IKLAN YARA

Proyek Gedung PLHUT CV. Kesabaran Abaikan Keselamatan Pekerja

oleh -261.489 views
Proyek Gedung PLHUT CV. Kesabaran Abaikan Keselamatan Pekerja
UPDATE CORONA

Langsa I Realitas – Proyek milik Kementerian Agama Kota Langsa yang sedang dilaksanakan pekerjaan untuk pembangunan Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kota Langsa.

Diduga proyek tersebut tidak memperhatikan keselamatan para pekerjanya. informasi yang dihimpun media ini dilokasi, Senin (26/7/2021), pekerja di lapangan tersebut tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) seperti helm dan rompi.

Pantauan media ini proyek yang dikerjakan CV. Kesabaran ini senilai Rp 1.8 miliar. Sementara dalam rencana anggaran biaya telah dialokasikan pengadaan peralatan Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3).

BACA JUGA :   UKM RESPEK-FH Unsam Gelar Kegiatan "CADRE TRAINING

Proyek Gedung PLHUT CV. Kesabaran Abaikan Keselamatan Pekerja

Pelaksana proyek dalam menjalankan prosedur K3 ini patut dipertanyakan, dan diduga, ada unsur kesengajaan tidak dibelanjakannya APD sebagai bentuk menambah keuntungan perusahaan.

Dalam Undang-undang Jasa Kontruksi nyata disebutkan, bahwa keselamatan dan kesehatan kerja ini harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan pekerjaan.

Pelanggaran terhadap aturan ini bisa dikenakan sanksi, teguran hingga pencabutan izin usaha, pengawas seharusnya memberikan tindakan tegas pada pelaksana proyek yang mengabaikan prosedur K3.

Hal ini berdasarkan pemantauan langsung awak media di lokasi proyek yang terletak di Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, tepatnya di depan Sekolah SDLB Negeri Langsa.

Dilihat dari papan nama yaitu pekerjaan pembangunan Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kota Langsa. Nilai Kontrak berkisar Rp. 1.833. 528. 000, pelaksana CV. Kesabaran, pengawas CV. TECHNOTEAM KONSULINDO, sumber dana berasal dari DIPA (09) SBSN Kementrian Agama Kota Langsa Tahun Anggaran 2021 dengan waktu pelaksanaan 150 hari.

BACA JUGA :   Polisi Tangkap 3 Orang Diduga Terlibat Jual Beli Judi Online Chip

Saat dikonfirmasi yang media ini kepada salah seorang tukang di lokasi proyek, bahwa para pekerja berasal dari luar daerah Sumatera Utara (Medan). “Kita bukan dari sini,” katanya. (Rahmad)