Kanwil Kemenkumham Aceh, Usul RK Hari Raya Idul Fitri Bagi 4.829 Orang Narapidana

oleh -145.489 views
Kanwil Kemenkumham Aceh
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Drs.Meurah Budiman, S.H., M.H.

IDUL FITRI

Banda Aceh I Realitas – Kanwil Kemenkumham Aceh, Remisi Khusus (RK) diberikan terhadap Narapidana pada hari besar keagamaan, khusus bagi narapidana muslim remisi khusus diberikan pada perayaan Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya.

Pada tahun 2021 Kanwil Kemenkumham Aceh telah mengusulkan RK Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 sebanyak 4.829 orang narapidana se Aceh dari total isi Lapas dan Rutan se – Aceh sebanyak 8.672 orang.

REALITAS TV

Sebagian narapidana lainnya belum memenuhi syarat untuk diberikan remisi khusus karena belum menjalani minimal 6 bulan masa pidana atau bagi narapidana terkait PP No. 99/2012 belum menjalani 1/3 masa pidananya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Drs.Meurah Budiman, S.H., M.H. disela-sela kesibukannya, menyampaikan kepada awak media, Minggu (9/5/2021) tentang remisi khusus bagi narapidana di Aceh.

BACA JUGA :   VIRAL Nenek Hobi Catat Data Kasus Covid-19 di Indonesia Setiap Hari

“Remisi Khusus diberikan pada Hari besar keagamaan yang dianut oleh Narapidana dan anak pidana yang bersangkutan, dengan ketentuan jika suatu agama mempunyai lebih dari satu hari besar keagamaan dalam setahun, maka yang dipilih adalah Hari Besar yang paling dimuliakan oleh penganut agama yang bersangkutan”, urai Meurah Budiman.

Adapun syarat-syarat untuk mendapat remisi khusus bagi narapidana atau anak pidana menurut Meurah antara lain narapidana tersebur berkelakuan baik dibuktikan dengan.

Tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir terhitung tanggal pemberian remisi, narapidana atau anak pidana mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas dengan predikat baik, ini merupakan syarat substantifnya, jelas Meurah.

Sedangkan syarat administratif terdiri dari telah adanya salinan Surat Perintah Penahanan pertama atau terakhir jika tahanan terputus, adanya laporan perkembangan Pembinaan, adanya surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P48), fotokopi Kutipan Putusan Hakim dan BA 8 dan salinan daftar perubahan, sebut Meurah Budiman.

BACA JUGA :   Badan Publik Sabang Diminta Wajib Buka Akses Informasi Publik Kepada Masyarakat

Lebih lanjut Kakanwil Aceh menjelaskan bahwa narapidana yang dipidana karena melakukan tindakpidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan HAM berat dan kejahatan transnasional lainnya.

Selain syarat diatas ada syarat tambahan yaitu bersedia bekerjasama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukan yang dibuktikan dengan surat Justice Colaborator (JC), telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan untuk narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana korupsi.

BACA JUGA :   PJID Riau Bentuk Panitia Dalam Rangka Rapat Kerja Daerah

Khusus bagi narapidana teroris telah mengikuti program deradikalisasi yang diselenggarakan oleh Lapas dan atau BNPT, serta menyatakan ikrar setia kepada NKRI secara tertulis bagi Napi WNI, serta tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidana terorisme secara tertulis bagi narapidana WNA, rinci Meurah.

Ditanya tentang besaran remisi khusus Idul Fitri yang diberikan bagi narapidana, Kakanwil Kemenkumham Aceh Meurah Budiman menjawab bahwa Remisi Khusus I diberikan antara 15 hari sampai dengan 2 bulan.

Sedangkan Remisi Khusus II dan dinyatakan bebas setelah mendapat remisi khusus sebanyak 9 orang narapidana yaitu dari Lapas kelas IIB Langsa sebanyak 1 orang dan dari Lapas Narkotika kelas IIB Langsa sebanyak 8 orang, pungkas Meurah diakhir wawacaranya. (*)

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas