dipermasalahkan kepada bapak pembangunan 10 tahun itu,” tambahnya.

Bahagia juga memaparkan bahwa prasasti itu belum pernah dipasang di tempat monumen mana pun oleh yang pernah menjabat sebagai kepala daerah Dipemko Subulussalam yang kita cintai ini baik yang menjabat Pj wali kota maupun Walikota definitif.

BACA JUGA :   Polda, Polresta Banda Aceh Dan IDI Aceh Gelar Gerai Vaksin Di Warkop

Masih kata Bahagia Maha yang juga bagian dari panitia pemekaran Pemko Subulussalam. Terkait prasasti lahirnya Pemko Subulussalam ini tidak pernah hilang semasa Merah Sakti SH menjabat sebagai Walikota bahkan dua periode itu.

“Prasasti itu juga bukan semata mata tanggung jawab Merah Sakti SH semasa dia menjabat wali kota,” ujarnya.

Menurut Bahagia Maha itu tanggung jawab semua panitia pemekaran Pemko Subulussalam, terutama ketua panitia lahirnya Pemko tersebut.

“Prasasti itu tidak pernah hilang seperti yang dituduhkan Azhari Tinambunan alias buyung bahagia itu, berbeda halnya prasasti yang dipersoalkan bapak pembangunan Merah Sakti SH mantan wali kota dua periode itu karna prasasti yang hilang itu bagian aset yang sudah dipasangkan di beberapa gedung milik daerah Pemko Subulussalam,” jelas Bahagia.

BACA JUGA :   Di Singkil, Hari Pertama Seleksi KSD CPNS 69 Orang Lolos Passing Grade

Masih di waktu yang sama, Bahagia juga membeberkan bahwa prasasti lahirnya Pemko Subulussalam tidak pernah hilang dan ada berapa panitia lahirnya Pemko Subulussalam mengetahui keberadaan prasasti tersebut, seperti Safran Kombih, Bahtiar Husaen, saya sendiri dan juga beberapa panitia pemekaran Pemko lainnya mungkin termasuk H Asmauddin selaku ketua panitia lahirnya Pemko Subulussalam ini juga tahu.

“Bahkan Bahtiar Husaen salah satu panitia lahirnya Pemko ini yang juga pada masa itu beliau masih aktif DPRD Aceh Singkil dari fraksi PDIP itu pernah saling berdiskusi keberadaan prasasti kepada H Asmauddin yang mantan Pj Walikota Subulussalam 1 tahun 2 bulan dan Pj Bupati Aceh Singkil,” tutup Bahagia.

(Adi)