Luka Bakar yang Dialami Oleh Perawat Muda di Malang Cukup Besar Capai 60 Persen

oleh -96.489 views
Perawat cantik yang dibakar di Malang, Jawa Timur. Dok/ Trb

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Perawat cantik berusia 35 tahun asal Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang dibakar menggunakan bensin oleh pria tidak dikenal, Senin (3/5/2021).

Kapolsek Kalipare, AKP Soleh Mas’udi menjelaskan identitas korban bernama Eva Sofiana Wijayanti. Hasil penelusuran Korban bekerja di Klinik Bunga Husada Kalipare.

REALITAS TV

Kini, korban masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen. Sholeh menjelaskan peristiwa nahas itu mulanya terjadi ketika korban tengah beristirahat di Klinik Bunga Husada.

Korban diketahui sedang  masuk kerja shift pagi. Tak lama kemudian, tiba-tiba datang seorang laki laki mengendarai sepeda motor Honda Beat merah.

BACA JUGA :   MUI Minta Masyarakat Patuhi Prokes Waktu Salat Idul Fitri

Sholeh menuturkan, ciri-ciri pria itu menggunakan jaket hitam, helm dan masker. Klinik Bunga Husada Kalipare Kabupaten Malang, tempat kerja Eva Sofiana Wijayanti.

Pria tak dikenal itu langsung merangsek masuk ke dalam klinik menuju ruang istirahat korban. Setibanya bertemu korban, pelaku langsung menyiramkankan cairan ke bagian wajah dan tubuh korban.

Tanpa menunggu lama, pelaku menyulutkan korek ke arah tubuh korban. Pelaku langsung lari terbirit-birit meninggalkan lokasi. Saat itu, hanya ada satu saksi saat itu di klinik tersebut.

Saksi berhasil dipadamkan dengan air korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wava Husada. “Doakan pelakunya segera tertangkap. Kami bersama jajaran Polres Malang akan terus menyelidiki kasus ini,” tutupnya.

Luka Parah

Update kondisi terkini Eva Sofiana Wijayanti, perawat di Kalipare, Kabupaten Malang yang disiram bahan bakar minyak lalu dibakar oleh pria misterius.

Luka bakar yang dialami Eva Sofiana Wijayanti mencapai 60 persen. “Kondisi terakhir korban sadar.” “Namun di bagian muka (wajah), dada, tangan mengalami luka bakar. “Kondisi luka bakarnya cukup besar mencapai 60 persen,” ucap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar ketika dikonfirmasi.

BACA JUGA :   KPK OTT Bupati Nganjuk, BPI KPNPA RI Berikan Apresiasi dan Ingatkan Masyarakat Dalam Pemberantasan Korupsi

Hingga kini, Hendri menerangkan jajarannya sedang bekerja untuk mengungkap tabir misteri di balik kasus penyiraman cairan mudah terbakar itu.

“Dalam waktu 1 atau 2 hari ini akan kami ungkap pelakunya. “Sekitar 3 sampai 4 orang saksi yang sudah kami periksa. Orang-orang terdekat korban juga sudah kami periksa,” tegasnya.

Terkait petunjuk-petunjuk yang menyelimuti kasus ini, Hendri belum dapat menjelaskan secara gamblang. Ada dugaan yang mengarah jika pelaku lebih dari satu orang. (*)

Sumber: Trb

UPDATE CORONA