Hendak Konfirmasi, Wartawan di Simeulue Nyaris Baku Hantam

oleh -329.579 views
oleh
Wartawan Media Center mendatangai Dinas

Simeulue | Realitas – Sejumlah wartawan di Simeulue siang tadi mendatangi kantor Media Center Diskominsa Simeulue yang berada di kompleks rumah Dinas pemda Simeulue di Desa Suka Karya Kecamatan Simeulue Timur pada hari Rabu (29/03/2023).

Kedatangan sejumlah wartawan tersebut untuk melakukan upaya konfirmasih terhadap dana Pokir APBK-P tahun anggaran 2022 milik beberapa anggota DPRK Simeulue yang di titipkan pada dinas Kominsa

Dana Pokir sejumlah anggota DPRK Simeulue sebanyak Rp. 596.500.000 diperuntukan untuk media wilayah kerja Simeulue melalui Dinas Kominsa Kabupaten Simeulue.

Akan tetapi anggaran sebesar itu hanya diterima tiga Perusahaan media saja dari sekian banyak media yang terdaftar di Dinas Kominsa Kabupaten Simeulue.

Tiga Perusahaan Media penerima Pokir anggota DPRK Simeulue TA. 2022.

1. PT. Media Harian Daerah : Rp.166.000.000,00
2. PT. Media Situasi Indonesia : Rp166.000.000,00
3. PT Gumpalan Media Perkasa : Rp 166.000.000,00 dan Rp 98.500.000,00

Pada awalnya proses Konfirmasi berjalan lancar dengan kepala Dinas kominsa Simeulue Misrahudin, dari sejumlah pertanyaan yang dilayangkan oleh sejumlah wartawan tiba-tiba mendapat penyanggahan dari salah seorang oknum wartawan.

Yang memang oknum wartawan tersebut lebih dahulu sampai di kominsa dan tidak sama dengan sejumlah wartawan, yang ingin konfirmasi dengan Kadis kominsa Misrahudin.

Hal tersebut ternyata memantik reaksi dari wartawan lainnya, pasalnya kedatangan sejumlah wartawan hanya untuk konfirmasi dengan kepala Dinas tersebut.

Sejumlah wartawan yang tersulut emosi nyaris baku hantam dengan oknum wartawan tersebut, lantaran menyinggung permasalahan di luar konteks konfirmasi mengenai dana Pokir yang diperuntukan untuk media yang ada di Simeulue.

Upaya untuk melerai agar tidak terjadinya baku hantam sesama wartawan sempat di upaya oleh sejumlah pegawai di Dinas tersebut.

Upaya dari kepala Dinas yang coba menjelaskan mengenai kepemilikan dana Pokir, namun tidak dilengkapi dengan sejumlah data pendukung yang diminta oleh sejumlah wartawan, sehingga Kadis kominsa meminta diberikan waktu untuk menyiapkan data pendukung. (Zulfadli)