Kajari Simeulue Komit Tuntaskan Dugaan Kasus SPPD Fiktif Oknum DPRK

oleh -343.489 views

IDUL FITRI

Simeulue I Realitas – Kajari Simeulue Komit Tuntaskan Dugaan Kasus SPPD Fiktif Oknum DPRK.

Kelebihan bayar Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue menjadi tanda tanya dikalangan masyarakat simeulue saat ini. Pasalnya dalam perjalanan dinas tersebut diduga banyak hal yang janggal.

REALITAS TV

Saat beberapa awak mengkonfirmasi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Simeulue, R. Hari Wibowo, SH, MH mengatakan, terkait dengan kelebihan bayar Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) anggota DPRK tersebut akan saya tuntaskan, namun kami juga berharap kiranya masyarakat dan teman-teman media dapat bersabar menunggu hasil Audit dari BPK RI. (30 April 2021)

“Sambungnya lagi Kami sedang mendalami dan berupaya mengumpulkan bukti-bukti terkait hal ini, jadi kami harap dukungan nya dan mohon bersabar,” tutur Kajari simeulue.

Sebagaimana diketahui, kasus kelebihan bayar SPPD anggota DPRK Simeulue itu terungkap berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan Aceh, dengan jumlah kerugian negara mencapai 2,7 Miliar Rupiah.

Ia juga menjelaskan, perjalanan dinas anggota DPRK tersebut diduga banyak yang Zonk Alias bodong atau mereka tidak pergi melaksanakan perintah Perjalanan Dinas tersebut. Sesuai dengan bukti-bukti diantaranya tiket dan manifes Ungkap Kajari.

Kasi Intel Kejari Simeulue, Muhasnan yang ditemui Media ini mengatakan, Kelebihan bayar SPPD anggota DPRK tersebut telah mencapai 80 persen, kita hanya menunggu hasil audit dari BPK RI perwakilan Aceh.

“Sejak awal kita lakukan pemeriksaan, sampai saat ini oknum anggota DPRK Simeulue belum bisa membuktikan terkait kebenaran SPPD Mereka,” ungkap Kasi Intel Kejari Simeulue. (Zulfadli)

UPDATE CORONA